Perang Israel Vs Hamas
Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina Membludak, Mayat-mayat Tergeletak Korban Serangan Israel
Seperti yang diketahui, peperangan antara Palestina dengan Israel kembali memanas sejak Sabtu (9/10/2023). Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza bludak.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Rumah Sakit Indonesia yang berada di Jalur Gaza ikut terdampak peperangan antara Israel dengan Hamas.
Seperti yang diketahui, peperangan antara Palestina dengan Israel kembali memanas sejak Sabtu (9/10/2023).
Hal itu bermula dari militan gerakan nasionalisme dan Islam Palestina (Hamas) yang melakukan serangan roket ke wilayah Ashkelon dan kemudian dibalas oleh Israel.
Serangan balasan dari Israel tersebut yang membuat Rumah Sakit Indonesia ikut berdampak.
Baca juga: Hacker Rusia Klaim Telah Bantu Hamas untuk Serang Israel, Target Selanjutnya Buat Pemerintah Was-was
Baca juga: Presiden AS Ajak 4 Negara Bantu Israel: Sahkan Aspirasi Warga Palestina, namun Kutuk Aksi Keji Hamas
Selain terkena serangan, Rumah Sakit Indonesia di jalur Gaza, Palestina kini juga dipenuhi oleh korban yang menjalani perawatan.
Tidak hanya ruang perawatan, kamar jenazah juga membludak.
"Mayat-mayat sudah meluap sampai kamar jenazah ruang RS Indonesia tidak bisa lagi menampung mayat. Mayat-mayat pun diletakan di luar RS," kata Presidium MER-C Henry Hidayatullah menceritakan situasi terkini Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza Palestina, Selasa (10/10/ ).
Ia menuturkan, membeludaknya korban akibat perang membuat RS Indonesia kini tak lagi bisa menangani pasien dengan baik.
Terlebih lagi kamar mayat yang sudah penuh.
Mayat-mayat yang seharusnya ditaruh di tempat yang layak, kini diletakan di luar RS.
Henry menyebut, dalam kondisi normal atau tidak perang, kebutuhan alat kesehatan, dokter maupun perawat tinggi, apalagi kini di tengah ketegangan ini.
"Secara ilustrasi dalam kondisi normal dengan situasi blokade kondisi kebutuhan tinggi. Apalagi situasi begini banyak korban," ungkapnya.
"Demikian pula korban luka-luka tinggi sehingga perlu resource SDM maupun alkses dan obat-obatan," sambung Henry.
Karena itu, MER-C Indonesia memandang perlu untuk mengirimkan tim kemanusiaan ke Gaza Palestina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Rumah-Sakit-Indonesia-di-Gaza-Palestina.jpg)