Terkini Daerah

Keluarga di Kalideres Diduga Akhiri Hidup Bersama, Temuan Mantra dan Kemenyan Pertegas Adanya Ritual

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pagar rumah lokasi penemuan empat mayat di perumahan Citra Garden Extension Blok AC5 Nomor 7, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat kini dipasang gembok. Terbaru, satu keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres, Jakarta Barat, diduga akhiri hidup bersama, Kamis (1/12/2022).

TRIBUNWOW.COM - Misteri kematian satu keluarga di Perumahan Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat semakin menunjukkan titik terang.

Dilansir TribunWow.com, ahli psikologi forensik Reza Indragiri menduga ada indikasi bahwa keluarga ini sepakat mengakhiri hidup bersama.

Hal ini dikaitkan dengan adanya aliran kepercayaan tertentu yang disimpulkan dari tulisan mantra dan kemenyan dan ditemukan pihak kepolisian.

Baca juga: Fakta Baru Ibu di Kalideres Sudah Tewas sejak Mei, Masih Disisiri dan Diberi Susu oleh Anak

Sebagaimana diketahui, Rudyanto Gunawan (71), istrinya Renny Margaretha (66), adiknya Budiyanto Gunawan (68) dan putrinya Dian Febbyana (42) ditemukan tewas di dalam rumah.

Keempatnya diduga meninggal dunia lantaran sudah beberapa waktu tak mengonsumsi makanan.

Anehnya, dua korban yakni Budiyanto dan Dian, diduga sempat hidup bersama jasad dua korban lain sejak Mei 2022.

Sementara itu, pihak kepolisian membeberkan bahwa sosok Budiyanto diduga menjadi orang yang dominan dalam keluarga tersebut.

Ia disinyalir menunjukkan sikap positif terhadap ritual tertentu.

Apalagi setelah ditemukan adanya barang-barang berupa kemenyan hingga tulisan yang diduga adalah mantra.

"Kami temukan fakta bahwa di TKP adanya dugaan mantra-mantra, kemudian ada kemenyan, kemudian termasuk tulisan mensyaratkan adanya barang-barang tertentu dalam ritual ini," terang Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi dikutip kanal YouTube Kompas TV, Kamis (1/12/2022).

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi membeberkan isi perpesanan dalam ponsel milik keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (25/11/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Terbongkar Isi Chat Hp Keluarga di Kalideres, Berisi Pesan Tak Berbalas hingga Transaksi Jual Barang

Memperkuat adanya indikasi pengaruh keyakinan tertentu, Reza menduga keluarga ini sepakat mengakhiri hidup bersama.

"Beberapa waktu lalu saya berspekulasi, tidak tertutup kemungkinan penyebab kematian keluarga tersebut adalah bunuh diri yang termotivasi oleh nilai spiritualitas tertentu. Mereka secara terencana ingin rest in peace. Meninggal dengan cara damai. Damai menurut mereka, tentunya," kata Reza dikutip Kompas.com, Kamis (1/12/2022).

Menurut Reza, Dian yang ditemukan meninggal terakhir di kamar yang terkunci, menjadi orang yang ditugasi menutup akses makanan ke keluarga tersebut.

"Anggota keluarga termuda meninggal dunia paling akhir, tidak tertutup kemungkinan bahwa kematian (bunuh diri) dilakukan berdasarkan kesepakatan bahwa anggota termuda tersebut harus menutup akses makanan bagi tiga anggota keluarga lainnya," imbuhnya.

Di sisi lain, ia mendesak agar kasus ini segera ditutup agar tak mendorong adanya tindakan serupa di masyarakat.

Karenanya, polisi perlu mengungkap akhir kasus tersebut meski dinyatakan sebagai persoalan yang tidak terpecahkan.

"Apa pun penyebab kematian satu keluarga di Kalideres itu, Ditreskrimum Polda Metro Jaya perlu selekasnya menyelesaikan pengungkapan kasus kematian di Kalideres tersebut. Termasuk apabila simpulannya adalah kasus tidak terpecahkan (unsolved case)," ujar Reza.

"Hal tersebut perlu dilakukan agar pemberitaan dan obrolan tentang kasus ini dapat juga segera dihentikan sehingga tidak mendorong terjadinya penularan bunuh diri (suicide contagion) di tengah masyarakat," lanjutnya.

Baca juga: Disebut Tidur, Petugas Teriak saat Temukan Ibu di Kalideres Ternyata Sudah Membusuk: Allahuakbar

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

3 Dugaan Penyebab Tewasnya Keluarga di Kalideres

Misteri penyebab meninggalnya satu keluarga di rumahnya, kawasan Citra Garden Extension 1, Kalideres, Jakarta Barat masih menjadi teka-teki.

Dilansir TribunWow.com, pakar Forensik Emosi dan Trainer Investigasi Handoko Gani mengungkapkan spekulasi yang mendorong kematian keluarga tersebut.

Ia membeberkan 3 dugaan penyebab yang bisa dikaji untuk memecahkan kasus janggal tersebut.

Baca juga: 1 Keluarga di Kalideres Dirumorkan Tewas Kelaparan, Kerabat Heran: Kalau Cuma Lapar Bisa Telepon

Menurut Handoko, kematian empat orang di Kalideres tersebut bisa terkait dengan aliran kepercayaan tertentu.

Ia menyinggung mengenai sekte kepercayaan di India yang menyiksa diri dengan berpuasa hingga meninggal.

Hal ini untuk menjawab mengapa tak ada sisa makanan yang ditemukan di tubuh korban.

"Ada kaitannya dengan aliran tertentu mungkin berpuasa hingga meninggal ada namanya Santhara dari India," terang Handoko dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (16/11/2022).

Meski begitu, belum diketahui apakah aliran kepercayaan semacam itu sudah menyebar di Indonesia.

Dugaan kedua, Handoko mengatakan bisa saja kematian satu keluarga ini terkait masalah psikologis.

Perkiraan ini muncul lantaran ada satu korban yakni DF (42) yang masih hidup selama dua minggu bersama jasad orangtuanya, RG (71) dan KM (66), serta pamannya BG (68).

"Bisa juga kaitannya dengan kelainan mental ada masalah dengan psikologis. Kemungkinan orang terakhir yang memaksakan suatu perlakuan tertentu kepada dua orang jenazah yang telah membusuk," ujar Handoko.

Baca juga: Rangkuman Kesaksian Para Tetangga, Sempat Lihat Korban Tewas di Kalideres Pakai Plastik di Kaki

4 mayat ditemukan di dalam satu rumah di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11/2022) sore. Saat 4 mayat ditemukan, kondisi di dalam rumah rapi. (Akun YouTube Tvonenews)

Di sisi lain, Handoko tidak mengesampingkan adanya dugaan kasus pembunuhan yang mungkin dilakukan pihak ketiga.

Namun, hal ini masih harus diselidiki secara seksama lantaran membutuhkan bukti-bukti yang kuat.

"Jadi ada dua kemungkinan seperti demikian. Kalau arahannya pembunuhan masih menunggu bukti-bukti misalnya apakah rumahnya rusak, ada barang yang hilang dan seterusnya," tandasnya.

Sebelumnya, mobil Honda Brio bernopol B2601 BRK milik keluarga yang tewas tersebut dilaporkan telah hilang.

Namun setelah dilacak polisi, mobil tersebut ditemukan di sebuah showroom mobil yang masih berada di kawasan Jakarta Barat.

Baca juga: Fakta Baru 1 Keluarga yang Ditemukan Tewas di Kalideres, Tetangga Soroti Sikap yang Sempat Berubah

Fakta ini diungkap oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi.

"Iya sudah, mobil keluarga yang tewas ditemukan," beber Hengki dikutip Tribunnews.com, Selasa (15/11/2022).

Mobil tersebut rupanya sudah dijual sejak bulan Januari awal tahun ini dengan harga Rp 160 juta.

Tak disangka, orang yang menjual adalah sang paman, BG (68) yang ikut menjadi korban tewas di dalam rumah.

"Mobil tersebut dijual oleh almarhum Budiyanto ke salah satu showroom di Kalideres pada Januari," terang Hengki.

Mobil tersebut saat ini masih berada di tangan pemilik dan belum dilakukan pemeriksaan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

>>https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Anda juga bisa menghubungi Hotline Psychology Mobile RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta 08122551001.

LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293) LSM Jangan Bunuh Diri adalah Lembaga swadaya masyarakat yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan jiwa. Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap mental illness dan meluruskan mitos serta agar masyarakat paham bahwa bunuh diri sangat terkait dengan gangguan atau penyakit jiwa. Kalian dapat menghubungi komunitas ini melalui nomor telepon (021 0696 9293) atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com.

(TribunWow.com/Via)

Berita terkait lainnya