TRIBUNNEWS.COM - Dugaan pelecehan seksual di ajang kecantikan Miss Universe Indonesia kini menjadi sorotan dan menuai kecaman publik.
Tak tinggal diam, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pun langsung turun tangan dan akan membentuk tim bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk menindaklanjuti kasus ini.
Jika benar ditemukan pelecehan seksual, Sandiaga Uno mengaku pihaknya tak segan akan memberikan tindakan tegas.
"Jika ada tindakan yang di luar adat dan budaya kita, apalagi kalau melanggar hukum, pasti akan ditindak secara tegas," kata Sandiaga Uno dikutip dari Kompas Tv, Selasa (8/8/2023).
Baca juga: Khofifah Indar Parawansa Diharapkan Masuk Tim Pemenangan Ganjar, Sandiaga Uno: Ini Luar Biasa
Diketahui, sebelumnya, kontes kecantikan ini lisensinya dipegang Yayasan Putri Indonesia, namun di tahun ini lisensinya baru saja berganti di bawah naungan PT Capella Swastika.
Pendiri PT Capella Swastika, Poppy Capella, pun buka suara terkait polemik ini.
Poppy menjawab polemik dugaan pelecehan seksual dalam body checking dalam gelaran ajang kecantikan itu.
Poppy pun menanggapinya dengan bijak dan bertekad untuk mengembalikan citra Miss Universe Indonesia.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua orang yang telah meluangkan waktu sejenak untuk berbagi pandangan, perasaan dan perspektif kami."
"Setiap umpan balik setiap komentar menjadi energi yang memperkuat tekad kami untuk mendorong organisasi Miss Universe Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi," tulis Poppy Capella yang Mnejabat sebagai Direktur Nasional dan pemilik organisasi Miss Universe Indonesia.
Laporan soal Dugaan PelecehanÂ
Polemik soal dugaan pelecehan terangkat ke publik lantaran salah satu finalis Miss Universe Indonesia 2023 berinisial R melaporkan hal ini ke pihak berwajib.
RÂ yang ikut melaporkan Poppy Capella pun turut memberikan kesaksian terkait tindak pelecehan seksual yang di alaminya.
Dijelaskan R dalam jumpa pers, R mengaku saat itu kaget ketika akan dilakukan body checking dan dirinya diminta untuk bugil.
"Saya sebagai salah satu finalis Miss Universe Indonesia 2023 sangat kaget karena adanya body checking."
"Kita disuruh melepas bra, tidak boleh pakai nipple pad atau bra gel dan kita benar-benar pakai celana dalam doang," ujar R di kawasan Senopati Jakarta Selatan, Senin (7/8/2023).
Selain itu, R mengatakan bahwa ia diminta memperlihatkan area belakangnya.
Bahkan, dirinya mengaku mendapatkan kontak fisik seperti diraba di beberapa area vital.
"Kita tidak hanya dilihat tapi juga dipegang areal privasi."
"Kalau yang saya alami, saya diminta memperlihatkan bagian belakang saya," terang R.
Baca juga: Sandiaga Uno Ranking 1 Cawapres Paling Populer Versi Survei Populi Center, Erick Thohir di Urutan 3
R juga diminta untuk melakukan beberapa pose, satu diantaranya adalah angkat kaki satu dan ditaruh di kursi.
"Dan di situ kita disuruh melakukan beberapa pose."
"Saya disuruh angkat kaki saya satu ke kursi untuk dilihat bagaimana, bagian bawah privasi saya bagaimana," sambung R.
R yang saat itu menjadi finalis tak bisa berbuat banyak karena ia merasa bahwa itu bagian dari kontes.
Pada saat itu, R merasa sangat direndahkan.
"Di situ saya bukannya mau (sukarela) tapi merasa itu bagian dari kontes, sebenarnya saya malah merasa direndahkan."
"Saya bingung apakah untuk jadi Miss Universe harus yaa seperti ini, dan saya di ajang lain tidak pernah ada body check separah ini," jelas R.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Terhadap laporan tersebut, Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, menyebut pihaknya telah menerima laporan tersebut.
Selanjutnya, laporan tersebut akan ditindak lanjuti melalui proses penyelidikan.
"Baru diterima laporannya dari pelapor."
"Polda Metro Jaya sudah menerima laporannya," kata Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (8/8/2023).
(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Bayu Indra Permana/Garudea Prabawati)
Berita terkait BREAKING NEWS Lainnya
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sandiaga Uno Tindak Tegas Dugaan Pelecehan Seksual di Miss Universe, Kini Bentuk Tim Bareng KPPPA