TRIBUNWOW.COM - Sebuah klinik di Desa Lezhi, Provinsi Sichuan, China mengalami lonjakan pasien, Kamis (29/12/2022).
Dikutip dari Channel News Asia, banyak antrian lansia yang menunggu dengan cemas soal kondisi kesehatannya.
Selama lebih dari seminggu banyak lansia di daerah itu yang mengalami demam, menggigil, batuk dan gejala mirip Covid-19.
Baca juga: Bantah Xi Jinping Labrak PM Kanada Justin Trudeau di KTT G20 Bali, Kemenlu China: Ini Sangat Normal
Satu di antara lansia itu adalah Yang, wanita berusia 59 tahun.
Yang dan suaminya mendapatkan perawatan setelah Covid-19 di China kembali merebak.
"Saya khawatir, saya takut," tutur Yang dengan penuh emosional.
"Ini bukan penyakit ringan seperti yang banyak dikatakan orang-orang," tambahnya.
Baca juga: Bantah Xi Jinping Labrak PM Kanada Justin Trudeau di KTT G20 Bali, Kemenlu China: Ini Sangat Normal
Bahkan, di desa tempat tinggal Yang, banyak orang terinfeksi meski telah menerima vaksin.
"Sejak pembukaan lockdown, virus telah menyebar ke mana-mana."
Jutaan orang disebut kembali terperangkap dalam gelombang Virus Corona.
Hal ini terjadi setelah pihak berwenang membatalkan sejumlah lockdown.
Baca juga: Ahli Memprediksi Ada Risiko Varian Baru Covid-19 setelah China Alami Lonjakan Kasus
Para ahli telah memperkirakan lansia di daerah pedesaan mungkin sangat rentan terkena Covid-19.
Pasalnya selain vaksin yang tak memadai, tenaga medis juga tak dibekali fasilitas.
Festival Imlek di tahun 2023 dikhawatirkan membuka kran baru penyebaran Covid-19.
Para pemuda akan kembali ke kampung halaman mereka. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)