Liga 1

3 Pelatih dengan Taktik Modern Jitu: Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM, Siapa Angkat Gelar?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelatih Persib Bandung Luis Milla (kiri), Persija Jakarta Thomas Doll (tengah) dan PSM Makassar Bernardo Tavares (kanan). Tiga pelatih dengan taktik modern jitu, siapa yang bakal berpotensi angkat gelar?

TRIBUNWOW.COM - Setidaknya, hingga pekan ke-11 Liga 1 2022, ada tiga pelatih dengan taktik modern yang terbukti jitu berikan andil besar kepada Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar.

Dilansir TribunWow.com, ketiga pelatih milik Persib Bandung, Persija Jakarta dan PSM Makassar sukses terapkan skema taktik modern yang berpotensi berikan gelar juara Liga 1 2022.

Ketiga tim itu saat ini bertengger di posisi 10 besar yang tentu saja masih memiliki asa besar untuk menggusur Borneo FC di posisi teratas.

PSM Makassar masih memiliki selisih 1 poin dari Borneo FC, sementara Persija Jakarta memiliki selisih dua poin dari Pesut Etam.

Baca juga: Kabar Gembira Sinyal Damai Bobotoh-Jakmania: Persib Bandung-Persija Jakarta Telah Lakukan 2 Hal Ini

Sedangkan Persib Bandung berada di posisi ke-8 dengan memiliki selisih 7 poin dari Borneo FC.

Berikut ini, tiga pelatih dengan taktik modern jitu yang berpotensi beri gelar untuk timnya:

1. Luis Milla (Persib Bandung)

Di Persib Bandung, kedatangan Luis Milla per 22 Agustus 2022 langsung memberikan efek nyata.

Luis Milla menggantikan Robert Alberts di tengah terpuruknya performa Persib Bandung.

Masuknya Luis Milla langsung mentransformasi taktik yang biasa digunakan oleh Persib Bandung.

Jika di era Robert Alberts, Persib Bandung akrab dengan skema 4-4-2.

Kini, bersama Luis Milla, Persib Bandung memainkan skema 3-4-3 atau yang bisa diubah langsung dengan skema 5-4-1 atau 5-3-2.

Skema itu saat ini membuahkan hasil dengan mampu membuat Persib Bandung menyapu bersih tiga laga bersama Luis Milla dengan kemenangan.

Debut manis Luis Milla bersama Persib Bandung. Menyikapi tragedi Kanjuruhan agar tidak kembali terulang, Luis Milla meminta suporter di seluruh Indonesia agar lebih dewasa menerima hasil bertanding tim kesayangannya. (twitter/persib)

Baca juga: Suporter Persis, PSS hingga PSIM Sepakat Berdamai, Sinyal Fan Persib-Persija Segera Menyusul Islah?

2. Thomas Doll (Persija Jakarta)

Tak jauh berbeda dengan Luis Milla, pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll juga akrab dengan skema modern.

Skema modern yang kerap dimainkan oleh Thomas Doll di Persija Jakarta adalah 5-3-2, 5-4-1 dan 3-4-3.

Taktik modern ala Thomas Doll terbukti ampuh di Persija Jakarta dengan sukses bukukan 6 kali menang, 3 imbang dan 1 kali kekalahan.

Kolase foto pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll (kiri) dan skuad Macan Kemayoran di gelaran Liga 1 2022 (kanan). (Instagram @persija)

Baca juga: Transfer Meragukan Madura United Justru Menawan: Persib Dilibas di GBLA, Persija Dibuat Gigit Jari

3. Bernardo Tavares (PSM Makassar)

Pelatih dengan taktik modern berikutnya adalah pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares.

Didatangkan PSM Makassar per 10 April 2022, Bernardo Tavares mampu mengubah Juku Eja menjadi tim kandidat juara di Liga 1 2022.

Padahal, musim lalu, tim yang bermarkas di Stadion Andi Mattalata itu hampir saja terdegradasi ke Liga 2 2022.

Tercatat, dibandingkan Thomas Doll dan Luis Milla, Bernardo Tavares paling konsisten menerapkan skema 3-5-2.

Bahkan dapat dikatakan, dari 10 pertandingan PSM Makassar, pelatih asal Portugal itu terus memainkan skema 3-5-2 yang nampak sudah klop dengan permainan Wiljan Pluim dkk.

Lebih lanjut, berkat formasi modern ala Bernardo Tavares, kini PSM Makassar beranjak dari tim yang hampir terdegradasi musim lalu menjadi tim yang diperhitungkan dalam perebutan gelar juara Liga 1 2022.

Jika konsisten tampil menawan, bukan menutup kemungkinan Bernardo Tavares akan ungguli Thomas Doll dan Luis Milla.

Kolase foto pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, memimpin sesi latihan tim (kiri), striker anyar Juku Eja, Everton Nascimento (kanan). (Instagram @psm_makassar)

Luis Milla Dibuat Bingung Imbas Laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya

Pelatih Persib Bandung, Luis Milla, mengaku masih kebingungan untuk mencari cara menjaga motivasi timnya yang tengah alami tren menanjak hingga pada akhirnya Liga 1 2022 diberhentikan sementara waktu.

Dikutip TribunWow.com dari laman resmi persib.co.id, Luis Milla merasa, satu pekerjaan berat menanti semua pelatih di Liga 1 2022 imbas dari kerusuhan yang terjadi di laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

Menurut Luis Milla, dalam situasi pemberhentian sementara Liga 1 2022, pelatih-pelatih harus segera mencari alternatif program latihan lain sembari menunggu kejelasan kapan kompetisi akan digulirkan kembali.

Program latihan itu tentunya ditujukan untuk memberikan motivasi bagi para pemain di tengah situasi sulit seperti saat ini.

Baca juga: Ciro Alves Unggah Foto Kenangan di Kanjuruhan saat Persib Kontra Arema, Bobotoh Banjiri Postingannya

“Ini masalah besar bagi semua pelatih, termasuk saya. Dengan situasi saat ini, kita harus mencari alternatif dan mencoba membuat pemain tetap termotivasi,” kata Milla di Stadion Persib, Senin, 3 Oktober 2022.

Menurut pelatih berkebangsaan Spanyol itu, pentingnya menjaga motivasi bagi para pemain Persib Bandung tak terlepas dari trend menanjak tiga pertandingan Maung Bandung di gelaran Liga 1 2022.

Dalam tiga laga terkini Persib Bandung, klub berjuluk Maung Bandung itu sukses menumbangkan RANS Nusantara FC, Arema FC dan Barito Putera.

Patut dinantikan terobosan apa yang bakal diberikan Luis Milla menghadapi situasi pelik gelaran Liga 1 2022 guna siasati masalah besar yang berpotensi menimpa skuad Persib Bandung.

Penggawa Persib Bandung (kiri) dan Luis Milla (kanan) pada postingan Instagram @persib @luismillacoach.

(TribunWow.com/Adi Manggala S)


Baca Berita Terkait