Pilpres 2024

Saat PDIP Ogah Gabung Koalisi Gara-gara Anies Baswedan, Sekjen PKS Langsung Sindir: Selamat Tinggal

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Capres 2024 Partai NasDem Anies Baswedan saat berbincang dengan komika Mamat Alkatiri, Oktober 2022. Terbaru, PKS telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024.

TRIBUNWOW.COM - Setelah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024, PKS mengucapkan selamat tinggal untuk PDIP.

Dilansir TribunWow.com, sindiran itu diucapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, di Kantor DPP PKS, Kamis (23/2/2023).

Hal itu diungkap Aboe Bakar Al Habsyi menyusul pernyataan PDIP yang memastikan tak akan berkoalisi dengan Partai NasDem, Demokrat dan PKS.

"Oke, selamat tinggal," ujar Aboe Bakar Al Habsyi, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: PKS Dukung Anies Baswedan Jadi Capres 2024, Ahmad Syaikhu Akui Keberhasilan Bangun DKI Jakarta

Aboe Bakar lantas meminta masyarakat menikmati perkataan Hasto.

Ia pun meminta masyarakat mendukung capres yang dipilih PKS.

"Biarkan rakyat menikmati kata-katanya. Biarkanlah negara ini bersama dengan PKS yang dipilih PKS," imbuhnya.

Keengganan PDIP bergabung dalam Koalisi Perubahan itu diungkapkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Ia mengatakan PDIP ingin berkoalisi dengan partai yang memiliki semangat gotong royong.

"Bergabung dengan koalisi. Itu maksudnya bergabung dengan koalisi yang tidak mengusung antitesa Pak Jokowi, sehingga kami jelas berbeda dengan Nasdem, Demokrat, PKS yang telah mengusung Bapak Anies Baswedan," ujar Hasto, Kamis (23/2/2023).

Capres Anies Baswedan dalam kanal YouTube tvOneNews, Selasa (14/2/2023). Terbaru, PKS telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024. (YouTube tvOneNews)

Baca juga: Puja-puji dan Rangkulan Surya Paloh untuk AHY, Sinyal Beri Restu Jadi Cawapres Anies Baswedan?

Ketika kembali ditanya alasan PDIP enggan bergabung dengan Koalisi Perubahan, Hasto menyinggung Anies Baswedan sebagai capres.

Ia menyebut PDIP tak akan bergabung dengan pihak yang anti kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Hasto, Anies tak terlihat melanjutkan kepemimpinan Jokowi di DKI Jakarta dengan baik.

"Karena kita lihat, dari Jakarta, tidak ada kesinambungan."

"Ini Mas Djarot saksinya, mana ada kesinambungan. Dari gubernurnya saja sudah antitesa, banyak kebijakan Pak Jokowi yang tidak dilanjutkan."

"Apalagi nanti kebijakan-kebijakan untuk yang lebih besar, karena politik ini dimulai dari hal yang lebih kecil," tandasnya.

Sinyal AHY Jadi Cawapres Anies Baswedan 

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, Rabu (22/2/2023).

Buntut dari pertemuan itu, AHY disebut-sebut pantas menjadi calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan.

Dilansir TribunWow.com, AHY pun dinilai memiliki peluang besar untuk menduduki kursi cawapres.

Hal itu turut diungkap Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam.

Baca juga: Rocky Gerung Sebut Prabowo akan Berusaha Tarik Anies Baswedan Jadi Cawapres di 2024

Ia menyoroti pujian Surya Paloh belum lama ini.

"Mencermati statement Surya Paloh yang mengatakan AHY lebih dari pantas untuk mendampingi Anies."

"Sebenarnya menyiratkan restu terbuka dari Surya Paloh kepada AHY untuk mendampingi Anies," ucap Umam, dikutip dari Kompas.com.

Puja-puji Surya Paloh itu, menurut Umam, menjadi sinyal tak adanya hambatan di lingkaran Koalisi Perubahan.

Diduga, Partai NasDem, PKS hingga Demokrat berniat menyandingkan Anies dengan AHY.

"Koalisi Perubahan berpeluang menjadi gerbong koalisi pertama yang memiliki infrastruktur politik yang lebih lengkap dan sudah selesai dengan perdebatan capres-cawapres yang kini masih menghantui koalisi-koalisi lain," ujarnya.

Umam menduga elektabilitas Anies akan langsung terdongkrak jika disandingkan dengan AHY.

Hal tersebut disebabkan karena AHY memiliki kendaraan besar di bawah naungan Partai Demokrat.

Baca juga: Jawab Kritik Megewati? Anies Baswedan Justru Puji Ibu-ibu Pengajian, Sebut Lebih Berpengetahuan

Sebelumnya, Surya Paloh memuji-muji sosok AHY seusai bertemu di Kantor DPP Partai Demokrat, Rabu (22/2/2023).

Di hadapan media, Surya Paloh bahkan tak segan merangkul AHY.

“Lihat saja orang yang berdiri di sebelah saya ini, 'potongan' ganteng, semuanya, pikirannya (juga) kan,” ucap Surya.

“Kalau ditanya pantas (jadi cawapres)? Sekali lagi saya katakan, lebih dari pantas." (TribunWow.com)

Baca artikel lain terkait