Perang Israel Vs Hamas

19 Napi dan Sipir Penjara Israel Keroyok Seorang Warga Palestina di Rutan, Dilakukan selama 1 Bulan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Thaer Abu Assab, tahanan Palestina yang dikeroyok 19 orang di penjara Israel

TRIBUNWOW.COM - Israel memberitakan seorang tahanan meninggal dunia di penjara, Kamis (21/12/2023).

Dikutip dari Al Arabiya, Israel mengatakan korban bernama Thaer Abu Asab berusia 38 tahun.

Ia telah berada di Rutan Ktziot, Israel lantaran ditangkap pihak berwajib.

Baca juga: Melihat Kondisi Keluarga Sandera Lansia yang Videonya Diunggah Hamas Minta Kesepakatan ke Israel

Dalam keterangannya, Israel mengklaim telah mencegah publikasi soal kematian Thaer Abu Asab.

Pasalnya, Thaer dibunuh oleh 19 tahanan yang berafiliasi dengan sipir dan petugas di penjara.

Ia dipukul secara bergantian oleh 19 orang tahanan lainnya secara brutal, kejam, dan terus menerus hingga Thaer meninggal dunia.

Penyelidikan itu dilakukan oleh unit yang dikenal oleh Lahav 433 yang bertugas memerangi kejahatan di dalam kepolisian Israel.

Para sipil penjara juga dianggap telah membunuh Thaer.

Baca juga: Israel Klaim Temukan Terowongan Terbesar Hamas di Gaza, Penampakannya Tak seperti Sebelumnya

Berdasarkan hasil autopsi, warga Palestina itu jadi sasaran pemukulan hingga menyebabkan kematian.

Saksi mata kematian Thaer yang juga narapidana asal Palestina mengatakan ia menyaksikan langsung penyiksaan itu.

Saat ini ia telah keluar dari penjara Israel.

"Mereka memukulinya pada malam hari dan memukulinya sampai dia syahid," ujar narapidan itu.

Kematian itu lantaran para sipir dan tahanan meminta Thaer untuk menundukkan kepala namun ia menolak.

Tahanan lain menambahkan bahwa beberapa sipir dengaja masuk ke sel Thael dan melukai kepala hingga meninggal.

Namun, Thaer sempat dibawa ke klinik dalam keadaan sudah tak tertolong.

Baca juga: Hamas Rilis Video Tawanan Lanjut Usia, Keluarga di Israel Lakukan Tuntutan ke Pemerintahan Tel Aviv

Tawanan lansia Hamas minta bantuan ke Israel, Selasa (19/12/2023) (Al Jazeera)

Diketahui Thaer Abu Asab merupakan anggota gerakan Fatah di Palestina.

Ia ditangkap pada 27 Mei 2005 silam dan dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun.

Para pelaku yang melakukan pemukulan akan dikenakan tahanan rumah dan penyelidikan lebih lanjut.

Otoritas Palestina untuk Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan, serta Klub Tahanan Palestina, mengetahui kematian Thaer Abu Assab sehari setelah dia dibunuh oleh sipir penjara.

Pihak Palestina mengeluarkan pernyataan bersama pada 19 November, yang mana mereka mengulangi siarannya seminggu yang lalu, yang mengindikasikan tewasnya 6 narapidana sejak serangan Banjir Al-Aqsa.

Baca juga: Keluarga Sandera Israel Marah dengan Netanyahu, Sebut Pimpinan Hamas-lah yang Telah Bebaskan Mereka

“Pendudukan terus melakukan operasi pembunuhan sistematis terhadap tahanan kami, dan dengan perencanaan terlebih dahulu," kata pihak Palestina.

"Bahwa tentara Israel dengan sengaja memberlakukan isolasi ganda dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap tahanan kami, untuk memilih dan membunuh mereka."

Diketahui, setelah serangan tanggal 7 Oktober, dengan menghalangi kunjungan para tahanan, oleh tim hukum, atau penolakan mereka terhadap mereka, dan menerapkan tindakan yang bertujuan untuk membunuh para tahanan. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)