Pilpres 2024

Ganjar Pranowo dan Puan Maharani Makin Mesra, Pengamat: Cara untuk Mendapatkan Simpati Publik

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyalami Ketua DPR RI Puan Maharani di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Minggu (11/12/2022). Terbaru, pengamat komentari kedekatan Ganjar dan Puan yang kian sering diperlihatkan, Senin (23/1/2023).

TRIBUNWOW.COM - Perubahan yang terjadi dalam relasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi sorotan.

Dilansir TribunWow.com, keduanya kini dinilai makin kerap menunjukkan keakraban setelah sebelumnya sempat dikabarkan berseteru.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komaruddin menilai hal ini perlu dilakukan untuk memperoleh simpati publik.

Baca juga: Ganjar Pranowo Angkat Suara soal Kasus Rudapaksa oleh 6 Pemuda di Brebes, Singgung LSM BPPI

Ia juga menyinggung pernyataan Puan yang meminta maaf dan memberi klarifikasi terkait pemberitaan viral mengenai dirinya.

Pun penjelasan mengenai hubungan dengan Ganjar yang disebut Ketua DPP PDIP itu masih baik-baik saja selama ini.

Menurut Ujang, Puan saat ini sedang melancarkan strategi dengan cara mengevaluasi diri sendiri.

"Suka tidak suka, kedua momentum ketemu dengan Ganjar, maupun minta maaf kalau selalu cemberut, itu harus dilakukan. Karena itulah salah satu cara untuk mendapatkan simpati publik," kata Ujang dikutip Kompas.com, Senin (23/1/2023).

Ketua DPR RI Puan Maharani saat menjadi narasumber dalam tayangan ROSi KompasTV, Kamis (12/1/2023). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Puan Minta Maaf soal Video Viral Dirinya Cemberut Bagikan Kaus hingga Menanam Padi Terbalik

Ia pun menilai wajar cara Puan untuk memperbaiki citra dirinya di hadapan publik.

Secara perlahan, sikap Puan yang melunak dinilai akan menghasilkan persepsi positif di masyarakat.

"Hal positif itu bisa juga hasilnya akan mendapatkan positif," terang dia.

"Pelan-pelan masyarakat diubah pola pikirnya, bisa diubah persepsinya kalau Puan ke depan selalu menarasikan bahwa ia adalah seorang politisi yang humble, baik, bersahaja, merakyat, dan empati kepada publik," tandasnya.

Sebelumnya, sempat beredar isu hubungan Ganjar dan Puan tak mesra lantaran keduanya pernah beberapa kali tak hadir dalam acara bersama PDIP.

Namun, semua itu dibantah oleh Puan.

Puan justru menyebut pihak yang menyebarkan isu-isu negatif itu hanya ingin memecah PDIP.

"Nggak ada pikiran macam-macam, jadi ya itu yang mempunyai pikiran negatif hanya ingin memecah PDIP agar tidak solid," jelas Puan dikutip dari tayangan Program ROSI Kompas TV, Sabtu (13/1/2022) malam.

Puan menyatakan bahwa hubungannya dengan Ganjar baik-baik saja.

Ia turut menceritakan masa lalunya sempat berjuang memenangkan Ganjar menjadi Gubernur Jateng.

"Dulu itu, kan saya ketua tim pemenangannya Mas Ganjar waktu di Jawa Tengah. Kita solid, kita bisa memenangkan Jawa Tengah, kita bisa memenangkan Mas Ganjar menjadi gubernur," ungkap Ganjar.

"Pada saat itu, sebagai satu tim, saya merasa bahwa apa yang dilakukan bersama-sama oke banget lah," imbuh Puan.

Baca juga: Sinyal akan Berpasangan? Ganjar Pranowo dan Erick Thohir Saling Puji hingga Sebut Selalu Beriringan

Disebut sedang Negosiasi untuk Maju Pilpres

Dalam beberapa waktu belakangan, kedekatan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengundang perhatian.

Dilansir TribunWow.com, keduanya kini terlihat akrab satu sama lain meski sebelumnya dikabarkan sempat berseteru.

Namun rupanya, keakraban tersebut dinilai sebagai sebuah upaya dari Ganjar untuk memuluskan jalannya menjadi capres dari partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam, ada tujuan politik dari sikap Ganjar yang kini melunak.

"Cairnya komunikasi itu diharapkan bisa menciptakan ruang negosiasi dan kompromi politik, agar internal PDI-P bisa membukakan jalan bagi Ganjar untuk melenggang di Pilpres 2024 mendatang," ujar Umam dikutip Kompas.com, Selasa (13/12/2022).

Disebutkan bahwa Ganjar tengah menunjukkan sikap rendah hati yang dinilai efektif untuk menaklukkan ego lawan maupun kawan.

Di sisi lain, sikap tersebut bisa diartikan sebagai tindakan yang dilandasi dengan pamrih.

"Jika tidak dijalankan dengan hati dan persistensi, justru akan menguatkan sikap antipati," kata Umam.

Foto kiri: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams, Kamis (15/9/2022). Foto kanan: Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani saat mengumumkan 4 pasangan calon gubernur-wakil gubernur dan 58 pasangan calon kepala daerah tingkat kabupaten/kota, Jumat (28/8/2020). (Kolase Capture YouTube PDI Perjuangan dan YouTube Ganjar Pranowo)

Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Puan Maharani Dipuji Ngeri-ngeri Sedap, Berikut Reaksi Gubernur Jawa Tengah

Dalam hal ini, Ganjar memperlihatkan karakter yang fleksibel untuk mencairkan komunikasi dengan Puan.

Apalagi sebelumnya mereka diisukan bersaing untuk meraih posisi capres yang akan diusung PDIP.

Karenanya, kemampuan Ganjar dalam melobi internal partai akan menjadi pertaruhan bagi karier politiknya di masa depan.

Ia dinilai perlu mendapatkan kepercayaan dari Puan maupun petinggi partai lain akan loyalitasnya terhadap PDIP.

"Namun, jika komunikasi Ganjar hanya bermain di ranah permukaan dan gagal membangun political trust atau kepercayaan politik, maka peluang Ganjar akan kandas," kata Umam.

Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai kemesraan Ganjar dan Puan hanya momen sesaat saja.

"Saya melihat itu kemesraan sementara karena momentum-mementum tertentu. Secara politik, tetap saja mereka bersaing," ucap Ujang dikutip Kompas.com, Senin (12/12/2022).

"Secara politik, artinya siapa yang mengalah mereka belum bertemu. Tapi mereka masih masing-masing masih berpendirian pada keinginan masing-masing."(TribunWow.com/Via/Anung)

Berita lain terkait Ganjar Pranowo