Terkini Daerah

Dibunuh Anaknya karena Uang, Ayah di Bekasi Sempat Curhat ke Tetangga Pelaku Dipecat dari TNI

Editor: Anung
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Di media sosial TikTok beredar video yang merekam kesedihan istri tukang sate Widodo Cahya Putra (43) yang dibunuh anak sendiri, Prada DR.

TRIBUNWOW.COM - Hanya karena tidak memberikan uang, penjual sate bernama Widodo dibunuh oleh anaknya sendiri di kediaman mereka di Jalan Pejuang Jaya, RT 5/12, Medan Satria, Kota Bekasi.

Pelaku yakni Prada DR diketahui sedang dalam proses dipecat dari TNI.

Dikutip TribunWow dari TribunBekasi, sebelum korban tewas, dirinya ternyata sempat bercerita ke tetangganya terkait nasib pelaku yang sedang dalam proses dipecat dari TNI.

Baca juga: Hampir Dipecat karena Desersi, Oknum TNI di Bekasi Bunuh Ayah Kandung seusai Salat Idul Adha Bersama

Tetangga yang dicurhati oleh korban ini diketahui bernama Riko.

Riko mengungkapkan sering bercengkerama dengan korban Widodo Cahyo Putra. Beberapa bulan lalu, Widodo menceritakan kepadanya bahwa DR tengah dalam proses pemecatan dari TNI.

"Saya tahu pelaku TNI dan mau dipeca, Bapaknya yang cerita. Enggak tahu gara-gara apa. Saya dengar dari bapaknya," kata Riko di dekat kediaman korban Jalan Pejuang Jaya, RT 5/12, Medan Satria, Kota Bekasi, Sabtu (1/7/2023).

Namun, ia mendengar kabar burung bahwa alasan DR dipecat karena sifatnya yang temperamen. DR disebutkannya sering bertengkar.

"Katanya gara-gara sering berantem. Jangankan sama orang lain, sama teman asramanya juga pernah," ucapnya.

Saat itu, atasan satuan tempat DR berdinas langsung mendatangi kediaman korban untuk memberitahu pihak keluarga bahwa DR sedang bermasalah.

"Langsung dicari sama atasannya kesini, dia berantem tapi enggak mau tanggung jawab. Kalau yang di asrama, berantem sama teman asramanya, satu angkatan," kata Riko.

Diketahui sebelumnya, seorang pedagang sate bernama Widodo, ditemukan tewas di kediamannya yang juga tempatnya berdagang di Jalan Pejuang Jaya RT 5/12, Medan Satria, Kota Bekasi pada Kamis (29/6/2023).

Korban ditemukan tak bernyawa akibat lima luka tusuk di bagian dada, perut, leher dan kepala.

Belakangan, diketahui bahwa DR yang merupakan anak kandung korban, menjadi pelaku pembunuhan.

Motifnya sendiri, DR disebut sakit hati lantaran Widodo menolak memberikannya uang Rp8 juta saat diminta oleh pelaku. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Pedagang Sate yang Tewas Dibunuh Sempat Memohon Anaknya Bersabar karena Dagangannya Lagi Sepi