TRIBUNWOW.COM - Korban tewas akibat gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah semakin bertambah.
Pada Selasa (14/2/2023), jumlah korban yang ditemukan yakni 35 ribu orang, dikutip TribunWow.com dari Channel News Asia.
Selain ditemukan tim penyelamat dan warga, ternyata para anjing penyelamat dari seluruh dunia ikut berperan besar.
Baca juga: Viral Kisah Korban Gempa Turki, Ayah Genggam Tangan Jasad Putrinya yang Tertimbun Puing Bangunan
Negara-negara di seluruh dunia ikut bergerak cepat mengirim bantuan dan penyelamat termasuk juga anjing penyelamat.
Seperti Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) yang telah mengirimkan kontingen Operasi Lionheart (OLH), bersama dengan empat anjing untuk membantu dalam operasi tersebut.
Dalam pengiriman tersebut, anjing penyelamat pun dirawat sedemikian rupa dalam pesawat.
"Menampung mereka di ruang kargo yang dikontrol iklim selama penerbangan," tutur tim dari SCDF.
"Mengajak mereka berjalan-jalan untuk bermain, memberi makanan bergizi dan memberi mereka pembersihan di ujung hari agar tetap bersih," tambahnya.
Baca juga: 3 Momen Viral Gempa di Turki, Siaran Live Rekam Gempa Susulan hingga Bayi Lahir di Bawah Reruntuhan
Anjing penyelamat itu juga memiliki jaket dan selimut termal sendiri agar tetap hangat.
Di dalam pesawat turut pula dua dokter medis yang juga dilatih dalam perawatan anjing secara mendasar.
Anjing-anjing yang sangat terlatih ini juga memiliki bakat untuk mencari orang-orang yang selamat di antara puing-puing bangunan yang runtuh dan mampu mencari ruang terbatas di dalam struktur bangunan yang runtuh.
Selain Singapura, Malaysia juga mengirim dua anjing penyelamat untuk membantu evakuasi.
Mereka adalah anjing yang sama saat membantu upaya pencarian dan penyelamatan selama longsong di Batang Kali.
Sementara Meksiko yang telah mengirim anjing penyelamat mereka mesti berduka.
Pasalnya sang anjing harus meninggal saat mencari korban gempa di bawah reruntuhan. (TribunWoW.com/ Tiffany Marantika)