TRIBUNWOW.COM - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menanggapi Anies Baswedan yang menggunakan slogan buatannya.
Dilansir TribunWow.com, slogan 'Sukses Jakarta untuk Indonesia' diucapkan Anies Baswedan ketika berpidato dalam Rakernas PKS di Stadion Madya SUGBK, Jakarta Pusat, Minggu (26/2/2023).
Heru Budi sempat tertawa ketika ditanya soal aksi Anies Baswedan itu.
Namun, ia mengaku tak keberatan saat slogan yang dibuatnya dipakai orang lain.
Baca juga: Saat PKS Tak Masalah Cawapres Anies Baswedan dari Luar Partai, Demokrat Ngotot: Sebaiknya Anies-AHY
"Begini, setiap rakyat dan warga Jakarta kalau ingin menggunakan slogan itu boleh saja," kata Heru, dikutip dari Wartakotalive.com.
Ia mengaku tak masalah slogan itu dipakai siapa saja, termasuk Anies Baswedan.
Namun reaksi berbeda ditunjukkan Heru ketika awak media kembali memastikan apakah boleh Anies Baswedan mengambil slogan itu.
"Jadi boleh ya pak?," tanya awak media kepada Heru.
"Hahaha," jawab Heru tertawa.
Sebagai informasi, Anies, dalam pidatonya mengaku akan membawa slogan karya Heru Budi.
Baca juga: Prediksi Rocky Gerung soal Cawapres Pendamping Prabowo, dari Anies hingga akan Diumumkan Jokowi
Ia pun mengenang perjalanannya bersama PKS yang dimulai sejak menjabat sebagai Gubernur DKI.
"Kini saatnya kita melangkah ke jenjang berikutnya seperti tagline Pemprov DKI Jakarta yang baru beberapa bulan ini digunakan, tagline-nya berbunyi 'Sukses Jakarta untuk Indonesia'. Tagline ini kami bawa sekarang,” ujar Anies.
“Pada tujuh tahun lalu di akhir 2016 saat PKS memberikan mandat kepada kami sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, menjadi babak baru perjalanan kami bersama PKS."
Bakal Cawapres Tak Harus Kader Partai
Hingga kini sosok calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024 masih menjadi misteri.
Dilansir TribunWow.com, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku tak keberatan jika cawapres pasangan Anies berasal dari luar kader partai.
Namun, Partai Demokrat rupanya keberatan dengan pernyataan PKS tersebut.
Deputi Analisa Data dan Informasi DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution mengatakan pihaknya berharap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjadi cawapres mendampingi Anies.
Kendati demikian, menurut Syahrial, Partai Demokrat tetap menghargai apa pun pendapat partai lain.
Baca juga: Terang-terangan Tolak Wacana Anies-Sandi, Partai NasDem Ungkit Viral Surat Utang Anies Baswedan
"Namanya juga aspirasi, ya boleh-boleh saja. Ada aspirasi Anies-Luhut Panjaitan, Anies-Gibran, Anies-Erick Tohir, dan lain-lain," ujar Syahrial, dikutip dari Tribunnews.com.
"Boleh-boleh saja, kalau ditanyakan kepada kader Demokrat, tentu saja untuk bisa menang sebaiknya Anies-AHY."
Menurut Syahrial, semua pihak berhak menjodohkan Anies dengan siapa pun.
Namun, kata dia, tak semua sosok akan direstui partai pendukung Anies.
"Yang harus jadi perhatian utama dari soal pasang memasangkan dan kawin mengawinkan adalah sampai ke pelaminan dan ijab kabul atau tidak?"
"Supaya sah, maharnya harus dipenuhi dulu yakni, dukungan 20 persen suara parpol untuk bisa mengusung capres dan cawapres."
Baca juga: Saat PDIP Ogah Gabung Koalisi Gara-gara Anies Baswedan, Sekjen PKS Langsung Sindir: Selamat Tinggal
Di sisi lain, Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid menyebut hingga kini Partai Demokrat belum juga mengumumkan secara resmi Anies sebagai calon presiden.
Kholid pun menyinggung pernyataan dari Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, yang mengaku mendukung Anies.
"Jadi perlu itu perlu dikonfirmasi ke pihak Demokrat apakah pernyataan pers ketua umum sudah cukup atau mau seperti PKS kita kembalikan lagi kepada Demokrat," ujar Kholid. (TribunWow.com)