TRIBUNWOW.COM - Pria penyuka sesama jenis berinisial FF (19) hampir tewas dibunuh oleh pasangannya sendiri DHAM (19).
FF diketahui mengalami luka parah saat menjadi korban percobaan pembunuhan oleh DHAM dan rekan pelaku WA (19) di sebuah hotel di Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dikutip TribunWow dari Kompas, ironisnya FF lah yang justru lebih dulu melakukan ancaman akan membunuh DHAM.
Baca juga: Modus Ancam Tak Beri Nilai, Guru SD di Bengkulu Utara Cabuli 25 Siswanya
FF diketahui tidak terima hubungan asmaranya diputus oleh DHAM.
Korban yang tak terima kemudian mengancam akan membongkar aib DHAM yakni pelaku adalah pria penyuka sesama jenis.
“Motif karena takut hubungan diketahui oleh orangtua (karena suka sesama jenis), salah satu pelaku ini dengan korban. Lalu ajak teman untuk menghabisi korbannya,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kulon Progo, Ajun Komisaris Rahmat Darmawan, Senin (17/4/2023).
Penganiayaan terjadi pada Sabtu (18/3/2023) malam hari. Polisi dan warga menangkap dua pelaku itu ketika sedang menganiaya FF dalam penginapan.
Pelaku adalah DHAM (19) asal Kecamatan Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah dan WA (19) asal Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Polisi menyita beberapa pisau ukuran 30-40 sentimeter, pisau lipat, gunting, batu asah, hingga beberapa kaos tangan. Juga motor Honda Vario G 6281 BEF yang dipakai para pelaku dalam merencanakan aksi percobaan pembunuhan itu.
“Sudah direncanakan (lama) karena takut,” kata Rahmat.
Baca juga: Guru di Ende Cabuli 7 Siswi SD, Orangtua Korban Merasa Makin Sengsara: Membuat Saya Tambah Susah
Awalnya, penjaga penginapan mendengar kegaduhan di kamar nomor 9 pukul 18.00 WIB. Kamar itu dan nomor 8 di sebelahnya disewa pemuda yang sama. Suara gaduh di nomor 9 terdengar seperti orang kesakitan dan berulang-ulang.
Penjaga penginapan minta bantuan Polisi Air dan Udara (Polairud) yang tidak jauh dari sana untuk ikut mengecek kamar.
Setelah tiba, polisi masuk lewat jendela dan mendapati dua pelaku sedang menganiaya korban pakai pisau di depan kamar mandi.
Polisi dan warga yang bisa masuk mengamankan dua pelaku. Korban dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Polisi memeriksa pelaku. Dari pengakuan pelaku, penganiayaan terkait dugaan penyimpangan seksual antara DHAM dengan FF yang tidak ingin diketahui oleh orang lain. DHAM lantas mengajak temannya, WA, untuk menghabisi nyawa FF.
Polisi menjerat kedua pelaku dengan pasal pembunuhan, penganiayaan dan pengeroyokan. DHAM menceritakan, ia memutuskan hubungan dengan FF setelah menjalin hubungan pacaran tidak sampai satu tahun.
FF tidak terima dan mengancam akan menghabisi dan menyebarkan penyimpangan seksual DHAM pada orang lain.
DHAM panik dan menceritakan ke WA hal ini. Saat itu terbersit candaan di antara mereka untuk menghabisi nyawa FF.
“Saya takut diancam. (Ancamannya) menyebarkan aib dan membunuh, karena sempat saya putusin dan dia tidak terima diputusin. Saya menjalin hubunga tersebut. Kalau diputusin, maka dia mengancam untuk membunuh,” kata DHAM.
Baca juga: Beraksi di Ruang Kelas hingga WC Sekolah, Guru SD di Bengkulu Utara Sodomi 12 Muridnya
WA menganggap serius candaan itu. Mereka lantas menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari pisau, gunting, kaos tangan hingga batu asah.
Mereka memilih penginapan glagah sebagai tempat eksekusi dan dekat dengan pantai, sungai maupun jembatan yang bisa dipakai untuk tempat membuang bangkai korban.
“(Celetukan candaan) dua minggu sebelum kejadian,” kata WA.
Dua pemuda ke penginapan berboncengan Honda Vario Hitam G 6281 BEF pada pukul 08.00 WIB.
Keduanya langsung menyewa kamar bersebelahan nomor 8 dan 9.
DHAM lantas menghubungi FF untuk menginap di sana. Ia jemput FF dan masuk penginapan pukul 14.30 WIB.
FF masuk ke kamar nomor 9. Mereka mengeksekusi FF pukul 18.00 WIB, saat korban mau mandi.
Penjaga hotel mendengar suara orang kesakitan. Hal ini yang menyelamatkan korban. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Takut Ketahuan Penyuka Sesama Jenis, Pria Ajak Teman untuk Menghabisi Pacarnya"