TRIBUNWOW.COM - Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Djuyamto mengatakan ada 4 tokoh yang mendaftar untuk mendapat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Dikutip dari kanal YouTube Wartakota, keempat tokoh tersebut akan mendaftar Pilpres 2024, Rabu 18 Oktober 2023.
Antara lain Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar, Yusril Ihza Mahendra dan Erick Thohir.
Baca juga: Sinyal Erick Thohir Potensi Jadi Cawapres Prabowo: Sang Menteri BUMN Urus SKCK, Gibran Tak Maju?
"Memang benar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah mengeluarkan beberapa surat keterangan tidak pernah dipidana," kata Djuyamto.
"Atas nama para pemohon Yusril Ihza Mahendra, Erick Thohir, Anies Baswedan dan A Muhaimin Iskandar."
Para pemohon itu mengajukan sebagai satu di antara syarat mendaftar di Pilpres 2024.
"Surat keterangan tersebut telah dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagaimana permohonan yang diajukan oleh para pemohon yang sudah saya sebutkan di atas."
"Keperluannya di dalam permohonan disebutkan untuk keperluan persyaratan pendaftaran Pilpres."
Baca juga: Jadi Bacawapres Ganjar Pranowo, Mahfud MD Akui Tak Keluar Uang hingga Minta Restu ke Maruf Amin
Diketahui, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memang sudah mendeklarasikan diri untuk maju di Pilpres 2024.
Keduanya berpasangan sebagai pasangan AMIN yang diusung oleh Partai Nasdem, PKS, dan PKB.
Namun yang menarik adalah pendaftaran Yusril Ihza Mahendra dan Erick Thohir.
Saat ini, hanya bacapres Prabowo Subianto yang belum mengumumkan siapa cawapres yang akan mendampinginya.
Baca juga: Bukan Gibran, Pengamat Sebut Sosok Ini Bisa Dongkrak Prabowo Kalahkan Duet Ganjar Pranowo-Mahfud MD
Sementara Yusril Ihza Mahendra adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang juga koalisi pendukung Prabowo.
Sedangkan Menteri BUMN Erick Thohir adalah sosok yang santer didengar untuk mendampingi Prabowo.
Erick Thohir kerap diajukan untuk mendampingi Prabowo sebagai usulan dari Koalisi Indonesia Maju Partai PAN.
Peluang Erick Thohir pun semakin menguat setelah Ganjar Pranowo memilih Mahfud MD sebagai bacawapresnya.
Dikutip dari Kompas.com, Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs Ahmad Khoirul Umam mengatakan hal itu terjadi karena efek Ganjar-Mahfud MD.
"Kartu politik Erick Tohir hidup lagi (pasca-Mahfud menjadi bakal cawapres Ganjar)," kata Umam kepada Kompas.com, Rabu (18/10/2023).
"Karena itu, nama-nama alternatif pendamping Prabowo yang sebelumnya sempat melemah, kini hidup lagi. Salah satunya adalah Erick Tohir," ujar Umam.
Baca juga: Rocky Gerung Akui Gibran akan Melemahkan Elektabilitas Prabowo: Ngapain Ajak Orang yang Sudah Bonyok
Mencuatnya nama Erick Thohir lagi sebagai bakal cawapres Prabowo juga patut diperhitungkan karena mempunyai berbagai faktor.
Umam menyebut Erick Thohir merupakan representasi politisi muda dan punya kekuatan logistik yang memadai.
Selain itu, Erick Thohir dianggap merepresentasikan dukungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), simbol multikulturalisme, dan juga memiliki jaringan non-partai dengan memanfaatkan sentimen sepak bola nasional yang didominasi oleh anak-anak muda.
"Erick Tohir juga mendapatkan dukungan politik dari PAN dan juga Partai Demokrat untuk menjadi cawapres Prabowo," terang Umam. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)