TRIBUNWOW.COM - DEAR Persija Jakarta, ada putra daerah yang punya pengalaman abroad namun saat ini sudah menganggur, bisa digaet mudah, tapi wajib pecundangi PSIS Semarang dan Persib Bandung.
Dilansir TribunWow.com, saat ini, Persija Jakarta santer dikabarkan melepas striker muda supersub nya, Ginanjar Wahyu ke Arema FC.
Striker muda berlabel Timnas Indonesia itu santer dilepas Persija Jakarta dengan skema loan ke Arema FC.
Tentu, santer dilepasnya Ginanjar Wahyu ke Arema FCmembuat lini depan Persija Jakarta minim pilihan.
Baca juga: Transfer Sajete 4 ASEAN Persija Jakarta: 2 Potensial Gabung, 2 Bisa Gegerkan Publik, Intip Lisnya
Praktis, Persija Jakarta hanya memiliki satu striker lokal di lini depan.
Memang, Persija Jakarta diprediksi bakal kembali gunakan dua pemain asing di lini serang.
Namun, kendala terjadi jika sang pemain asing cedera atau akumulasi kartu kuning.
Mengingat, hanya ada Aji Kusuma sebagai striker opsi lain dari Thomas Doll di lini depan.
Masalah bisa saja semakin kompleks andai Persija Jakarta tak mendatangkan striker lokal anyar untuk menambah kedalaman skuad dan Aji Kusuma turut absen bermain.
Praktis, mau tidak mau, Persija Jakarta harus menugaskan satu di anatra wingernya menjadi striker false nine yang diprediksi tak akan menjadi solusi konkrit lini depan Macan Kemayoran.
Baca juga: Gejolak Panas Transfer Duo Jateng PSIS Semarang dan Persis Solo, Berikut Prediksi Model Skemanya
Hal itu tak terlepas dari adanya perbedaan insting gol antara winger dan penyerang tengah murni.
Dan, untuk atasi hal itu, Persija Jakarta bisa mempertimbangkan opsi memulangkan putra daerahnya ke Ibu Kota yakni striker Indonesia keturunan Mali, Usman Diarra.
Seperti diketahui, belum lama ini, Usman Diarra telah resmi pamit dari Hang Yuan FC, Kamis (1/6/2023).
Keluarnya striker kelahiran asli Jakarta 25 tahun itu membuka asa Persija Jakarta untuk menggaetnya dengan cuma-cuma.
Mengingat, Usman Diarra merupakan striker bertipikal pendobrak yang lihai memanfaatkan semua sektor di lini depan baik dari tengah, kiri maupun kanan.
Atau bisa dikatakan, Usman Diarra merupakan striker pekerja keras, cepat dan ngotot sesuai dengan selera dari Thomas Doll.
Pengalamannya bermain di Liga China Taipei bisa menjadi pertimbangan Persija Jakarta untuk mendatangkannya.
Terlebih, meski masih berusia 25 tahun, Usman Diarra dikenal memiliki banyak rekam kiprah baik di klub Liga 1 maupun Liga 2.
Lantas, bagaimana dengan catatan peluang Persija Jakarta jika meminati tanda tangan Usman Diarra?
Potensi Persija Jakarta mendatangkan Usman Diarra terbuka lebar seusai saat ini sang striker telah resmi menganggur dilepas oleh Hang Yuan FC.
Meski begitu, Persija Jakarta harus bisa memastikan jika mereka berhasil mempecundangi PSIS Semarang serta Persib Bandung terlebih dahulu.
Hal itu tak terlepas dari turut berminatnya PSIS Semarang dan Persib Bandung dalam perburuan Usman Diarra.
Berikut rekam jejaknya, profil dan juga catatan statistiknya:
Rekam Jejak Karier
1. Villa 2000 B (2017)
2. Bhayangkara Yth (2017-2018)
3. Persikabo 1973 (1 Mei -1 Oktober 2018)
4. Persik Kediri (2018-2020)
5. Persikota Tangerang (2020-2021)
6. PSKC Cimahi (1 Juni-4 November 2021)
7. Kalteng Putra (4 November - 10 Juni 2022)
8. Nusantara United (2022-2023)
9. Hang Yuan FC (4 Februari - 1 Juni 2023).
Profil Usman Diarra
Dikutip TribunWow.com dari Transfermarkt, berikut profil dari Usman Diarra:
Nama : Aidil Usman Diarra
Tanggal lahir : 31 Januari 1998
Tempat kelahiran : Jakarta, Indonesia
Usia : 25 tahun
Tinggi : 1,80 m
Kewarganegaraan : Indonesia-Mali
Posisi : Penyerang Tengah/Centre Forward
Kaki : Kanan/Right
Agen Pemain : Ressy Enterprise
Klub Saat Ini : Tanpa Klub
Bergabung : -
Kontrak berakhir : -
Statistik Usman Diarra
1. Nusantara United FC: 4 pertandingan, 1 kartu kuning, 233 menit bermain
2. Kalteng Putra FC: 4 pertandingan, 1 kartu kuning, 226 menit bermain
3. PSKC Cimahi: 3 pertandingan, 1 assist, 53 menit bermain
4. New Taiperi City Hang Yuan FC: 4 pertandingan, 1 kartu kuning, 30 menit bermain.
Agen Langganan PSIS Semarang Potensi Bawa Pemain Lagi
Agen pemain langganan PSIS Semarang potensi bawakan satu predator lokal lagi di bursa transfer awal musim Liga 1 2023/2024, Persib Bandung potensi gigit jari.
Dilansir TribunWow.com, belum lama ini, predator keturunan Indonesia-Mali, Usman Diarra, umumkan telah hengkang dari klub China Taipe, Hang Yuan FC.
Kabar hengkangnya Usman Diarra dari Hang Yuan FC ia umumkan secara langsung di Instagram pribadinya pada Kamis (1/6/2023).
“important experience (pengalaman penting) Terimakasih atas kesempatan berharga Sampai ketemu kembali," tulis @usmandiarra.
Baca juga: Gejolak Panas Transfer Duo Jateng PSIS Semarang dan Persis Solo, Berikut Prediksi Model Skemanya
Tentu, hengkangnya striker kelahiran Jakarta itu membuat isunya kembali ke Liga Indonesia santer menguat.
Mantan pemain Persik Kediri itu pernah dikaitkan dengan potensinya bergabung dengan Persib Bandung pada bursa transfer awal musim ini.
Kabar turut diliriknya Usman Diarra oleh Persib Bandung pernah diungkap oleh akun fans base @persib.stat, Rabu (10/5/2023).
"Usman Diarra pemain berusia 25 tahun keturunan Mali-Indonesia yang saat ini bermain untuk klub Hang Yuan FC di Liga Taiwan kabarnya diminati Persib."
"Hal ini pun dibenarkan oleh Diarra, bahwa Persib menginginkan dirinya. Namun ia memilih bersikap profesional dengan menghargai kontrak yang mengikatkannya hingga 10 Juni 2023 bersama Hang Yuan FC."
"Diarra berposisi sebagai striker dan mempunyai postur tubuh yang sangat ideal untuk ukuran seorang striker, yaitu 180 cm. Back up striker yang pas untuk David da Silva," tulis @persib.stat.
Namun, nampaknya Persib Bandun
Baca juga: Transfer Paradoks PSIS Semarang: Santer Filipina, Timor Leste Realisasinya, Ini 2 Kejutan Lainnya
g tak akan sendiri dalam perburuan tanda tangan Usman Diarra.
Pasalnya, klub biru lainnya yang ditengarai adalah PSIS Semarang, santer antre untuk bisa mendapatkan Usman Diarra.
Kabar masuknya PSIS Semarang dalam perburuan Usman Diarra diungkap oleh @gosball, Kamis (1/6/2023).
Bukan secara langsung, akun tersebut membeberkan isyarat jika Usman Diarra juga didekati klub bernuansa biru pada bursa transfer awal musim ini.
Lebih lanjut, saat ini PSIS Semarang juga dikenal sebagai tim agresif di bursa transfer.
Sehingga, cukup berdasar jika PSIS Semarang merupakan tim yang dimaksud.
Mengingat Arema FC belum lama ini sudah mendatangkan dua lokal anyar yakni Flabio Soares dan Ginanjar Wahyu.
Selain itu, sosok Usman Diarra saat ini termasuk ke dalam naungan agensi Aggy Ressy.
Aggy Ressy akrab dengan bos PSIS Semarang, Yoyok Sukawi.
Keakraban itu berpotensi besar bakal membawa Usman Diarra merapat ke PSIS Semarang musim depan.
Terlebih, di lini depan, pelapis Carlos Fortes tak banyak opsinya.
Sosok Usman Diarra bisa masuk menjadi pelapis bahkan bisa menjadi tandem Carlos Fortes andai performanya menjanjikan di lini depan.
(TribunWow.com/Adi Manggala S)