TRIBUNWOW.COM - Beta Bayusantika (27) adalah satu dari banyak saksi mata yang menyaksikan langsung terjadinya tragedi di Itaewon yang menewaskan 153 orang.
Beta adalah warga negara Indonesia (WNI) yang kini sedang kuliah S2 di Universitas Hanyang.
Dikutip TribunWow dari koreatimes, pada hari Halloween Sabtu (29/10/2022), Beta sempat mengunjungi Itaewon.
Baca juga: Sejumlah Bar di Itaewon Masih Ramai Pengunjung seusai Terjadinya Tragedi Halloween
Beta diketahui sudah sebelum Covid-19 merencanakan ingin pergi ke Itaewon untuk menyaksikan gemerlapnya daerah tersebut.
Namun saat tiba di Itaewon pada pukul 21.00 waktu setempat, Beta menyaksikan bagaimana Itaewon begitu sesak dipenuhi kerumunan massa.
Dari ujung sebuah gang, Beta melihat banyak orang berdesak-desakkan berusaha keluar dari kerumunan.
"Saya mendengar orang-orang berteriak tolong, tolong, tolong," ungkap Beta.
Beta diketahui sempat melihat langsung tempat kejadian perkara (TKP) terjadinya desak-desakkan dan ratusan orang yang tewas tertindih.
"Petugas pemadam kebakaran dan polisi berada di sana, berusaha mengevakuasi sebanyak mungkin orang dari kerumunan. Banyak orang melakukan pertolongan CPR," ungkap Beta.
Angka terbaru menunjukkan 153 orang tewas dan 82 luka-luka akibat berdesak-desakkan dan terinjak-injak saat merayakan hari Halloween di Itaewon, Yongsan-gu, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (29/10/2022).
Itaewon Penuh Gang-gang Sempit
Dikutip TribunWow dari Kompastv, menurut penjelasan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto, Itaewon terkenal menjadi tempat berkumpul remaja dan anak-anak muda berusia 20-30 tahun.
Para remaja tersebut biasa berkumpul tiap malam untuk sekadar nongkrong hingga makan dan minum-minum.
Gandi menceritakan, daerah Itaewon selalu ramai bahkan di hari biasa.
"Menurut catatan semalam pada saat peringatan Halloween, ada 300 ribu orang di sana," ujar Gandi, Minggu (30/10/2022).
"Dan perlu diketahui, Itaewon ini daerahnya tidak terlalu luas."
"Restoran dan bar itu berada di tempat-tempat gang yang sempit," ungkap Gandi.
Baca juga: Penuh Orang Berkostum Rayakan Halloween, Ini Penampakan di Itaewon sebelum 151 Orang Tewas Terinjak
Dikutip TribunWow dari koreatimes.co.kr, mayoritas korban tagedi di Itaewon diketahui berusia 20an tahun.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (29/10/2022) malam ketika ratusan orang berbondong-bondong mendatangi Itaewon yang terkenal sebagai distrik tempat hiburan malam.
Di sebuah lorong kecil sempit menurun, ratusan orang tergencet karena berdesak-desakkan di tempat tersebut.
Dari total 151 orang yang tewas, 19 di antaranya adalah warga negara asing.
Sebanyak 82 orang mengalami luka yang mana 19 di antaranya luka serius.
Informasi ini disampaikan oleh Choi Seong-beom selaku kepala pemadam kebarakan di Yongsan.
Jumlah korban yang tewas adalah 97 wanita dan 54 pria.
Acara halloween ini menuai perhatian banyak warga karena ini merupakan acara pesta pertama yang digelar setelah tiga tahun adanya peraturan ketat karena pandemi Covid-19.
Pada video yang beredar tampak aparat berwenang melakukan pertolongan CPR kepada para korban yang berjatuhan.
Terkait insiden ini, Presiden Korsel Yoon Suk-yeol menyatakan telah memberikan instruksi kepada otoritas berwenang untuk melakukan investigasi mendalam.
Dalam insiden di Itaewon, total ada 848 aparat termasuk 346 pemadam kebakaran dikerahkan ke Itaewon.
Sementara ini pihak kepolisian tengah melakukan investigasi terhadap bar dan klub malam di Itaewon apakah mematuhi aturan keamanan yang berlaku atau tidak. (TribunWow.com/Anung)