Bom di Bandung

Potret Agus Sujatno, Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Kapolri Bongkar Sosoknya

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas kepolisian melakukan penutupan ruas jalan dan pengamanan sekitar lokasi ledakan diduga bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).

TRIBUNWOW.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengkonfirmasi sosok pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).

Dilansir TribunWow.com, pelaku adalah Agus Sujatno (34) atau yang biasa disebut Agus Muslim.

Menurut Listyo Sigit, pelaku adalah mantan narapidana yang terlibat bom panci di Cicendo, Jawa Barat.

Baca juga: Waspadai Bom Susulan, Pakar Duga Ledakan di Polsek Astana Anyar Lanjutan Teror Pakistan dan Thailand

Identitas pelaku tersebut diketahui melalui pencocokan sidik jari dan melalui sistem face recognition.

Dalam konferensi pers di sekitar lokasi Mapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Listyo Sigit memastikan sosok pelaku tersebut.

"Identitas pelaku adalah Agus Sujatno atau biasa dikenal dengan Agus Muslim," ungkap Listyo Sigit dikutip kanal YouTube KOMPAS TV, Rabu (7/12/2022).

"Yang bersangkutan pernah ditangkap karena peristiwa Bom Cicendo dan sempat dihukum 4 tahun. Di bulan September atau Oktober 2021 yang lalu yang bersangkutan bebas."

Pelaku diketahui tergabung dalam jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang juga terafiliasi dengan ISIS.

"Pelaku terafiliasi dengan JAD Bandung atau JAD Jawa Barat," kata Listyo Sigit.

"Dan saat ini tim terus bekerja untuk menuntaskan peristiwa yang terjadi."

Sosok Agus Sujatno alias Agus Muslim, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). (Istimewa via TribunCirebon)

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut 1 Polisi Tewas dan 9 Orang Luka-luka Akibat Bom di Polsek Astana Anyar Bandung

Terkait motif aksi teror tersebut, Kapolri menjelaskan adanya sejumlah barang bukti berisi protes terhadap Rancangan KUHP (RKUHP) yang baru disahkan DPR pada Selasa (6/12/2022).

"Di TKP kita temukan ada belasan kertas yang bertuliskan protes penolakan terhadap Rancangan KUHP yang baru saja disahkan," terang Listyo Sigit.

"Di mana di dalamnya membahas terkait masalah zina dan sebagainya."

Dikutip Tribunnews.com, Rabu (7/12/2022), Agus Sujatno diketahui memiliki nama alias Abu Muslim bin Wahid.

Pelaku lahir di Bandung, pada 24 Agustus 1988, dan merupakan warga Kecamatan Batununggal, Bandung Jawa Barat.

Lantaran terlibat kasus bom Cicendo, ia sempat ditahan di Lapas Kelas II A Pasir Putih, Nusakambangan, dan bebas pada 14 Maret 2021.

Agus Sujatno diketahui memiliki kemampuan merakit bom dan membuat bom panci bersama Yayat Cahdiat serta Abu Salam.

Saat ditangkap, Agus Sujatno mengaku belajar membuat bom dari internet dan membeli bahan-bahannya dari situs online.

Adapun jenis bom yang digunakan di Polsek Astana Anyar diduga menggunakan bahan peledak TATP atau Triaceton Triperoxide yang berdaya ledak besar.

Pelaku meninggal dalam insiden tersebut, sementara seorang polisi bernama Aiptu Sofyan juga dikabarkan gugur setelah sempat kritis.

Sementara itu, sembilan anggota polisi lainnya sedang dalam perawatan bersama korban seorang warga sipil yang kebetulan melintas.

Baca juga: 2 Bom Ditemukan di Polsek Astana Anyar Bandung, Pelaku dan 1 Polisi Tewas serta 9 Orang Luka-luka

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke-02.07:

Lanjutan Teror Pakistan dan Thailand

Pengamat politik dan terorisme Al Chaidar Abdul Rahman Puteh membeberkan analisa terkait insiden bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).

Dilansir TribunWow.com, melalui pola aksi, Al Chaidar menilai teror tersebut dilakukan oleh anggota kelompok yang berafiliasi dengan jaringan ISIS dan JAD.

Oleh sebab itu, ia menduga kuat insiden kali ini merupakan lanjutan dari kejadian serupa yang berlangsung minggu lalu di Thailand dan Pakistan.

Baca juga: Ledakan Kedua Terjadi di Polsek Astana Anyar Bandung, Ternyata Sumbernya Bukan dari Bom Bunuh Diri

"Kalau bom bunuh diri biasanya memang yang terakhir-terakhir ini dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi kepada ISIS," terang Al Chaidar dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (7/12/2022).

"Dan itu dilakukan dari rangkaian bom yang meledak minggu lalu di Pakistan dan di Thailand, kemudian rangkaiannya ke Indonesia."

Sebagai informasi, sebuah bom bunuh diri juga meledak di dalam sebuah mobil polisi di Pakistan pada Rabu (30/11/2022).

Seorang polisi dan dua warga sipil tewas sementara puluhan lainnya mengalami luka.

Sementara itu pada Selasa (6/12/2022), sebuah bom meledak di pinggir rel kereta api di Thailand selatan yang menewaksan setidaknya tiga orang.

Rangkaian teror bom tersebut, menurut Al Chaidar, diinisiasi oleh elompok yang berafiliasi pada ISIS.

Jika di Indonesia, kelompok yang dimaksud adalah Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Kelompok JAD ini biasanya melakukan serangan dan ditujukan kepada polisi. Seringkali juga mereka selain bawa bom, juga membawa senjata tajam, pisau dapur dan sebagainya," tutur Al Chaidar.

Pengamat politik dan terorisme Al Chaidar Abdul Rahman Puteh mengungkap dugaan terkait insiden bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut 1 Polisi Tewas dan 9 Orang Luka-luka Akibat Bom di Polsek Astana Anyar Bandung

Ia mengatakan bahwa masyarakat kini patut waspada.

Pasalnya, setelah terjadi aksi teror, maka tak jarang teror selanjutnya akan dilakukan oleh anggota keluarga pelaku yang lain.

"Pelakunya biasanya memang kalau tidak keluarga, suami istri dan anak, kadang-kadang juga wanita ataupun laki-laki. Dan biasanya kalau pelakunya laki-laki, biasanya diikuti oleh pelaku yang wanita kalau dia sudah berkeluarga," tutur Al Chaidar.

"Harus ada kewaspadaan, kemungkinan ini dilakukan juga nanti berikutnya oleh perempuan kalau dia sudah punya istri. Makanya kalau identitas sudah diketahui apakah punya istri, anak biasanya itu dilakukan secara berurutan."(TribunWow.com/Via)

Berita terkait lainnya