Ponpes Al Zaytun dan Ajarannya

Nasib 4.985 Santri di Ponpes Al Zaytun Abu-abu Gegara Panji Gumilang, Begini Keinginan Menko PMK

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase Panji Gumilang saat memberikan kutbah dan salat Idul Adha di Ponpes Al Zaytun yang masih berjarak, Rabu (29/6/2023).

TRIBUNWOW.COM - Polemik Ponpes Al Zaytun dan pimpinannya yaitu Panji Gumilang akan berdampak pada santri yang menempuh ilmu di sana.

Apalagi pemerintah sudah turun tangan untuk melakukan investigasi dugaan penyimpangan syariat Islam di Ponpes Al Zaytun.

Setelah pemerintah melakukan investigasi, gantian pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan atas laporan di Ponpes Al Zaytun.

Baca juga: Babak Baru Polemik Ponpes Al Zaytun: Pemerintah Sudah Investigasi, Bareskrim Panggil Panji Gumilang

Ponpes Al Zaytun terancam ditutup jika terbukti ada tindak pidana.

Nasib 4.985 santri pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah di Ponpes Al Zaytun lantas dipertanyakan.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com pada Senin (3/7/2023), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy angkat bicara terkait nasib santri Ponpes Al Zaytun.

Muhadjir Effendy berharap santri Ponpes Al Zaytun tidak terpengaruh dengan adanya polemik tersebut.

Terutama dalam proses belajar mengajar, Muhadjir Effendy ingin santri Ponpes Al Zaytun tetap mednapatkan hak pendidikannya.

“Harus dipastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan di sana dapat berlangsung dan berlanjut, tidak akan terganggu atau paling tidak, tidak terlalu terganggu oleh adanya masalah tersebut,” ujar Muhadjir Effendy.

Penampakan kompleks Ponpes Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat diambil dari udara. (Laman resmi Ponpes Al Zaytun)

Baca juga: Wanita Jadi Imam di Ponpes Al-Khafiyah, Ternyata Ulah YouTuber: Tidak Bermaksud Menistakan Agama

Selain itu, Muhadjir Effendy meminta berbagai pihak untuk bekerja sama demi ribuan santri di Ponpes Al Zaytun.

Termasuk bekerja sama untuk mengusut tuntas polemik di Ponpes Al Zaytun.

Muhadjir Effendy berkaca pada kasus Ponpes Assidiqiyah Jombang yang kini bisa melanjutkan proses belajar mengajar setelah menyelesaikan masalah hukum.

"Kita harus belajar dari penanganan kasus Pondok Pesantren Assidiqiyah Jombang. Seluruh pihak harus mau bekerja sama mendorong penegakan hukum terhadap oknum dan memisahkan antara persoalan pidana dan entitas pendidikan," kata Muhadjir Effendy.

"Setelah oknum diamankan, satuan pendidikan tetap bisa berjalan secara normal," jelasnya.

Baca juga: Panji Gumilang Pamer Jumlah Kurban Idul Adha Ponpes Al Zaytun, Ratusan Domba hingga Puluhan Sapi

Heran Panji Gumilang Punya 256 Rekening

Eks Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji menyoroti ratusan rekening yang dimiliki Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang.

Dilansir TribunWow.com, dari bukti rekening tersebut pihak berwajib dapat melacak pendapatan dan pengeluaran terkait Ponpes kontroversial tersebut.

Susno Duadji juga menilai janggal adanya rekening pribadi sebanyak 256 atas nama Panji Gumilang dan 30 rekening atas nama Ponpes Al Zaytun.

"Alat bukti yang bisa digunakan banyak, tadi kan sudah ada 256 rekening," sebut Susno Duadji dikutip kanal YouTube METRO TV, Sabtu (1/7/2023).

Berbekal rekening tersebut, pihak kepoisian seharusnya bisa dengan mudah mencatat transaksi keluar-masuk untuk menemukan kejanggalan.

"Dari situ bisa ditelusuri, follow up the money, ke mana alirannya dan dari mana asalnya, dan terkait untuk apa. itu gampang sekali gitu untuk menyelidikinya."

Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang saat memberikan khutbah Idul Adha pada Kamis 29 Juni 2023. (YouTube Al-Zaytun Official)

Susno Duadji mengakui kepemilikan rekening begitu banyak atas nama pribadi sangat tidak lazim.

Bahkan, perusahaan, orang terkaya di Indonesia hingga para pegawai pemerintahan pun tak memiliki rekening dengan jumlah fantastis.

"Ya jelas selaku mantan penyidik, saya katakan sesuai dengan pendapat Pak Yunus Husein mantan ketua PPATK, itu adalah unusual," kata Susno Duadji.

"Tidak lazim orang punya rekening sebanyak itu.Company-company yang besar saja di Republik ini baik swasta ataupun BUMN, tidak mempunyai rekening sebanyak itu."

"Termasuk juga konglomerat yang kaya raya di negeri ini juga tidak sebanyak itu sampai ratusan rekening pribadi dan juga rekening perusahaan juga tidak sebanyak yang disebutkan, itu itu sudah tidak wajar," tandasnya.

(TribunWow.com/Khistian/Via) 

Baca berita terkait lainnya