TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian menggelar patroli rutin di area tol Semarang-Solo yang dua hari berturut-turut menelan korban.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah kembali terjadinya kecelakaan di tengah volume kendaraan yang semakin meningkat.
Di sisi lain, karena telah berkali-kali menelan korban, ruas jalan tol Semarang-Solo di wilayah Boyolali, Jawa Tengah itu disebut area tengkorak atau black link.
Baca juga: Kesaksian Warga di Sekitar Lokasi Kecelakaan Tol Semarang-Solo: Selesai Sahur Dengar Ledakan 3 Kali
Sebagaimana diketahui, Jumat (14/4/2023) dini hari pukul 04.00 WIB, terjadi kecelakaan melibatkan 7 kendaraan besar dan satu minibus Elf.
Insiden kecelakaan lalu lintas di KM 487+600 A, yang masuk wilayah Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras itu menyebabkan delapan nyawa melayang.
Sehari kemudian, kecelakaan kembali terjadi antara mobil Honda CRV dengan truk boks di ruas tol Semarang-Solo KM 472, Desa Ngampon, Kecamatan Ampel, Boyolali, pada Sabtu (15/4/2023) sore, yang menyebabkan 3 nyawa melayang.
Baca juga: Daftar Korban Kecelakaan Tol Semarang-Solo, 5 dari 8 Jenazah akan Dimakamkan Hari Ini di Nganjuk
Namun, hal itu tak membuat pengemudi waspada dan menyadari jika parkir di bahu jalan tol ini berbahaya.
Polres Boyolali masih menemukan banyak kendaraan yang terpaksa parkir di bahu jalan tol, Sabtu (15/4/2023) malam.
Sedikitnya ada 20 kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan tol Semarang-Solo antara Banyudono-Mojosongo dan sebaliknya.
Pasca kecelakaan maut di tol Semarang-Solo, Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi bersama jajaran terkait menggelar patroli di ruas tol Boyolali.
Dalam kegiatan kepolisian yang ditingkatkan itu, didapati kendaraan yang parkir di bahu jalan.
Melihat hal itu, polisi dan petugas TMJ langsung mendatangi sang sopir untuk segera melanjutkan perjalanan.
"Jangan berhenti di bahu jalan. Berbahaya, silahkan lanjutkan perjalanan, kalau lelah silahkan istirahat di rest area terdekat," kata Petrus kepada sopir yang berhenti di bahu jalan di sekitar Rest Area km 487 B, Sabtu (15/4/2023).
"Kalau penuh bisa keluar (Tol) dulu untuk istirahat. Kemudian nanti masuk (tol) lagi," seru Kapolres.
Kapolres menyebut, ada sebanyak 20 kendaraan yang parkir di bahu jalan tol.
Para sopir kemudian diedukasi untuk bisa melanjutkan perjalanan guna menimalisir potensi terjadinya kecelakaan lalulintas.
Pihaknya sengaja menggelar patroli ini untuk mencegah terjadinya lagi kecelakaan lalulintas di tol Semarang-Solo.
Sebagaimana di ketahui, selama dua hari ini ada 11 nyawa melayang di tol yang ada di Boyolali.
8 korban meninggal dunia di KM 487 A, dan 3 korban meninggal dunia di KM 472 A.
"Patroli ini untuk mengantisipasi terjadinya Laka lantas kembali terutama di jalan Tol," jelasnya.
Patroli ini tak hanya dilakukan setelah kecelakaan yang terjadi Sabtu Sore di wilayah Desa Ngampon, Kecamatan Ampel, Boyolali ini saja.
Pihaknya akan terus melakukan patroli, terutama di jam-jam kritis.
Mata lelah pengemudi kerap terjadi mulai pukul 02.00 dini hari hingga pagi.
Kemudian saat siang pun demikian, biasanya mulai pukul 14.00 hingga buka puasa.
Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Tewaskan Sekretaris BPBD Pasaman, Istri dan Putranya, Putri Bungsu Selamat
Disebut Area Black Link
Kasat Lantas, AKP M. Herdi Pratama, mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi berulang kali menyampaikan jika tol Semarang-Solo di Boyolali ini masuk wilayah rawan kecelakaan.
"Jalur tol di Boyolali jalur tengkorak saya bilang. Black link. Biar apa, biar orang tau, kalau saya masuk Boyolali saya harus lebih hati-hati, saya cek semua kesiapan saya, baik kendaraan maupun fisiknya saya," tegas Herdi.
Untuk diketahui, black link berarti ruas jalan di tol yang termasuk dalam kategori paling rawan kecelakaan.
Black link adalah area pada ruas tertentu yang patut diwaspadai pengendara.
Polisi melanjutkan,Boyolali merupakan area lelah bagi pengemudi.
Pengemudi kendaraan via tol kalau sudah masuk Boyolali merasa nanggung.
"Mungkin (daerah) tujuannya sudah dekat, mungkin ke Solo, Ngawi dan sebagainya," jelas Herdi.
Sehingga para pengemudi ketika sampai di Boyolali ini sampai di Boyolali, akan memaksa kondisinya untuk terus berkendara melintasi tol trans Jawa, meskipun kondisi fisik sudah tak memungkinkan.
Herdi pun tak bosan mengingatkan pengemudi, terutama saat ini menjelang arus mudik lebaran.
Jangan memaksakan diri dan tergesa-gesa sampai kampung halaman.
"Jika kondisi benar-benar sudah lelah, demi keselamatan sebaiknya istirahat," pungkasnya.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul dan "Ngerinya TKP Kecelakaan Maut Tol Semarang-Solo, Polisi Sebut Sebagai Area Black Link, Apa Itu?", dan "Enggan Kecelakaan Maut Berulang, Polres Boyolali Patroli di Tol Sehari 2 Kali, Pukul 02.00 & 14.00"