TRIBUNWOW.COM - Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie membantah isu adanya bunker berisi bom dan senjata di Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.
Pengakuan itu diungkap Connie Bakrie setelah diundang dalam acara peringatan 1 Muharram di Ponpes Al Zaytun, Rabu (19/7/2023) lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ponpes Al Zaytun dituding memiliki bunker penyimpanan senjata.
Untuk membuktikan tudingan tersebut, Connie Bakrie sampai menelusuri bagian bawah Ponpes Al Zaytun.
Baca juga: Giliran Ridwan Kamil yang Dilaporkan Panji Gumilang ke Polisi: Kurang Kehati-hatian soal Al Zaytun
Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Kembali Panggil Istri Panji Gumilang soal Ponpes Al Zaytun, Dulu Mangkir
Lalu, apa yang ditemukan Connie Bakrie di basement pondok pesantren terbesar di Asia Tenggara tersebut?
"Saya mau masuk dari bawah karena saya dengar di bawahnya Al Zaytun ada bunker," ujar Connie, dikutip dari kanal YouTube Tribunnews.com, Senin (24/7/2023).
"Di dalam benak saya kalau ada bom dia (sopir Ponpes Al Zaytun) enggak mungkin 'Baik Bu Connie' atau 'Baik Bu Conny tunggu dulu di sini'."
"Itu langsung jalan mobilnya, saya turun isinya mobil yang parkir," imbuhnya.
Alih-alih bom atau senjata, Connie mengaku hanya melihat tumpukan kayu di lantai dasar Ponpes Al Zaytun.
Baca juga: Buat Salfok Hadirin di Ponpes Al Zaytun, Anis Khairunnisa Rapikan Celana Panji Gumilang saat Pidato
Karena itu, ia membantah isu soal keberadaan bunker di ponpes yang diasuh Panji Gumilang tersebut.
"Yang kedua memang ada tumpukan benda-benda ternyata kayu, ada kayu gelondongan, ada kayu yang sudah siap buat dibangun, sudah dipotong-potong," ujar Connie.
"Banyak sekali yang sudah berdebu tebal, berlaba-laba."
"Enggak ada bom di sana, kalau ada bom enggak mungkin dalam satu hari ada laba-laba di situ, debu di situ."
"Jadi enggak ada bunker itu, saya validasi," katanya.
Selama menjadi tamu undangan, Connie pun berkeliling di wilayah ponpes.
Ia tak menampik sempat merasa takjub melihat megahnya bangunan Ponpes Al Zaytun.
"Kita negara Islam terbesar bukan katanya? Maunya saya menjadi juga negara tabayyun terbesar, bukan negara suuzan terbesar," tukasnya.
Perayaan 1 Muharram di Ponpes Al Zaytun
Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun baru-baru ini tengah menjadi sorotan seusai mengadakan perayaan 1 Muharram atau Tahun Baru Islam dengan mengundang beberapa tokoh hingga seorang aktivis Yahudi.
Dilansir TribunWow.com dari unggahan YouTube Ponpes Al Zaytun, perayaan 1 Muharram oleh pondok yang dipimpin oleh Panji Gumilang tersebut dapat diketahui.
Beberapa tokoh sempat diundang sebagai tamu kehormatan oleh Ponpes Al Zaytun dalam perayaan 1 Muharram tersebut.
Baca juga: Profil Lucky Hakim, Eks Wakil Bupati Indramayu, Penuhi Panggilan Bareskrim terkait Polemik Al Zaytun
Diawali dengan beberapa sambutan dari tokoh-tokoh undangan, perayaan 1 Muharram Ponpes Al Zaytun dibuka dengan orasi dari Connie Rahakundini Bakrie yang merupakan seorang akademisi dan seorang intelijen Indonesia.
Narasi yang diucapkan oleh Connie Rahakundini Bakrie juga diunggah dalam Instagram pribadinya, yakni @connierahakundinibakrie.
"Di mesjid megah 7 tingkat Al Zaytun, ditengah 15.000 hadirin dan para tokoh lintas agama, lintas kampus, lintas adat dan daerah... Saya sampaikan tentang pentingnya gerakan pada era Bani Abbasiyah (632-750 SM) dengan program translasi naskah-naskah kuno Yunani."
"Dua faktor pendorongnya, adalah kesuksesan Bani Umayah dalam meliterasi masyarakat dan adanya kebutuhan pada pola berpikir maju. Hal ini didapatkan melalui pemahaman naskah dan arsip kuno dari Socrates, Aristoteles, Plato, Phitagoras etc."
"Kaum pemikir Islam al. Al Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Rush, Al Jabr sangat menggandrungi cara berpikir para pemikir kuno Yunani dan menamai diri mereka dengan nama "fans club" neo platonik."
"Mengapa? Karena Plato mengenalkan dasar ilmu pengetahuan dengan sebuah prinsip : ‘’Manusia adalah Binatang yang bertanya’’. Semakin banyak bertanya maka semakin akan paham dunia dan ilmu pengetahuan, yang kemudian akan semakin membawa kemajuan...," unggah Connie Rahakundini Bakrie sesuai apa yang ia orasikan di acara perayaan Ponpes Al Zaytun.
Baca juga: Lucky Hakim Beberkan Pengalamannya Berkunjung ke Ponpes Al Zaytun, Sebut Kejanggalan Panji Gumilang
Tokoh lain yang mendapatkan undangan sebagai tamu kehormatan perayaan 1 Muharram Ponpes Al Zaytun adalah seorang aktivis yahudi, yakni Monique Rijkers.
Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube Ponpes Al Zaytun, Monique Rijkers dipersilahkan untuk menjadi pembicara pada acara perayaan 1 Muharram tersebut.
“Salam damai buat Syech Panji Gumilang, dan seluruh keluarga besar Al Zaytun. Terima kasih telah mengundang saya di sini. Terima kasih telah membolehkan saya memakai baju Bintang Daud,” tutur Monique Rijkers dalam orasinya di Ponpes Al Zaytun tersebut.
Selain Monique Rijkers, ada tokoh lain yang menjadi tamu undangan acara perayaan 1 Muharram Ponpes Al Zaytun, yakni Pablo Benua.
Pablo Benua yang dikenal sebagai artis sekaligus seorang pengusaha tersebut menyatakan dukungannya kepada Al Zaytun dan siap memberikan suntikan dana kepada pondok milik Panji Gumilang tersebut apabila kekurangan dana. (TribunWow.com)
Baca artikel lain terkait Ponpes Al Zaytun