TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanggapi sikap Partai Nasdem yang urung mengusungnya sebagai kandidat capres dalam Pemilu 2024.
Dilansir TribunWow.com, alih-alih Ganjar Pranowo, partai Nasdem justru memilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai jagoannya.
Menanggapi hal ini, Ganjar hanya memberi tanggapan singkat sembari berlalu.
Baca juga: Sama-sama Rajin Blusukan, Anies Baswedan Disebut Lebih Kaku ketimbang Ganjar gara-gara Hal Ini
Diketahui dalam penutupan Rakernas Nasdem, Jumat (17/6/2022), Ketua Umum Partai Surya Paloh mengumumkan tiga kandidat rekomendasi bakal calon presiden.
Tiga nama tersebut adalah, Ganjar, Anies, serta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Namun, pada hari ini, Senin (3/10/2022), Surya Paloh mengumumkan bahwa partainya telah memilih Anies dibanding dua kandidat lain.
Saat ditanya terkait hal ini, Ganjar yang ditemui saat memimpin rapat koordinasi forkopimda di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, hanya menjawab singkat.
"Semua partai punya haklah," ungkap Ganjar dikutip kanal YouTube Tribun Jateng, Senin (3/10/2022).
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Populer di Kalangan Pemilih Muda, tapi Kalah saat Ditandingkan Anies Baswedan
Ketika ditanya pesannya sebagai Ketua Kagama (Keluarga Universitas Gadjah Mada) kepada Anies, Ganjar justru mengelak.
Ia menolak berkomentar dan hanya menilai wajar pergerakan arus politik yang disebutnya dinamis.
"Oh, enggak, ini politik urusannya, dinamis saja," tandasnya.
Ganjar pun berpamitan dan tampak tergesa-gesa berlalu dari kejaran awak media.
Di sisi lain, dikutip dari Kompas.com, Surya Paloh membeberkan alasannya lebih memilih Anies dibanding Ganjar ataupun Andika.
Ditemui di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022), ia menekankan Anies terpilih karena alasan yang sederhana.
Menurut Surya Paloh, Anies merupakan sosok terbaik yang sesuai kriteria partai dibandikan dua tokoh lainnya.
"Pilihan capres Nasdem adalah yang terbaik daripada yang terbaik. Inilah akhir Nasdem memberikan seorang sosok Anies Baswedan," ungkap Surya Paloh.
"Kenapa Anies Baswedan? Jawabannya: Why not the best?"
Baca juga: Sama-sama Rajin Blusukan, Anies Baswedan Disebut Lebih Kaku ketimbang Ganjar gara-gara Hal Ini
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Tanggapan Puan Maharani
Di sisi lain, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani sempat menanggapi hasil Rapat Kerja Nasional (rakernas) Partai NasDem sebelumnya.
Dalam rakernas tersebut, Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP Ganjar Pranowo masuk dalam usulan menjadi bakal calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Terkait hal ini, Puan menilai tak ada masalah dan justru membuka kemungkinan berkoalisi, termasuk dengan partai pimpinan politikus Surya Paloh tersebut.
Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Sabtu (18/6/2022), Puan menilai kerja sama antar partai bisa dilakukan dengan pihak mana pun.
Ditemui di sekolah partai DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ia memberikan jawaban soal berkoalisi dengan partai NasDem.
"Ya bisa saja, kita ini berkoalisi dengan siapa saja. Kalau saya kalimatnya bukan koalisi, tapi kerja sama. Bisa saja kita bekerja sama untuk membangun bangsa dan negara ini," ujar Puan, Sabtu (18/6/2022).
"Ini masih lama (pemilu), masih hampir kurang lebih satu tahun setengah lagi. Jadi masih punya kesempatan untuk kita mematangkan kerja sama yang konkret untuk bangsa dan negara."
Baca juga: Posting Foto Berpose di Bawah Baliho Puan 2024, Ganjar Justru Banjir Dukungan Warganet
Mengenai Ganjar sebagai kadernya yang justru diusulkan menjadi bakal capres, Puan menyebut PDIP tak terganggu dengan hasil tersebut.
"Oh ya enggaklah. Itu kan masalah internal setiap parpol. Masing-masing punya mekanismenya. Jadi, biasa saja," terang Puan.
"Menurut saya sah-sah saja."
Mengenai nama Ganjar yang muncul sebagai bakal capres, Puan menerangkan bahwa penentuan bakal capres PDIP merupakan hak prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Jadi semua kader partai yang nantinya akan diberi amanah oleh Ibu Ketua Umum sesuai kongres itulah yang akan menjadi bakal capres dan cawapres dari PDIP sesuai mekanismenya. Kita berpegang pada itu aja," ujar Puan menekankan.
Sementara itu, ditemui pada kesempatan berbeda, Ganjar telah memberikan respons mengenai pengusulannya sebagai bakal capres oleh partai NasDem.
Sebagai kader PDIP, Ganjar menegaskan bahwa dirinya akan patuh kepada keputusan Megawati.
Meskipun ia memberikan apresiasi dan penghormatan atas partai lain yang sudah mendukungnya untuk maju.
“Ya semua orang bisa memberikan, kami menghormati partai apa pun, gitu ya, karena saya anggota PDIP tentu keputusan tegak lurus pada Ibu Ketum. Itu sudah menjadi rumus seluruh anggota partai,” ujar Ganjar.
Adapun mengenai potensinya untuk maju menjadi bakal capres dari PDIP, gubernur tersebut kembali menyerahkan pada keputusan Ketua Umum.
"Semua tegak lurus pada keputusan dan itulah yang sudah menjadi keputusan kongres, (pemilihan capres) itu prerogatif penuh Ibu ketua umum," tegasnya.(TribunWow.com/Via)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas .com dengan judul "Nasdem Resmi Deklarasikan Anies Baswedan Jadi Capres 2024"