Perang Israel Vs Hamas

Israel Minta Bantuan Militer Darurat ke AS sebesar Rp 157 Triliun, Langsung Dipenuhi Gedung Putih?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tentara Israel mengambil posisi di dekat perbatasan Gaza Israel, Israel selatan, Senin, 9 Oktober 2023. Penguasa militan Hamas di Jalur Gaza melakukan serangan multi-front yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel saat fajar hari Sabtu, menembakkan ribuan roket sebagai lusinan pejuang Hamas menyusup ke perbatasan yang dijaga ketat di beberapa lokasi, menewaskan ratusan orang dan menawan. Pejabat kesehatan Palestina melaporkan sejumlah kematian akibat serangan udara Israel di Gaza.

TRIBUNWOW.COM - Israel telah meminta bantuan militer sebesar 10 miliar Dolar atau setara 157 triliun Rupiah ke Amerika Serikat.

Dikutip dari Anadalu, bantuan itu disampaikan Israel ke Amerika Serikat pada Senin 16 Oktober 2023 malam.

Tiga petinggi di AS pun telah mengetahui adanya permintaan bantuan militer tersebut.

Baca juga: Sejarah Panjang Wilayah Palestina yang Terus Digerus Israel, Kini Sedikit Lebih Luas dari Pulau Bali

Saat ini, permintaan dari Israel sedang dimasukkan dalam rancangan Undang-Undang oleh Kongres yang berkoordinasi dengan Gedung Putih.

Dalam RUU tersebut juga mencangkup dana yang akan diberikan Presiden AS Joe Biden untuk Ukraina, Taiwan dan perbatasan AS-Meksiko.

Diketahui, minggu lalu Pemimpin Senat Chuck Schumer mengatakan selama kunjungan ke Israel, anggota parlemen AS telah membahas penyediaan amunisi pada Tel Aviv.

Amunisi 155 militer, amunisi pengganti untuk sistem pertahanan rudal Iron Dome, bom berawak presisi dan peralatan JDAM untuk mengubah bom standar menjadi bom amunisi presisi.

Baca juga: Cara Orangtua di Palestina Tenangkan Anaknya yang Ketakutan saat Bom Israel Menyerang Tanpa Henti

Israel telah melancarkan kampanye udara besar-besaran di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Hamas Palestina.

Dikabarkan lebih dari 1 juta orang mengungsi dan hampir setengah dari total populasi wilayah kantong tersebut, menurut Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Wilayah Dekat, Timur (UNRWA).

​​​​​​​Gaza mengalami krisis kemanusiaan yang mengerikan karena tidak adanya listrik, sementara air, makanan, bahan bakar, dan pasokan medis hampir habis.

Warga sipil ada yang memilih melarikan diri ke wilayah selatan menyusul peringatan Israel untuk mengevakuasi wilayah utara.

Pertempuran dimulai ketika Hamas pada 7 Oktober memulai Operasi Badai Al-Aqsa.

Baca juga: Palestina Dibantu oleh Cuaca Buruk di Israel dalam Perang, Ibu Kota Tel Aviv Mendadak Dilanda Banjir

Potret Jalur Gaza sebelum terjadi eskalasi besar-besaran oleh Israel. (DW/K. Shuttleworth)

Sebuah serangan mendadak multi-cabang termasuk rentetan peluncuran roket dan infiltrasi ke Israel melalui darat, laut dan udara.

Dikatakan bahwa serangan tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa dan meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina.

Militer Israel kemudian melancarkan Operasi Pedang Besi terhadap sasaran Hamas di Jalur Gaza.

Setidaknya 2.808 warga Palestina, termasuk 750 anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel di Gaza.

Lebih dari 1.400 warga Israel tewas dalam konflik tersebut. (TribunWoW.com/ Tiffany Marantika)