TRIBUNWOW.COM - Keuntungan Timnas Indonesia naturalisasi Shaqueel van Persie, ada enam, bintang Persis Solo dan PSS Sleman auto kalah pamor.
Dilansir TribunWow.com, lini depan Timnas Indonesia di ajang Piala Asia 2023 jadi sorotan.
Cederanya Ramadhan Sananta, membuat Shin Tae-yong akhirnya mempercayakan lini depan Timnas Indonesia kepada Rafael Struick.
Secara permainan, Rafael Struick mampu menjadikan lini serang Timnas Indonesia bermain dengan high pressure yang tinggi.
Baca juga: Shin Tae-yong Pusing Cari Bomber Timnas Indonesia? Anak Legenda Manchester United Jadi Opsi Menarik
Bahkan, beberapa peluang berhasil didapatkan Rafael Struick.
Sayangnya, insting gol dan ketajaman Rafael Struick yang dimainkan di ujung tombak belum terasah.
Sementara di kedalaman skuad, Shin Tae-yong sejatinya masih memiliki Dimas Drajad dan Hokky Caraka.
Tapi sayang, performa dua striker murni Timnas Indonesia tak cukup mengesankan bagi Shin Tae-yong.
Alhasil, Timnas Indonesia nir gol di lini depan di ajang Piala Asia 2023.
Tiga gol Timnas Indonesia di ajang bergengsi se-Asia tersebut dicatatkan oleh Marselino Ferdinan (AMF), Asnawi Mangkualam (RB) dan Sandy Walsh (RB)..
Merujuk permasalahan itu, Shin Tae-yong ditargetkan PSSI untuk bisa mencari bomber berkualitas untuk Timnas Indonesia melalui jalur pemain diaspora atau keturunan.
Hingga kini, belum ada sosok penyerang tengah murni yang dekat dengan potensinya dinaturalisasi Timnas Indonesia.
Baca juga: Keuntungan Mencolok Timnas Indonesia Naturalisasi Boris van Schuppen: Pilar Persib Bandung Terancam
Ragnar Oratmangoen yang digadang-gadang bisa jadi solusi ternyata berposisi murni layaknya Rafael Struick di sisi sayap.
Praktis, Shin Tae-yong masih harus mencari satu opsi nama untuk pos striker murni Timnas Indonesia.
Dan satu pemain yang layak dipertimbangkan adalah anak kandung dari legenda Manchester United asal Belanda, Robin van Persie yakni Shaqueel van Persie.
Seperti diketahui, Robin van Persie memiliki darah keturunan Indonesia dari sang ibu.
Nenek Robin van Persie (ibu dari ibunda van Persie) memiliki darah keturunan dari Surabaya, Jawa Timur.
Sudah barang tentu, Shaqueel van Persie juga memiliki garis keturunan Indonesia seperti sang ayah.
Dengan garis keturunan Indonesia yang dimiliki Shaqueel van Persie, Shin Tae-yong bisa mengajukan namanya untuk bisa dinaturalisasi ke PSSI.
Adanya Erick Thohir dengan segudang relasi pesepakbola dunia, kans Shaqueel van Persie untuk bisa dinaturalisasi Timnas Indonesia terbuka lebar.
Semua bergantung dari sang ayah Robin van Persie yang juga pelatih Shaqueel di Feyenoord Rotterdam U-18.
Jika berhasil, maka Timnas Indonesia bakal mendapatkan suntikan bomber mematikan yang langsung berasal dari didikan mantan predator kelas dunia, Robin van Persie.
Baca juga: Kelebihan Mencolok Tristan Gooijer Dinaturalisasi Timnas Indonesia: Ada 4, Bintang Persib-PSIS Cemas
Selain itu, setidaknya ada enam keuntungan yang bisa didapatkan Timnas Indonesia jika sukses menaturalisasi Shaqueel van Persie.
Di mana, satu keuntungan bisa saja membuat bintang Persis Solo dan PSS Sleman, Ramadhan Sananta dan Hokky Caraka kalah pamor dalam persaingan di lini depan Timnas Indonesia jika Shaqueel sukses dinaturalisasi.
Berikut ulasan selengkapnya:
1. Proyeksi Jangka Panjang
Keuntungan pertama yang bisa didapatkan Timnas Indonesia tentu saja berkaitan dengan sosok Shaqueel van Persie yang bisa dijadikan proyeksi jangka panjang.
Shaqueel van Persie lahir di London, Inggris pada 16 November 2006.
Saat ini, ia genap berusia 17 tahun dan tentu saja jadi opsi emas bagi Timnas Indonesia jika sukses mendapatkannya.
Selain itu, Shaqueel bisa diproyeksikan untuk bermain di Timnas Indonesia sebagai pengkiat agar dirinya tak berpindah kewarganegraan dan juga bisa diperuntukkan untuk kelompok usia.
2. Multifungsi
Memang, posisi murni Shaqueel van Persie adalah penyerang tengah.
Namun, pemain yang pernah mengenyam didikan di Manchester City junior itu diketahui juga bisa memainkan peran di tiga posisi berbeda.
Ketiga posisi berbeda tersebut di antaranya adalah sayap kiri, kanan, dan juga gelandang serang.
Hal itu tentu saja bakal memudahkan Shin Tae-yong dalam pemilihan posisi bermain untuk Shaqueel van Persie jika diperuntukkan guna penerapan taktikal maupun strategi yang dimainkan.
Berikut catatan statistiknya:
1. Depan-Tengah: 28 pertandingan, 22 gol dan 1 assist.
2. Sayap Kiri: 1 pertandingan
3. Sayap Kanan: 1 pertandingan.
4. .Gelandang Serang: 1 pertandingan
3. Goalgetter Mematikan
Keuntungan ketiga berkaitan dengan kemampuan Shaqueel van Persie dalam menyelesaikan peluang baik di dalam maupun luar kotak penalti.
Kelihaiannya menggunakan kaki kanan maupun kiri memudahkan Shaqueel van Persie untuk menyelesaikan berbagai macam peluang emas yang didapatkan.
Pembacaan situasi dan arah bola juga insting golnya menjadi keuntungan yang bisa dirasakan Timnas Indonesia.
Hal itu dapat dibuktikan dari catatan statistiknya bersama Feyenoord Rotterdam U-17 dengan 21 pertandingan
Catatan Statistik
1. Feyenoord U17: 21 pertandingan, 21 gol dan 1660 menit bermain
2. Feyenoord U18: 12 pertandingan, 4 gol, 1 assist dan 633 menit bermain
3. Feyenoord Rotterdam UEFA U19: 2 pertandingan dan 95 menit bermain.
Baca juga: Kelebihan di Luar Dugaan Jaydon Banel Dinaturalisasi Timnas Indonesia: Bintang PSM & PSS Terancam
4. Pintar Buka Ruang dan Jadi Tembok
Keempat berkaitan dengan nalurinya dalam mencari ruang kosong atau memberikan ruang kepada rekannya untuk masuk ke dalam.
Kemampuannya dalam memposisikan diri membuat rekan-rekannya mampu mengalirkan bola dengan cepat.
Ia juga mampu menjadi tembok pemantul bola seperti apa yang pernah dilakukan sang ayah, Robin van Persie.
5. Warisi Kaki Kidal Mematikan dari sang Ayah
Kelima yakni kemampuan kaki kiri mematikan mirip dengan sang ayah, Robin van Persie.
Kaki kidal Shaqueel van Persie menjadi kaki terkuatnya ketika melakukan shooting.
Sepakan dari luar kotak penalti pun kerap ia lakukan dengan menggunakan kaki kirinya dan kerap berbuah menjadi gol.
6. Heading Mempuni
Keenam, Shaqueel van Persie juga warisi kemampuan Robin van Persie dalam duel bola atas.
Heading terukur dan tepat sasarannya kerap membuahkan gol bagi Feyenoord Rotterdam.
Insting gol tinggi yang tertular dari sang ayah menjadi sebab Shaqueel memiliki spesifikasi gaya permainan mirip dengan Robin van Persie.
Profil Shaqueel van Persie
Dilansir TribunWow.com dari Transfermarkt, berikut profil lengkap dari Shaqueel van Persie:
Nama : Shaqueel van Persie
Tanggal lahir : 16 November 2006
Tempat kelahiran : London, Inggris
Usia : 17 tahun
Tinggi : 1,85 m
Kewarganegaraan : Belanda dan Maroko
Posisi : Penyerang Tengah/Centre Forward
Kaki : Kiri/Left
Klub Saat Ini : Feyenoord U-18
Bergabung : 1 Juli 2023
Kontrak berakhir : 30 Juni 2025
Rekam Jejak Karier
1. Manchester City Youth (2015)
2. Fenerbahce Youth (2015-2017)
3. Feyenoord Youth (2017-2022)
4. Feyenoord U-17 (2022-2023)
5. Feyenoord U-18 (2023-hingga saat ini).
(TribunWow.com/Adi Manggala S)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunWow dan Google News TribunWow untuk update berita populer lainnya