TRIBUNWOW.COM - Pada Liga 1 musim 2022/2023, suporter Bali United sangat rajin meminta agar Stefano Cugurra Teco segera diganti demi memperbaiki nasib Serdadu Tridatu.
Sempat beredar gosip dan rumor beberapa pelatih akan menggantikan posisi Teco, satu di antaranya adalah eks pelatih Persik Kediri yakni Divaldo Alves.
Dikutip TribunWow dari ligaindonesiabaru, namun saat ini tampaknya Semeton Dewata harus ikhlas Teco bertahan di Bali United.
Meski Liga 1 musim 2023/2024 masih belum dimulai, Teco sudah mulai berbicara terkait persiapan Bali United di musim depan.
Baca juga: Pesona Transfer Teco di Bali United: Magnet Pemain Uzur dan Aroma Persija Jadi Menyengat, Cek Lisnya
Baca juga: Teco Bakal Buat Bali United Makin Rasa Persija: Osvaldo-Maman Dilirik, Tony Sucipto Selanjutnya?
Terbaru, Teco buka suara soal persiapan Bali United melakukan laga uji coba melawan Persebaya Surabaya pada 28 Mei 2023.
“Kabar bagus Bali United bisa main lawan Persebaya. Uji coba ini tentu buat persiapan tim. Bisa melihat kondisi fisik, teknik, dari pemain setelah menjalani waktu libur,” ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Teco juga telah menyatakan dirinya menantikan semua pemain Serdadu Tridatu bisa tepat waktu untuk menjalani latihan bersama.
“Mudah-mudahn beberapa pemain baru sudah bisa ikut latihan tanggal 15 Mei nanti,” tutur Teco.
“Kami tim pelatih pastinya harus melihat dulu mereka di latihan, kondisi mereka bagus pasti bisa bermain,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, akun gosip sepak bola @kandaboll menyebarkan rumor bahwa Bali United kini tertarik mendatangkan Divaldo Alves.
"Bali United minat mendatangkan Divaldo Alves," tulis @kandaboll.
Divaldo Alves diketahui saat ini berstatus sebagai Kepala Pelatih Persik Kediri sejak 27 Agustus 2022.
Pelatih asal Angola ini memiliki prestasi yang cukup baik bersama Persik Kediri.
Dari total 26 pertandingan di Liga 1 musim 2022/2023, Divaldo Alves berhasil menang 12 kali, 7 kali seri dan 7 kali kalah.
Namun secara keseluruhan, Teco sebenarnya lebih unggul dari segi prestasi karena sudah berpengalaman menjuarai Liga 1 bersama Bali United dan Persija Jakarta.
Tak akan mudah bagi manajemen Bali United untuk menentukan sikap mempertahankan Teco di tengah hujatan para suporter atau menggantinya dengan wajah baru.
Sebelumnya diberitakan, kemarahan Semeton tak terbendung seusai Borneo FC mempermalukan Bali United dengan skor akhir 5-1 saat bertanding di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (3/4/2023) malam.
Kekecewaan suporter Serdadu Tridatu bermuara terhadap membesarnya desakan kepada manajemen Bali United untuk segera mengganti Stefano Cugurra Teco yang sampai saat ini masih menjabat sebagai kepala pelatih Bali United.
Dikutip TribunWow, kekecewaan ini tampak jelas dalam akun Instagram CEO Bali United, Yabes Tanuri yakni Instagram @yabestan yang menjadi target bulan-bulanan Semeton.
Baca juga: Persija Potensi Rombak Skuad Asing di Musim 2023/2024: Hanya 1 Pemain Dikabarkan Aman, Kudela?
Unggahan terakhir Yabes Tanuri pada 7 Desember 2022 silam dipenuhi oleh komentar-komentar baru seusai Bali United dipermalukan 5-1.
"Lapor pak, teco teco apa yang bisa bikin seneng? #Tecoout," tulis @xysunrisee_.
"Huftt 5-1 gaada niatan out??" ujar @trulyzxq.
"MINIMAL KICK TECO LAH, MISKIN TAKTIK KALAH MEGENEP HAHA BALI UNITED YG DULUNYA NYAKCAK LAMA KELAMAAN BADUT LIGA 1," kata @_lanangjr.
"Pecat tecoo puakkkk," tulis @dwipayaaana.
Sebagai informasi, Yabes Tanuri sudah mengetahui desakan para suporter untuk mengganti Teco.
Namun kala itu, Yabes Tanuri menjelaskan bahwa jeleknya performa Bali United harus dievaluasi secara keseluruhan, termasuk dari segi pemain.
Dikutip dari TribunBali, Yabes Tanuri juga mengungkit manajemen turut perlu melakukan evaluasi.
“Kami sudah melakukan evaluasi, bukan hanya Coach Teco saja, tetapi evaluasi juga kami lakukan terhadap pemain dan termasuk di jajaran manajemen. Evaluasi kami lakukan tiap pertandingan dan tiap bulannya,” ujar Yabes Tanuri, Rabu (8/2/2023) lalu.
Teco sendiri pernah berkomentar bahwa kebijakan kerap mengganti pelatih justru berdampak negatif terhadap tim.
“Di Indonesia saya lihat banyak tim ganti pelatih, ada tim dalam satu musim sampai 3 pelatih. Meskipun Liga tidak ada degradasi, waktu ada degradasi mungkin bisa ganti 5 pelatih, saya pikir kadang - kadang tidak bagus buat tim,” ujar Teco kepada Tribun Bali pada Minggu 5 Maret 2023.
(TribunWow.com/Anung)
Baca juga berita lain terkait Liga 1