Terkini Internasional

Kim Jong Un Perintahkan Negaranya Tingkatkan Produksi Senjata Berbahan Nuklir, Ada Tujuan Baru?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pimpinan tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un - terbaru Petinggi Korea Utara Kim Jong Un memberi pengarahan tentang sistem manajemen senjata nuklir berbasis IT.

TRIBUNWOW.COM - Presiden Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan peningkatan produksi bahan nuklir.

Dikutip TribunWoW.com dari Channel News Asia, Kim Jong Un meminta agar gudang senjata di Korea Utara terisi bahan nuklir tingkat senjata.

Tujuannya agar Korea Utara selalu bersiap untuk menggunakan senjata itu kapan saja.

Baca juga: Kim Jong Un Beri Selamat pada Xi Jinping yang Terpilih Jadi Presiden China Ketiga Kalinya

Hal itu dikabarkan oleh kantor berita Korea Utara KCNA, Selasa (28/3/2023).

Kim Jong Un membuat pernyataan itu saat ia memeriksa program senjata nuklir di gudangnya.

Termasuk pula senjata nuklir taktis baru dan teknologi untuk memasang hulu ledak pada rudal balistik.

Ia juga memeriksa rencana operasi serangan balik nuklir, kata kantor berita tersebut.

Petinggi Korea Utara itu juga diberi pengarahan tentang sistem manajemen senjata nuklir berbasis IT.

Baca juga: Korea Utara Sudah Mempersiapkan Rencana Perang dengan Latihan Militer yang Mulai Diperluas

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un melarang keras perayaan hari natal yang jatuh setiap 25 Desember. (YouTube BBC NEWS)

Mereka menamainya dengan sebutan Haekbangashoe yang berarti pemicu nuklir.

Baru-baru ini Korea Utara juga telah menguji keakuratan, keandalan dan keamanan senjata yang sudah diverifikasi dalam latihan militer.

Kim memerintahkan produksi bahan senjata dengan cara berpandangan jauh ke depan untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya.

Dia mengatakan bahwa musuh kekuatan nuklir negara itu bukanlah negara atau kelompok tertentu tetapi perang dan bencana nuklir itu sendiri.

Selain itu ada kebijakan memperluas persenjataan Korea Utara yang semata-mata ditujukan untuk mempertahankan negara, serta perdamaian dan stabilitas regional.

Korea Utara telah meningkatkan uji coba militer, menembakkan rudal balistik jarak pendek pada hari Senin.

Mereka juga melakukan simulasi serangan balik nuklir pekan lalu terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang dituduh melatih invasi dengan latihan militer. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)