TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan atau yang akrab Iwan Bule, diminta mundur oleh warganet seusai terjadinya kerusuhan di laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Dilansir TribunWow.com, pada pekan ke-11 Liga 1 2022 lalu, pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya harus diakhiri dengan kericuhan yang terjadi antara suporter dengan pihak keamanan.
Pada pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022), ratusan suporter yang turun ke lapangan membuat pihak keamanan kewalahan dalam mengamankan situasi.
Alhasil, gas air mata ditembakkan oleh pihak keamanan dan membuat jatuhnya ratusan korban jiwa pada laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut.
Baca juga: Bersamai Aremania hingga Meninggal, Gelandang Arema FC Ungkap 2 Permintaan Terakhir di Kanjuruhan
Buntut dari kejadian kerusuhan yang terjadi pada laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut, PSSI dan PT LIB selaku operator Liga 1 2022 mendapatkan banyak sorotan.
Dilansir TribunWow.com, banyak warganet yang menyayangkan adanya jam pertandingan Liga 1 2022 yang terlalu malam.
Dengan jam kick-off yang terlalu malam, maka akan membahayakan keamanan dan kenyamanan penonton dalam menikmati Liga 1 2022.
Selain itu, banyak warganet yang menyayangkan adanya kekerasan yang dilakukan oleh warganet kepada suporter di laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Bahkan, penggunaan gas air mata oleh pihak keamanan juga disinyalir telah menyalahi aturan yang telah ditetapkan oleh FIFA.
Baca juga: Imbas Tragedi Arema FC Vs Persebaya, Bos Persis Solo Pinta Pasoepati dan Rivalnya Ini untuk Berdamai
Munculnya gelombang kekecewaan terhadap kepemimpinan PSSI membuat warganet mendesak Iwan Bule untuk mundur dari jabatannya.
Dilansir TribunWow.com dari Instagram @mochamadiriawan84 pada Senin (3/10/2022), tampak warganet ramai-ramai meminta Iwan Bule mundur dari Ketum PSSI sebagai bentuk tanggungjawab atas tragedi Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut.
Kecewanya warganet disinyalir karena Iwan Bule yang tidak terlalu tampak kurang tegas saat menjadi Ketum PSSI
Bahkan, saat Iwan Bule memimpin konferensi pers tragedi Arema FC melawan Persebaya Surabaya, ia mendapat sorotan karena blunder saat mengucapkan kata pembukaan.
Pada pembukaan konferensi pers, Iwan Bule mengucapkan kata "Hadirin yang berbahagia" yang tentunya konteksnya sangat kontradiktif dengan suasana duka yang terjadi akibat tragedi dari Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Baca juga: Liga 1 Resmi Dihentikan oleh PSSI Imbas Insiden Arema Vs Persebaya hingga Waktu yang Tak Ditentukan
"#mundurlah," tulis akun @hilmandonny.
"Nggak malu apa bos? #mundurjabatan," komentar akun @sena.adit25.
"#mundurboss....," ujar akun @yaniarief21.
"Setelah masalah ini clear dan tanggung jawab sudah selesai, tolong untuk seluruh elemen diPSSI bisa gentle MUNDURRR dari jabatannya," unggah akun @stadiuminfrastructure.
"ANGKAT KAKIMU DARI SEKARANG #IBULOUT," ujar akun @penghuni_tribun12.
"#ketuapssimundur," ucap akun @wahidcanaryfarm.
Baca juga: Laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya Telan Korban Jiwa, Ketum PSSI Didesak Suporter Lakukan Hal Ini
Ketum PSSI Blunder Fatal saat Ucap Bela Sungkawa
Ketum PSSI, Mochamad Iriawan melakukan blunder saat mengucapkan belasungkawa atas tragedi naas di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Diketahui, sepak bola tanah air tengah berduka seusai 125 orang dikabarkan meninggal dunia setelah menyaksikan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan di pekan ke-11 Liga 1 2022/2023, Sabtu (11/10/2022).
Dari 125 orang tersebut, dua di antaranya adalah anggota kepolisian dan sisanya ialah pendukung setia Arema FC, Aremania.
Dilansir TribunWow.com dari Kanal YouTube Kompas, Minggu (2/10/2022), pria yang kerap disapa Iwan Bule tersebut menyetus kata "berbahagia" saat hendak mengucapkan duka citanya.
Momen bermula ketika Iwan Bule diberi kesempatan untuk memberi sambutan saat konferensi pers di Stadion Kanjuruhan.
Iwan Bule terlebih dulu mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pemuda Olah Raga (Menpora), Zainudin Amali, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
"Terima kasih pak Menpora, Kapolri yang saya hormati, Ibu Gubernur (Jawa Timur), hadirin sekalian yang berbahagia," cetus Iwan Bule.
Ucapan tersebut seketika menjadi viral dijagat maya dan disorot tajam oleh netizen.
Akun @narasinewsroom pada Minggu (3/10/2022) turut me-repost (unggah ulang) ucapan blunder dari Iwan Bule tersebut.
Warganet geram dan mengkritik tajam sepenggal kalimat yang diucapkan oleh pria berusia 60 tahun tersebut.
Kata "berbahagia" yang diucapkan oleh Iwan Bule tersebut tak pantas disampaikan di tengah duka yang menyelimuti suporter Arema FC, Aremania dan pecinta sepak bola Tanah Air.
Tak sedikit warganet yang geram lalu mengungkit kesalahan atau hal tak pantas yang pernah dibuat Iwan Bule beberapa waktu lalu.
"Tonggak sejarah telah terukir bahwa kita mempunyai ketum PSSI yang tidak malu ikut2 angkat piala, tidak malu menaikkan citranya untuk kepentingan politik lewat spanduk dan media dan di masa ketum ini pula terjadi tragedi berdarah paling bersejarah. Selamat Iwan yang berbahagia," tulis @ponbid_..
"Ini yg namanya muscle memory. Ngomong udh ga pake mikir lagi. Kalimat yg keluar dari mulut ya berdasarkan template yg sering dipakai aja," tulis @m.arifhendra.
"Pengin tanya yang lagi bahagia yang mana pak ibul?..," tulis @irvans.12.
"Sopo pak sing lagi bahagia? Q ket awan mbrebes mili adik e koncoku 2 meninggal, mekerno perasaane bpk ibuk e sing semapot" gak mentolo kok, isane lagi bahagia (siapa yang lagi berbahagia? saya dari tadi siang menangis melihat adik dari teman-teman saya meninggal dunia. Tolong dipikirkan perasaan orang tua yang syok kehilangan anaknya,-red)," tulis @nikmatuz_zuhro.
"Gak bisa banget ya para pejabat itu di training public speaking????," tulis @rynaldifathurrizky.
(TribunWow.com/Aulia/Krisna)