Ponpes Al Zaytun dan Ajarannya

Bandingkan Kasus Al Zaytun dan Ahok, Salim Said Soroti Beda Sikap Pemerintah: Malah Mau Tabayyun?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pakar politik Prof Salim Said (kiri) dan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu, Panji Gumilang (kanan). Salim Said membandingkan kasus Al Zaytun dengan Ahok.

TRIBUNWOW.COM - Polemik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, turut ditanggapi pakar politik, Prof Salim Said.

Dilansir TribunWow.com, Salim Said pun mengkritik lambatnya tindakan pemerintah dalam mengusut kasus dugaan penistaan agama oleh Ponpes Al Zaytun yang kini viral.

Melalui kanal YouTube tvOneNews, Kamis (22/6/2023), Salim Said pun membandingkan polemik Al Zaytun dengan kasus penistaan agama yang pernah membelit mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Baca juga: Cuma Cari Uang? Terkuak Tujuan Panji Gumilang Nyanyi Lagu Yahudi di Al Zaytun, Diduga Terlilit Utang

Baca juga: Senyum Tipis dan Acungan Jempol Panji Gumilang di Antara Ribuan Massa Al Zaytun, Lihat Penampakannya

Menurut Salim Said, pemerintah seharusnya bergerak cepat mengusut kasus Al Zaytun seperti saat menangkap Ahok pada 2016 lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ponpes Al Zaytun tengah menuai sorotan karena cara beribadah yang berbeda dari umat Islam pada umumnya.

Sejumlah kontroversi turut membelit pimpinan Ponpes Al Zayutn, Panji Gumilang.

Ia diduga menyebarkan agama sesat kepada ribuan pengikutnya.

"Pertanyaan saya adalah kan Majelis Ulama sudah memberikan pendapat," ujar Salim Said.

"Ketika Majelis Ulama memberikan pendapat mengenai Al-Maidah kan pemerintah bertindak."

Potret pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, Panji Gumilang. (Kolase Tribunnews)

Salim Said lantas menyinggung pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengaku sedang melakukan tabayyun terhadap polemik Ponpes Al Zaytun.

Dalam kasus ini, kata dia, tak diperlukan diperlukan proses yang berbelit-belit.

"Tidak perlu Tabayyun, bertindak dan Ahok ditahan," katanya.

"Ini kok berpanjang-panjang padahal ini masalahnya sudah sangat serius."

Ia lantas membahas video viral saat Panji Gumilang bernyanyi lagu Yahudi diikuti ribuan pengikutnya.

Baca juga: Masa Kelam Ponpes Al Zaytun, Panglima TNI Endriartono sampai Pecat Anak Buah Imbas Kasus Pemilu 2004

Menurutnya, video viral itu beredar bertepatan dengan kisruh Piala Dunia U-20 yang batal digelar di Indonesia.

Sebagai informasi, Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia diduga karena ramainya penolakan terhadap Timnas Israel.

"Dengan mudah lagu Israel dinyanyikan Panji Gumilang dan pengikutnya di sana lalu disiarkan di TV," ujarnya.

"Itu terjadi saat pemerintah Indonesia tidak mengizinkan sepak bola Israel masuk ke Indonesia."

"Apakah ini bagian dari perlawanan, satu kekuatan dalam politik Indonesia terhadap keputusan PSSI itu? Itu jadi kecurigaan orang."

Ia menyayangkan lambannya tindak lanjut dari kasus Ponpes Al Zaytun.

Salim Said pun mendesak pemerintah segera bertindak.

"Mestinya kalau seperti yang sudah dialami dari kasus Al-Maidah ya langsung bertindak saja," papar Salim Said.

"Ini sudah 10 tahun lebih kok enggak ada tindakan kok malah mau tabayyun?"

"Jangan jadi makini kisruh masalah ini," tandasnya.

Baca juga: Masa Kelam Ponpes Al Zaytun, Panglima TNI Endriartono sampai Pecat Anak Buah Imbas Kasus Pemilu 2004

Sosok Intel dari Panji Gumilang

Pernyataan-pernyataan Panji Gumilang juga membuat heboh publik.

Satu di antaranya adalah pengakuan Panji Gumilang yang memiliki intel di Jakarta.

Dengan begitu, Panji Gumilang dengan mudah mendapatkan semua informasi demi melindungi Ponpes Al Zaytun.

Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube tvOneNews pada Kamis (22/6/2023), Pendiri Yayasan Pesantren Indonesia, Imam Suprianto mengakui hal tersebut.

Imam Suprianto menyebut adik Panji Gumilang bernama Mayor Agung Sidayu adalah sosok intel yang dimaksud.

Pasalnya, Agung Sidayu merupakan agen interpol di BIN yang bisa memberikan akses untuk Panji Gumilang.

"Itu ada bahwa yang namanya Myr. Agung Sidayu yang notabene adalah adik kandungnya Panji Gumilang," ujar Imam Suprianto.

"Itu agen interpol di BIN, itu yang dapat mandat dari Pak Muldoko untuk akses ke Polres, Polda, Mabes Polri," tambahnya.

"Jadi begitulah permainan, dengan kekuatan seperti itu, dia berani sekarang," tandasnya.

Baca juga: Viral Beda Outfit Prabowo Subianto saat Kerja dan Santai, Lihat Perbandingannya

Tak berhenti di situ saja, Imam Suprianto juga menyebut Panji Gumilang akan pergi ke Tel Aviv di Israel.

Penyebabnya karena Ponpes Al Zaytun terlilit utang di beberapa bank.

Ditambah lagi Ponpes Al Zaytun sedang dalam situasi yang memanas karena pemerintah mulai turun tangan mengusut dugaan penyimpangan syariat agama Islam.

"Mau ngomong apapun, dia yakin enggak ditangkap, dan saya terakhir melihat bahwa dia sudah komunikasi dengan Tel Aviv," tutur Imam Suprianto.

"Sudah komunikasi dan dalam waktu dekat, Pak Panji itu akan Tel Aviv," tambahnya.

"Kenapa masalah ini terjadi, karena Al Zaytun sekarang sedang kesulitan untuk membayar ke bank-bank," jelasnya.

"Itu yang dulu namanya harus bayar Rp 1,1 miliar, itu belum selesai," tandasnya. (TribunWow.com/Tami/Khistian)

Baca artikel lain terkait Ponpes Al Zaytun