TRIBUNWOW.COM - Partai Demokrat secara tegas meminta Koalisi Partai Perubahan dan Persatuan untuk berganti nama.
Permintaan dari Partai Demokrat itu tentunya tidak terlepas dengan sikap Partai berlogo Merci itu keluar dari Koalisi Perubahan dan Persatuan buntut dipilihnya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk berpasangan dengan Anies Baswedan.
Koalisi Perubahan dan Persatuan sendiri terdiri dari Partai Nasdem, PKS, dan yang terbaru adalah PKB.
Baca juga: Peluang Duet Anies-Cak Imin Menang di Pilpres 2024 Dinilai Sulit, Ganjar dan Prabowo Diuntungkan?
Demokrat menganggap kata "Perubahan" pada Koalisi Perubahan dan Persatuan adalah gagasan murni dari Demokrat.
"Ide perubahan murni dari Partai Demokrat, sehingga masih menjadi tema Partai Demokrat dalam Pilpres 2024," ujar Syarief Hasan dikutip dari YouTube Kompas.com Senin (4/9/2023).
Syarief Hasan menjelaskan bahwa kata "Perubahan" itu adalah program dari Partai Demokrat.
Dia juga menyebutkan, Demokrat sudah resmi mengemukakan 14 agenda perubahan yang diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Ia meminta agar koalisi baru Anies Baswedan untukmenggunakan nama lain
"Baiknya nama lain," kata Syarief ketika ditanyakan Anies boleh atau tidak pakai nama Koalisi Perubahan.
Baca juga: Demokrat Disebut Lebih Cocok Koalisi dengan Prabowo ketimbang PDIP, Pengamat Sorot Hubungan SBY-Mega
Sementara itu, Demokrat akan segera mengambil langkah ke depan setelah tidak lagi masuk Koalisi Perubahan.
Kabar yang beredar, Demokrat lebih condong gabung ke Koalisi Indonesia Raya (KIR) yang mengusung Prabowo Subianto sebagai capres.
Alasannya, Demokrat bersama Agus Harimurti Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono punya hubungan tidak baik dengan PDIP dan Megawati Soekarnoputri.
(TribunWow Magang/Muhammad Al Kautsar)
Berita terkait Pilpres 2024 lainnya