TRIBUNWOW.COM - Anggota Brimob Polda Riau bernama Bripka Andry Darmairawan saat ini tengah viral gara-gara curhatannya di media sosial (medsos).
Bripka Andry curhat mengaku diperintahkan oleh Komandan Batalyon (Danyon) Kompol Petrus Simamora untuk mencari uang sebesar Rp 650 juta yang kemudian ditransfer ke rekening pribadi sang atasan.
Dikutip TribunWow dari TribunPekanbaru, semenjak viral curhatan tersebut, Bripka Andry diketahui belum kembali bekerja di tempat barunya.
Baca juga: Polisi Temukan Keanehan di HP Mahasiswi USU yang Tewas Misterius, Ponsel Sempat Dibawa Ayah Angkat
Informasi ini disampaikan oleh Kabid Propam Polda Riau, Kombes Pol Johanes Setiawan.
Kombes Pol Johanes Setiawan menjelaskan bahwa sejak dimutasi ke Pekanbaru, Bripka Andry belum sekalipun masuk dinas ke kesatuannya di Batalyon A Pekanbaru.
"Jadi sampai sekarang dia belum masuk dinas sejak pertama kali ia dimutasi. Sehingga tanggal disidang dan sudah diputus, namun tidak tetap tidak hadir," kata Kombes Johanes.
Setelah disiplin pertama, ia kemudian menjalani proses disiplin kedua pada tanggal 23 Maret karena sudah terhitung 14 hari tidak masuk, dan kasus itu masih dalam proses sidang.
"Yang ketiga inilah adalah kasus yang hari ini viral. Kita sudah dalami di Propam dan sudah diproses untuk ditindak lanjuti," katanya.
Seperti diketahui sebelumnya, media sosial diramaikan dengan curhatan seorang anggota Brimob Polda Riau yang mengaku dimutasi demosi tanpa alasan yang jelas.
Tak hanya itu, anggota polisi mengaku bernama Bripka Andry Darma Irawan itu mengklaim diminta komandannya mencari sejumlah uang di luar kantor. Ia diketahui bertugas di Rokan Hilir.
"Saya Bripka Andry Darma Irawan, S.A.P Saya sebelumnya berdinas di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau yang berada di Menggala Junction Kabupaten Rokan Hilir." tulisnya sebagai pembuka kalimat dikutip dari Instagram @kabarnegri, Senin (05/06/2023).
Baca juga: Brimob Polda Riau Singgung Rekam Jejak Bripka Andry Viral Curhat Setor Rp 650 Juta: Banyak Masalah
Dalam unggahan yang diposting ulang akun tersebut memuat bukti transferan sejumlah uang yang diduga diminta sang komandan.
"Saya dimutasi Demosi tanpa ada kesalahan dari Batalyon B Pelopor ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru." ujarnya dalam postingan tersebut.
Selain diduga bukti transferan, ada juga unggahan berupa tangkapan layar chat WA diduga antara Bripka Andry dan komandannya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Diperiksa Propam Polda Riau, Kompol Petrus Dicopot dari Jabatan Buntut Viral Setoran Ratusan Juta