TRIBUNWOW.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengunggah sejumlah headline media terkait aturan pajak penghasilan terbaru.
Dilansir TribunWow.com, Sri Mulyani menyebut judul-judul berita tersebut sengaja dibuat provokatif untuk memancing amarah netizen.
Dalam postingannya, Sri Mulyani meluruskan bahwa berita mengenai pendapatan Rp 5 juta akan kena pajak sebesar 5 persen adalah salah besar.
Baca juga: Jokowi Sebut Harga BBM Naik Keputusan Sulit, Sri Mulyani Ungkap Alasan Anggaran Subsidi Membengkak
"Halo semua ..!
Judul Berita :
Gaji 5 juta dipajaki 5 persen ITU SALAH Banget..!!!
JUDUL BERITA mengenai Peraturan Pemerintah 55/2022 mengenai pajak penghasilan MEMBUAT NETIZEN EMOSI..!," tegas Sri Mulyani melalui akun Instagram @smindrawati, Selasa (3/1/2022).
Menurut Sri Mulyani, tidak ada perubahan peraturan pajak untuk masyarakat dengan gaji Rp 5 juta ke bawah.
Sama seperti sebelumnya, seorang wajib yang lajang dan memiliki gaji Rp 5 juta mendapat tanggungan pajak Rp 300 ribu per tahun.
Sehingga, pajak yang dikenakan bukan 5 persen, melainkan 0,5 persen.
Sementara, untuk wajib pajak yang memiliki tanggungan keluarga, maka tidak akan dikenai pajak.
"Untuk gaji 5 juta TIDAK ADA PERUBAHAN aturan pajak.
Kalau anda jomblo tidak punya tanggungan siapapun, gaji Rp 5 juta - pajak dibayar adalah sebesar Rp 300.000 per tahun atau Rp 25.000 per bulan. Artinya pajaknya 0,5 persen BUKAN 5 persen.
Kalau anda sudah punya istri dan tanggungan 1 anak. Gaji Rp 5 juta per bulan TIDAK KENA PAJAK," terang Sri Mulyani.
Baca juga: Penjelasan Sri Mulyani soal Beras dan Daging Sapi yang Bakal Dipungut Pajak
Ia lantas menyoroti komentar netizen mengenai orang kaya yang seharusnya dikenakan pajak lebih tinggi dibanding mereka yang perekonomiannya menengah ke bawah.
Sri Mulyani mengatakan, skema tersebut sudah dijalankan, di mana mereka yang gajinya di atas Rp 5 miliar per tahun, mendapat kenaikan pajak dari 30 persen menjadi 35 persen.
"Banyak netizen komentar harusnya yang KAYA DAN PARA PEJABAT yang bayar pajak.
SETUJU DAN BETUL BANGET..! mereka yang kaya dan para pejabat memang dikenakan pajak. Bahkan untuk yang punya gaji di atas Rp 5 milyar per tahun, bayar pajaknya 35% (naik dari sebelumnya 30%). Itu kita-kira pajaknya bisa mencapai Rp 1,75 milyar setahun ..! Besar ya..
Adil bukan..?
Usaha Kecil yang omzet penjualan dibawah Rp 500 juta/ tahun - BEBAS PAJAK.
Perusahaan besar yang mendapat keuntungan - bayar pajak 22%
Adil bukan..?"
Sri Mulyani lantas mengingatkan bahwa pajak yang dikenakan pada masyarakat bermaksud untuk mewujudkan sila ke-3 dalam Pancasila.
Di mana uang tersebut akan dikembalikan ke masyarakat untuk memberi subsidi dan membiayai fasilitas dalam negeri.
"Pajak memang untuk mewujudkan azas KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.
Uang pajak anda juga kembali ke anda.
Lihat sekelilingmu, listrik, bensin Pertalite, LPG 3 kg semua disubsidi pakai pajak. Sekolah, rumah sakit, puskesmas, operasinya pakai uang pajak.
Jalan raya, kereta api, internet yang kamu nikmati itu juga dibangun dengan uang pajak anda.
Pesawat tempur, kapal selam, prajurit dan polisi hingga guru dan dokter itu dibayar dengan uang pajak kita semua.
Yuk kita jaga dan bangun Indonesia bersama..! Negeri kita sendiri…milik kita semua."
Terakhir, Sri Mulyani mengimbau agar masyarakat tak mudah terprovokasi berita yang sengaja dibuat untuk memancing emosi.
"Jaga emosi anda, jangan mudah diaduk-aduk oleh berita dan cerita..apalagi yang judulnya memang sengaja bikin emosi.
Sayangi pikirkan dan perasaan kita sendiri..bersihkan dari energi negatif.
Salam sehat dan selamat tahun baru.
Mereka yang kemampuannya kecil dan lemah dibebaskan pajak, bahkan dibantu berbagai bantuan sosial, subsidi, tunjangan kesehatan, beasiswa pendidikan dll.
Mereka yang kuat dan mampu bayar pajak."
Baca juga: Omzet MS Glow Capai Rp 7,2 Triliun per Tahun, Staf Sri Mulyani Beri Sindiran: Wow Gurih Nih
Sri Mulyani Kena Sindir Jokowi
Di sisi lain, sebelumnya, sebuah sindiran bercampur candaan disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat mengisi acara seminar Outlook Perekonomian Indonesia 2023: The Bright Spot in Asia di Jakarta pada Rabu (21/12/2022).
Dalam acara tersebut, Jokowi menyindir para menterinya yang sempat asyik bernyanyi-nyanyi dalam acara Apresiasi Sukses Presidensi G20 Indonesia 2022 yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
Dikutip TribunWow dari Instagram @smindrawati, sindiran ini termasuk mengarah kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang asyik bernyanyi bersama penyanyi kondang Rossa.
Baca juga: Potret Cucu Jokowi, Al Nahyan yang Viral setelah Pakai Beskap di Pernikahan Kaesang dan Erina Gudono
Pada seminar Outlook Perekonomian Indonesia 2023, awalnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bercerita kepada Jokowi memuji bagusnya suara Sri Mulyani saat bernyanyi bersama Rossa.
"Pak Presiden lapor, Bu Menteri Keuangan kemarin nyanyi pak, suaranya sama Rossa saya tidak bisa bedakan pak," kata Airlangga.
Mendengar Airlangga yang tiba-tiba membahas hal tersebut, Sri Mulyani terekam sempat tersentak kaget mengingat dirinya sedang duduk di samping Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi pun tertawa mendengar guyonan Airlangga.
Masih pada acara yang sama, Jokowi kemudian memberikan candaan bernada sindiran kepada para menterinya.
"Kalau yang masalah, yang problem, menteri-menteri tuh pasti menghadap saya," kata Jokowi.
"Tapi kalau yang enak-enak kayak kemarin nyanyi-nyanyi, makan-makan, tidak pernah mengajak saya," ucap Jokowi.
Dalam rekaman nyanyi-nyanyi tersebut, turut tampil Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang ikut memeriahkan acara bernyanyi bersama.
Berikut caption lengkap yang ditulis oleh Sri Mulyani pada unggahannya Kamis (22/12/2022):
"Waduuuh, ….!
Saya dilaporkan kepada Presiden @jokow oleh pak Menko @airlanggahartarto_official nyanyi bersama Rossa - judul lagunya “WANITA” -
Sesuai tema hari ini Peringatan Hari Ibu.
Presiden @jokowi menyindir kami para menteri, kalau ada masalah datang dan lapor ke Presiden, kalau acara nyanyi dan makan-makan, para menteri tidak mengundang beliau.
Siap salah Bapak Presiden ..
Acara pemberian Penghargaan kepada seluruh lembaga dan pihak yang telah menyelenggarakan dan menyukseskan substansi “Recover together - Recover stronger” Presidensi G20 Indonesia yang diselenggarakan oleh kanto Menko Perekonomian @airlanggahartarto_official
Saya hadir bersama Menlu @retno_marsudi ikut memberikan penghargaan. Dan di akhir acara diminta bernyanyi saru lagu oleh Rossa.
Jakarta, 22 Desember 2022." (TribunWow.com/Via/Anung)