Kabar Tokoh

Dikabarkan Berselisih Paham Buntut Piala Dunia U-20, Ganjar dan Jokowi Kini Kembali Pamer Keakraban

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei, Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Al-Daheri, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melaksanakan shalat di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Senin (10/4/2023).

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali memperlihatkan keharmonisannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (10/4/2023).

Dilansir TribunWow.com, Ganjar terlihat mendampingi Jokowi saat blusukan dan bahkan semobil bersama.

Keduanya juga menjalani salat tarawih bersama di Masjid Raya Syeikh Zayed, Solo, Jawa Tengah, di tengah isu munculnya keretakan dalam hubungan keduanya.

Baca juga: Ganjar Tak Pungkiri Ada Selisih Paham dengan Jokowi Gegara Piala Dunia U-20: Pasti Beliau Ada Rasa

Sebagaimana diketahui, Ganjar sempat menyatakan penolakan terhadap timnas Israel untuk berlaga di Piala Dunia U-20 yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Hal ini disinyalir menjadi satu faktor penyebab Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia.

Polemik inilah yang kemudian memunculkan isu selisih paham antara Ganjar dan Jokowi yang sempat diakui sendiri oleh sang Gubernur.

Namun interaksi Ganjar dan Jokowi masih terlihat dekat ketika keduanya mengunjungi sejumlah pasar di Boyolali, Jawa Tengah.

Keduanya juga duduk semobil bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang ikut menyertai.

"Agenda bersama peninjauan dan pengecekan harga bahan pokok di dua pasar di Kabupaten Boyolali, kemudian ke acara pelepasan penyaluran cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan 2023," terang Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin seperti dikutip Tribunnews.com, Senin (10/4/2023).

Baca juga: Sindir Halus Gubernur soal Komitmen? Jokowi Curhat Susah Payah Urus Persiapan Piala Dunia U-20

Adapun keikutsertaan Ganjar dalam kegiatan Jokowi tersebut merupakan protokol dan kewajibannya sebagai kepala daerah di wilayah yang dikunjungi Presiden.

"Karena di Jawa Tengah, jadi bersama-sama, karena Gubernur Jawa Tengah Pak Ganjar," kata Bey.

"Bukan sekarang saja bersama-samanya, tapi kalau Presiden ke Jawa Tengah, Pak Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah selalu mendampingi."

Sementara itu, dikutip Kompas.com, Jokowi dan rombongan pada Senin (10/4/2023) pukul 18.50 WIB menunaikan salat isya dan salat tarawih berjamaah di Masjid Syeikh Zayed.

Terlihat Ganjar berdiri di sebelah Jokowi bersama Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei, dan Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Al-Daheri.

Potret kebersamaan dengan Jokowi tersebut juga diunggah di Instagram pribadi Ganjar, @ganjar_pranowo, Senin (10/4/2023).

"Menjelang 10 hari terakhir Ramadan alhamdulillah bisa melaksanakan tarawih di Masjid Raya Syekh Zayed Solo bareng Presiden @jokowi," tulis Ganjar.

Baca juga: Terjun Bebas, Elektabilitas Ganjar Pranowo Nyaris Disamai Prabowo, Buntut Polemik Piala Dunia U-20?

Ungggahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat salat tarawih bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Masjid Raya Syeikh Zayed, Solo, Jawa Tengah, Senin (10/4/2023). (Instagram @ganjar_pranowo)

Akui Selisih Paham dengan Jokowi

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat curhat bagaimana dirinya dibuat pusing gara-gara gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Dalam curhatannya tersebut, Jokowi sempat menyinggung soal komitmen yang sebenarnya sudah ditandatangani oleh para gubernur dan pimpinan daerah yang menjadi tuan rumah tempat digelarnya pertandingan Piala Dunia U-20.

Dikutip TribunWow dari YouTube Najwa Shihab, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa adalah hal wajar jika dirinya kini tengah berselisih paham dengan Presiden Jokowi.

Baca juga: Baca Semua Hujatan Untuknya di IG, Ganjar Pranowo: Yang Marah-marah, Mohon Maaf Saya Harus Bersikap

Dalam wawancara eksklusif bersama jurnalis senior Najwa Shihab pada Selasa (4/4/2023), Ganjar mengakui sempat menghubungi menteri-menteri Jokowi sebelum mengeluarkan statement penolakan Israel.

"Karena itu etik buat saya," kata Ganjar.

"Jadi Pak Jokowi sudah tahu Ganjar Pranowo akan menolak?" tanya Najwa.

"Akan mengeluarkan statement, ya kalau kemudian statementnya ternyata itu," jawab Ganjar.

Ganjar mengaku setelah penolakan tersebut, dirinya belum lagi bertemu ataupun berkomunikasi dengan Jokowi.

Ganjar justru merasa wajar jika kini dirinya dan Jokowi tengah tidak sepaham.

"Setelah saya lihat di media, mungkin Beliau memberikan catatan juga kepada saya," kata Ganjar.

"Pasti Beliau ada lah rasa tidak sama dan sebagainya, tidak bisa dipungkiri. Sebagai seorang pemimpin, sebagai manusia biasa yang menyiapkan dari awal," ungkapnya.

Ganjar menjelaskan, dirinya sejak awal sebenarnya mendukung digelarnya Piala Dunia U-20 di Indonesia namun mengambil sikap tegas saat Israel ternyata akan datang bermain di Tanah Air.

Baca juga: Beda Nasib seusai Polemik Timnas U-20, Anies Untung, Ganjar Pranowo Buntung, Ini Kata Pengamat

Logo Piala Dunia U20 2023 Indonesia (Tangkap Layar Situs Resmi PSSI pssi.org)

Sebelumnya diberitakan, komitmen dan tanda tangan diungkit oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika curhat tentang sulitnya perjuangan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 seolah hendak memberikan sindiran kepada pihak tertentu.

Dalam curhatannya, Jokowi menjelaskan bahwa provinsi dan kota tempat pertandingan Piala Dunia U-20 akan digelar sebenarnya sudah menandatangani perjanjian komitmen sebagai tuan rumah.

Dikutip TribunWow dari Instagram @jokowi, curhatan ini disampaikan oleh Jokowi saat hadir dalam acara silaturahmi Ramadhan bersama lima ketua umum (ketum) partai di DPP PAN, Minggu (3/4/2023).

Baca juga: Diwawancara Najwa Shihab, Ganjar Dicecar soal Gagalnya Piala Dunia U-20: Anda Merasa Bersalah Tidak

Awalnya Jokowi menceritakan bagaimana permasalahan sepak bola membuatnya pusing.

"Urusan bola ini memang, pusing saya dua minggu ini gara-gara bola ," kata Jokowi.

Jokowi menceritakan dirinya harus melewati seleksi melawan puluhan negara yang hendak menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 hingga akhirnya tersisa seleksi melawan dua negara lain lalu berhasil menang.

"Puluhan negara mengajukan, kita juga ikut mengajukan, lobi sana, lobi sini, menyampaikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas-fasilitas kita," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan selama tiga tahun mempersiapkan Piala Dunia U-20, perjalanan yang dilalui tak mulus karena harus berkali-kali melakukan pengecekan dan perbaikan lapangan.

Jokowi bercerita, saat menandatangani country host guarantee, sudah tercantum persyaratan apa saja yang harus dipenuhi dan menjadi komitmen tuan rumah.

Mantan Wali Kota Solo itu kemudian mengungkit bagaimana komitmen juga telah disetujui oleh pihak provinsi dan kota yang jadi tempat diselenggarakannya Piala Dunia U-20.

"Kemudian provinsi maupun kota yang ditunjuk juga ada tanda tangan, city house commitment, ada semuanya tanda tangan," kata Jokowi.

"Tapi ya memang itu sudah jadi kehendak Allah, kita terima sebagai sebuah pembelajaran ke depan agar tidak terjadi lagi," ujar Jokowi. (TribunWow.com)

Berita terkait lainnya