TRIBUNWOW.COM - Berita viral aksi Kapolres Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yudha Pranata, menancapkan sangkur di atas meja di hadapan warga rupanya dipelintir sejumlah media.
Dilansir TribunWow.com, warga suku Kawa pasang badan saat Yudha Pranata dituding mengancam masyarakat sekitar untuk menyerahkan lahan titik nol Waduk Lambo, Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa Selatan, Nagekeo.
Alih-alih memaksa warga, Yudha Pranata justru disebut melindungi masyarakat sekitar untuk mendapatkan haknya terkait proses pembebasan lahan untuk Proyek Strategis Nasional Pembangunan Waduk Way-Lambo.
Baca juga: Viral Bocah Hilang Diduga Dibawa Makhluk Astral di Subang, Bermula saat Mudik ke Rumah Kosong
Video klarifikasi seorang warga Nagekeo itu viral, satu di antaranya diunggah akun Instagram @fakta.indo, Jumat (28/4/2023).
"Semua itu kami merasakan bahwa tidak benar, dalam arti video itu suaranya tidak muncul," ucap warga.
"Sedangkan apa yang dilakukan Bapak Kapolres itu bukan sedang melaksanakan intimidasi terhadap masyarakat Kawa."
"Beliau sudah buat pendekatan kepada masyarakat kawa, tetapi hari itu dokumen masyarakat Kawa masih terhambat yang dilakukan oleh pihak BPN," imbuhnya.
Menurut warga tersebut, sang kapolres justru mendesak BPN untuk segera mengurus kelengkapan dokumen pembebasan lahan.
"Kami merasa diuntungkan oleh teman-teman Kamtibmas datang membantu kami untuk bersama-sama mengurus dokumen," ucapnya.
"Apa yang diviralkan itu tidak benar, kalau bisa dimintakan video aslinya bahwa di situ jelas Bapak Kapolres jelas tidak sedang mengintimidasi kami, menakut-nakuti kami."
Baca juga: Viral Seorang Pria Dipinjami Uang Rp 3,5 Juta Malah Kembalikan Uang Rp 9,5 Miliar, Begini Kisahnya
Isi Video Sebenarnya
Sementara itu, video yang beredar luas terkait aksi sang kapolres menancapkan sangkur di hadapan warga telah diedit dan dipelintir.
Dalam video aslinya, Yudha Pranata menancapkan sangkur sebagai bentuk perlindungan kepada warga Nagekeo.
"Selama ini kita sudah banyak berkomunikasi, berkoordinasi, saya minta semua harus dituntaskan," ucap Yudha Pranata dalam video asli.
"Saya minta apa yang menjadi kewajiban dituntaskan karena kita sebagai Kamtibmas juga punya kewajiban untuk menjaga."
"Masyarakat sudah banyak bersatu, kita sudah bersatu merayu mereka, mengajak, mendukung dari dulu pernah menolak," imbuhnya.
Yudha lantas menyinggung pengorbanan warga yang telah merelakan lahannya.
Baca juga: Viral Pengemis Buntung Berubah Jadi Orang Normal, Pura-pura Cacat demi Belas Kasihan dan Cuan
Menurut Yudha, BPN harus bertanggungjawab dengan segera menerbitkan dokumen pembebasan lahan warga sekitar.
"Tapi masyarakat ini harus merelakan tanahnya, dan mereka menunggu kapan haknya," jelas Yudha.
"Supaya masyarakat yang sudah merelakan tanahnya bisa mencari penghidupan yang lain, bisa mencari kegiatan yang lain."
"Jangan dibiarkan menunggu, kita ini tidak bisa berlama-lama harus berdekatan, kasihan."
"Sudah berapa lama sudah tiga bulan," imbuhnya.
Setelah itu, Yudha terlihat berdiri dan mengambil sangkur dari kantong celananya.
Ia lantas menancapkan angkur itu di atas meja.
"Saya terakhir, kami aparat akan menjaga dengan baik dan kami tidak bisa menghalangi masyarakat meminta haknya, itu hak mereka," tegasnya.
(TribunWow.com)