TRIBUNWOW.COM - Masa depan Fernando Santos di Portugal resmi berakhir seusai gagal di perempat final Piala Dunia 2022.
Dilansir TribunWow.com, Portugal harus menelan pil pahit terdepak dari Piala Dunia 2022 seusai ditekuk oleh Maroko dengan skor 0-1.
Gol tunggal Youssef En-Nesyri sudah cukup membuat Portugal angkat koper dari Piala Dunia 2022.
Imbasnya, kursi pelatih Fernando Santos pun turut menjadi tumbal yang resmi diumumkan pada Instagram resmi Portugal pada Jumat (16/12/2022).
Baca juga: Saat Doa Ibu Pemain Maroko Kalahkan Ambisi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2022 Bersama Portugal
Dalam unggahannya, Portugal memposting poster Fernando Santos dengan sederet prestasi yang ia berikan untuk Selecao des Quinas sejak September 2014.
"Cinta untuk segalanya, Tuan Fernando Santos. #VesteABandeira Terimakasih untuk semuanya, Pelatih Fernando Santos," tulis Portugal di Instagram resminya.
Sejatinya, pemecatan Fernando Santos dari kursi pelatih Portugal menyisakan banyak pertanyaan.
Pasalnya, pelatih berusia 68 tahun itu sebenarnya memiliki catatan statistik gemilang selama 8 musim menahkodahi Portugal.
Seperti diketahui, Fernando Santos resmi ditunjuk menjadi pelatih Portugal per 23 September 2014.
Baca juga: 4 Pelatih yang Pernah Berseteru dengan Cristiano Ronaldo, 2 Eks Pelatih Portugal sampai Didepak
Pelatih kelahiran Lisbon itu ditunjuk sebagai pelatih kepala Portugal tak lama seusai ia berpisah dengan Yunani per 30 Juni 2014.
Lantas, berapakah statistik Fernando Santos saat mengarsiteki Portugal di Piala Dunia 2022?
Dikutip TribunWow.com dari Transfermarkt, tercatat, Fernando Santos telah bukukan 109 laga dengan sukses bukukan 68 kali kemenangan, 21 imbang dan 20 kekalahan..
Dengan rasio gol, 231 memasukkan, 87 kebobolan, 225 poin dari 109 laga yang telah dimainkan.
Catatan statistik itu tentu saja tergolong impresif mengingat secara rasio kemenangan dan kekalahan terlampau jauh, begitu pula rasio memasukan dan kebobolannya.
Selain itu, dua gelar bergengsi antar negara benua biru juga sudah diberikan Fernando Santos.
Kedua gelar itu tak lain adalah EURO 2016 dan juga UEFA Nations League 2019.
Pada tahun 2016, Fernando Santos berhasil memberikan gelar EURO 2016 dengan mampu menumbangkan Prancis di hadapan publik sendiri dengan skor 1-0.
Saat itu, Eder mampu menjadi penentu kemenangan Seleccao des Quinas berkat gol sepakan keras dari luar kotak penalti.
Selang tiga tahun kemudian, giliran trofi UEFA Nations League edisi pertama 2019 yang diberikan oleh Fernando Santos.
Pada partai puncak, Portugal mampu menumbangkan Belanda dengan skor tipis 1-0 Senin (10/6/2019).
Gol tunggal Portugal dicatatkan oleh Goncalo Guedes di menit ke-60.
Dengan statistik apik tersebut, apakah didepaknya Fernando Santos ada andilnya seusai keputusan kontroversialnya mencadangkan Cristiano Ronaldo dalam dua laga penting Portugal?
Seperti diketahui, di babak 16 besar dan perempat final Piala Dunia 2022, Fernando Santos memilih mencadangkan Cristiano Ronaldo.
Meski mengaku hal itu merupakan taktikal, namun, banyak yang menilai hal itu tak terlepas dari performa buruk sang mega bintang.
Memang di laga pertama keputusan Fernando Santos terbukti jitu karena berhasil pukul Swiss dengan skor 6-1.
Namun, pada laga kedua, keputusan itu justru berbuah kekalahan dari Maroko dengan skor 0-1.
Hingga memunculkan kecaman keras dari legenda Portugal, Luis Figo.
Catatan Statistik Fernando Santos di Portugal
109 pertandingan, 68 kali menang, 21 imbang, dan 20 kali kalah (231 memasukkan dan 87 kebobolan).
Prestasi Fernando Santos
1. EURO 2016
2. UEFA Nations League 2019
Baca juga: Masih Hujat Cristiano Ronaldo? Ini 3 Jasa Besarnya untuk Portugal, Luis Figo Juga Akui Pencapaiannya
3 Kandidat Pengganti Fernando Santos
Resminya Fernando Santos berpisah dengan Portugal membuat beberapa nama pelatih penggantinya mulai bermunculan.
Dikutip TribunWow.com, berikut ini tiga calon kandidat pelatih pengganti Fernando Santos di Portugal seusai Piala Dunia 2022:
1. Andre Villas-Boas
Nama pertama yang mencuat sebagai kandidat pengganti Fernando Santos di Portugal tak lain adalah mantan pelatih kepala Chelsea, Andre Villas-Boas.
Sosok pelatih berusia 45 tahun itu saat ini tengah berstatus tanpa klub setelah mengakhiri kerjasamanya dengan Marseille di tahun 2021.
Bersama Marseille, Andre Villas-Boas catatkan 60 pertandingan dengan catatkan 29 kali menang, 13 imbang dan 18 kali kalah.
Sederet pengalaman dan gelar juara pernah ditorehkan oleh Andre Villas-Boas.
Terutama saat melatih FC Porto dan Zenit St.Petersburg.
Total 7 gelar ia rengkuh bersama kedua tim tersebut.
Baca juga: Saat Doa Ibu Pemain Maroko Kalahkan Ambisi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2022 Bersama Portugal
2. Jose Mourinho
Nama kedua sosok pelatih yang berpotensi menjadi pengganti Fernando Santos di Portugal adalah Jose Mourinho.
Tentu, sosok Jose Mourinho sudah tak perlu diragukan lagi kualitasnya sebagai satu di antara pelatih top di Eropa.
Klub-klub besar di Eropa pernah merasakan tuah magis dari pelatih berusia 59 tahun itu.
Sebut saja Real Madrid, Inter Milan, Chelsea, FC Porto dan Manchester United pernah diberikan gelar oleh pelatih berjuluk "The Special One" tersebut.
Terkini, Jose Mourinho berstatus sebagai pelatih AS Roma di Serie A Italia.
Dilansir TribunWow.com dari Dello Sport, nama Jose Mourinho santer dikabarkan sebagai kandidat terkuat pelatih Portugal sepeninggal Fernando Santos.
Bahkan, bakal ada klausul kontrak unik yang ditawarkan kepada Jose Mourinho untuk mau melatih Portugal.
Klausul tersebut tak lain adalah Jose Mourinho masih diperbolehkan untuk melatih Portugal sembari menjadi juru taktik AS Roma.
Meski menjadi kandidat kuat pengganti Fernando Santos, namun sosok Jose Mourinho memiliki rekam buruk hubungan dengan mega bintang Portugal, Cristiano Ronaldo.
Keduanya pernah berseteru kala sama-sama membela Real Madrid di La Liga Spanyol kurun waktu 2010 hingga 2013.
Bahkan, mantan penyerang Real Madrid asal Togo, Emmanuel Adebayor pernah mengumbar kutipan kritikan tajam Jose Mourinho kepada Cristiano Ronaldo saat tampil buruk.
"Semua orang mengatakan Anda pemain terbaik di dunia, jadi tunjukkanlah. Anda ternyata bermain buruk," kata Mourinho yang diungkap kembali oleh Emmanuel Adebayor.
3. Rui Jorge
Dibandingkan dengan dua kandidat lainnya, sosok pelatih Portugal U-21, Rui Jorge menjadi nama yang masih awam di telinga para pecinta bola dunia.
Pasalnya, Rui Jorge tercatat belum pernah melatih klub besar di Eropa tak seperti Jose Mourinho maupun Andre Villas-Boas.
Rui Jorge tercatat baru memiliki pengalaman besar sebagai pelatih kepala Portugal U-21 sejak 2010 hingga saat ini atau sudah selama 11 musim.
Bersama Portugal U-21, Rui Jorge tercatat mampu bukukan 111 pertandingan dengan catatkan 80 kali menang, 16 kali imbang dan 15 kekalahan dengan total raup 256 poin.
3 Jasa Besar Cristiano Ronaldo untuk Portugal
Seusai kegagalannya membawa Timnas Portugal merengkuh gelar juara Piala Dunia 2022, Cristiano Ronaldo kerap menuai banyak hujatan hingga kritikan.
Dilansir TribunWow.com, Cristiano Ronaldo tuai banyak kritikan dan hujatan imbas dari beberapa aksi kontroversialnya sebelum dan saat bermain di Piala Dunia 2022.
Sebelum beranjak ke Piala Dunia 2022, banyak yang menghujat Cristiano Ronaldo terkait aksi kontroversialnya yang membuka aib klub yang membesarkan namanya, Manchester United.
Bahkan sang mega bintang tak ragu menyebut Wayne Rooney dan Gary Neville yang notabene sebagai mantan rekannya dengan ungkapan "tikus".
Baca juga: Saat Doa Ibu Pemain Maroko Kalahkan Ambisi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2022 Bersama Portugal
"Bukan cuma dia, bayangkan bagaimana tikus-tikus lain yang sepertinya akan mengkritikku sekarang, tapi menyenangkan masih jadi nomor satu," kata Cristiano Ronaldo dikutip TribunWow.com dari kanal Youtube Piers Morgan.
Seusai permasalahannya dengan Manchester United berujung dengan pemutusan kontrak bersama, tensi panas mulai mereda.
Akan tetapi, kontroversi kembali dibuat oleh Cristiano Ronaldo saat bermain membela Portugal di Piala Dunia 2022.
Dari aksinya yang bersitegang dengan penyerang Korea Selatan, Cho Gue-Sung hingga aksinya yang meninggalkan lapangan di tengah momen perayaan kemenangan Portugal atas Swiss di 16 besar Piala Dunia 2022.
Sontak, aksi itu kembali mengundang banyak hujatan yang ditujukan kepada pemilik lima gelar ballon d'or tersebut.
Bahkan, banyak yang menilai karier Ronaldo sudah habis sembari membanding-bandingkannya dengan mega bintang asal Argentina, Lionel Messi.
Baca juga: Lihat Video Bek 20 Tahun Kroasia Dibuat Pusing Lionel Messi di Piala Dunia 2022, Ronaldo Kalah Telak
Meski saat ini kerap dirundung dengan kontroversi, namun Cristiano Ronaldo tak layak terus menerus mendapatkan hujatan tersebut.
Terlebih sebelumnya juga banyak yang mengabarkan jika para suporter Portugal menentang jika Cristiano Ronaldo terus dijadikan starter di lini depan Seleccao des Quinas.
Hal itu pernah mencuat sebelum laga kontra Swiss dan sebelum babak perempat final kontra Maroko.
Namun perlu diingat, jika Portugal tanpa Cristiano Ronaldo sebelumnya tak banyak diperhitungkan di dunia sepakbola.
Catatan itu dapat dilihat dari kiprah Portugal sebelum dan sesudah diperkuat oleh Cristiano Ronaldo.
Berikut ini catatan kiprah Portugal sebelum dan sesudah diperkuat oleh Cristiano Ronaldo:
Sebelum Diperkuat Cristiano Ronaldo
1. Lolos ke Piala Dunia sebanyak tiga kali
2. Lolos ke Piala Eropa tiga kali
3. Tidak mendapatkan trofi juara
Sesudah Diperkuat Cristiano Ronaldo
1. Lolos ke Piala Dunia sebanyak lima kali
2. Lolos ke Piala Eropa sebanyak lima kali
3. Dua trofi juara (EURO 2016 dan UNL 2018).
(TribunWow.com/Adi Manggala S)