TRIBUNWOW.COM - Klub kebanggaan Pasoepati dan Surakartans, Persis Solo, kini semakin kental dengan aroma Amerika Latin.
Dilansir TribunWow.com, rasa dan aroma Amerika Latin berasal dari empat pemain Persis Solo.
Di posisi bek tengah, terdapat dua pemain yang memiliki latar belakang negara Amerika Latin, Brasil.
Kedua pemain tersebut tak lain adalah Jaimerson Xavier dan Fabiano Beltrame.
Baca juga: PSIS Semarang Kerap Gaet Pemain Penting dan Ikon Milik Persis Solo, 3 Sosok Tak Terduga Masuk Daftar
Jaimerson Xavier merupakan pemain asing asal Brasil kelahiran Guarulhos 32 tahun silam.
Sementara di posisi bek tengah ada sosok Fabiano Beltrame pemain asal Brasil kelahiran Foz do Iguacu yang telah dinaturalisasi per tahun 2019.
Selain Jaimerson dan Fabiano, ternyata, Persis Solo juga memiliki pemain berdarah Brasil pada diri Kevin Gomes.
Seperti diketahui, bek kiri Persis Solo itu memiliki darah Brasil dari sang ayah sekaligus pelatih kondang di Liga Indonesia, Gomes de Oliviera.
Akan tetapi, Kevin Gomes bukan lah pemain yang dilahirkan dari Brasil melainkan berasal dari Surabaya 24 tahun yang lalu.
Tak hanya di lini belakang, di lini tengah Persis Solo juga menggunakan pemain asing asal Argentina.
Bahkan sosoknya sukses menyita perhatian dengan skill olah bolanya yang kerap diperlihatkan di gelaran Liga 1 2022.
Baca juga: Pemain Serba Bisa Persib Bandung dalam Masa Sulit, Persija Jakarta dan Persis Solo Yakin Tak Minat?
Pemain tersebut tak lain adalah Alexis Messidoro.
Alexis Messidoro merupakan pemain kelahiran Buenos Aires 25 tahun silam.
Dan pemain terakhir berdarah Amerika Latin tepatnya Brasil adalah Hugo Samir.
Hugo Samir merupakan pemain keturunan Brasil yang berasal dari sang ayah sekaligus eks pelatih Persis Solo, Jacksen F Tiago.
Meski memiliki darah Brasil, Hugo Samir adalah pemain asli Indonesia kelahiran Surabaya.
Selain lima pemain, belum lama ini, Persis Solo menunjuk pelatih asal Amerika Latin, tepatnya berasal dari Meksiko.
Sosok tersebut tak lain adalah Leonardo Medina.
Uniknya, Leonardo Medina didatangkan Persis Solo untuk menggantikan pelatih asal Amerika Latin sebelumnya yakni Jacksen F Tiago.
Hadirnya Leonardo Medina berpotensi besar merubah skema pemain asing yang saat ini dimiliki Persis Solo.
Dan satu nama pemain yang berpotensi akan tergantikan adalah Fernando Rodriguez Ortega.
Faktor usia dan belum lama ini kerap cedera bisa jadi dasar pendepakannya dari Persis Solo.
Terlebih, dari 5 pertandingan, Fernando Rodriguez Ortega belum mampu tampil maksimal meski pernah merumput di Indonesia.
Tercatat, pemain asal Spanyol itu baru menorehkan 1 gol dan 1 assist dari lima pertandingan.
Jika tak segera menemukan performa terbaiknya, bukan menutup kemungkinan sosoknya akan tergeser dari skuad Persis Solo di Liga 1 2022 dan akan digantikan pemain asal Amerika Latin lainnya.
Patut dinantikan kebijakan transfer Persis Solo di bawah komando Leonardo Medina di bursa transfer pertengahan musim Liga 1 2022.
Akankah memperkental aroma Amerika Latin dengan mengganti pemain di lini depan.
Atau justru akan merekrut pemain asal Eropa untuk hiasi kedalaman skuad Persis Solo di Liga 1 2022.
Baca juga: Bos Persis Solo Kaesang Pangarep Pamer Foto Prewedd dengan Erina Gudono, Pasoepati Curigai 2 Hal Ini
Potensi Skema yang Bakal Dimainkan Leonardo Medina
Pelatih anyar Persis Solo asal Meksiko, Leonardo Medina, akrab dengan skema yang berbeda dari pelatih sebelumnya, Jacksen F Tiago.
Dikutip TribunWowcom dari Transfermarkt, sepanjang kariernya, Leonardo Medina setidaknya pernah memainkan 5 skema berbeda.
Lima skema tersebut di antaranya adalah 4-3-3, 4-4-2, 4-1-3-2, 4-1-4-1 dan 4-2-3-1.
Namun, dilihat dari beberapa formasi yang pernah ia terapkan di beberapa tim sebelumnya, sosok Leonardo Medina lebih menyukai skema 4-3-2-1 atau 4-4-2.
Tentu, kedua skema itu diterapkan dengan pertimbangan yang berbeda.
Skema 4-3-2-1 menitikberatkan pada keseimbangan di antar lini baik menyerang, tengah dan bertahan.
Baca juga: PSIS Semarang dan Persis Solo Sempat Adu Sikut Gaet Sosok Pelatih, Sekarang Sudah Pasti Beda Selera?
Kekuatan pada skema tersebut ada di kedua sisi sayap yang bertugas memberikan asupan suplai bola kepada striker tunggal di lini depan.
Sementara formasi 4-4-2 lebih memperkuat lini tengah namun tetap mengandalkan kedua sayap dan memberikan daya dobrak lebih di lini depan dengan memasang dua penyerang tengah.
Empat gelandang yang bertugas di lini tengah yakni 2 gelandang sayap kiri-kanan, 1 gelandang jangkar dan 1 gelandang serang.
Tentu, jika melihat dari skema yang ada, Persis Solo nampak asing dan belum pernah menerapkan skema itu di era dua pelatih di musim ini.
Jacksen F Tiago dan Rasiman akrab dengan skema 4-3-3, jika Leonardo Medina benar diumumkan sebagai pelatih Persis Solo, praktis, skema itu berpotensi diubah.
Formasi 4-3-2-1 hampir mirip dengan skema 4-3-3 yang dimainkan oleh Persis Solo.
Maka tak sulit untuk menentukan siapa pengisis pos di sektor depan Laskar Samber Nyawa.
Sedangkan untuk formasi 4-4-2, Persis Solo nampaknya harus segera menemukan dua sosok yang bisa menerapkan skema itu di lini depan.
Mengingat formasi 4-4-2 membuat Persis Solo harus memainkan dua bomber secara bersamaan di lini depan.
Dan dua bomber yang diprediksi bakal mengisi pos itu dan berpotensi besar jadi duet maut adalah Samsul Arif dan Fernando Rodriguez Ortega.
Pasalnya, dalam beberapa terakhir keduanya kerap bergantian mengisi pos lini depan satu sama lain.
Menarik dinantikan skema apa yang akan diterapkan oleh eonardo Medina jika benar bakal melatih Persis Solo di gelaran Liga 1 2022. (TribunWow.com/Adi Manggala S)