Terkini Nasional

Ditantang Lukas Enembe, KPK Komentari Tambang Emas yang Disinyalir Palsu: Sampaikan Saja

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Papua Lukas Enembe. Terbaru, KPK buka suara soal tambang emas Lukas Enembe yang diduga palsu, Rabu (28/9/2022).

TRIBUNWOW.COM - Kepemilikan tambang emas Gubernur Papua Lukas Enembe disebut sebagai kebohongan oleh warga setempat.

Dilansir TribunWow.com, tambang emas tersebut mulanya diakui sebagai sumber kekayaan Lukas Enembe.

KPK yang sempat ditantang untuk datang dan membuktikan keberadaan tambang emas itu pun memberikan komentar.

Baca juga: Kebohongan Terungkap, Lukas Enembe Ternyata Tak Punya Tambang Emas, Warga Tolikara: Belum Beroperasi

Diketahui, Lukas Enembe diduga terlibat kasus dugaan penerimaan gratifikasi Rp 1 miliar dan korupsi Rp 560 miliar.

Pengacaranya, Stefanus Roy Rening dan Aloysius Renwarin bersikeras uang yang digunakan Lukas Enembe berasal dari hasil tambangnya sendiri.

Namun hal ini dibantah oleh masyarakat di kaki Gunung Kembu, Wanui dan Kasuwi, pemilik hak ulayat Kabupaten Tolikara, Papua.

Mereka berunjuk rasa dan menolak klaim bahwa tambang emas tersebut sudah beroperasi pun sudah berizin.

Tokoh pemuda Tolikara, Misai Erelak (tengah baju merah), membantah adanya aktivitas penambangan emas milik Gubernur Papua Lukas Enembe, Rabu (28/9/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Tak Bantah Lukas Enembe Berjudi, Jubir Komentari Bukti Foto Beredar: Ini Memperkeruh Suasana

Ditemui di gedung KPK, Jakarta, Rabu (28/9/2022), Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengimbau agar Lukas Enembe segera bertemu penyidik.

Terkait tambang emas atau sumber kekayaan lain, Lukas Enembe bisa menyampaikan hal tersebut pada penyidik.

"Tambang emas atau apa pun itu, silahkan sampaikan saja ke dalam pemberian keterangan di depan teman-teman penyidik," ujar Nawawi dikutip KOMPASTV.

Ia pun meminta Lukas Enembe untuk tidak terlalu khawatir karena dalam penyidikan, KPK sementara tidak akan menuntut bukti.

"Tidak ada proses pembuktian di tahap penyidikan," imbuhnya.

Menurut Nawawi, meski nantinya terbukti kekayaan Lukas Enembe benar berasal dari tambang emas, hal ini tak akan berpengaruh ke proses penyidikan.

Ia pun membeberkan adanya 3 alasan yang memungkinkan penyidikan tersebut dihentikan.

"Penyidikan hanya bisa dihentikan dengan tiga alasan, yang pertama kalau tidak ditemukan cukup bukti," jelas Nawawi.

"Yang kedua kalau kemudian para penyidik itu mengklaim bahwa perkara ini bukan perkara pidana."

"Yang ketiga kalau penyidikan itu dihentikan demi hukum, misalnya tersangka meninggal dan sebagainya, kadaluwarsa perkaranya."

Baca juga: Diduga Korupsi Ratusan Miliar, Isi Rekening Gubernur Papua Lukas Enembe Diungkap Mahfud MD

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 02.13:

Kuasa Hukum Lukas Enembe Tantang KPK

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe diklaim memiliki tambang emas pribadi di kampung halamannya.

Dilansir TribunWow.com, hasil tambang itu disebut menjadi penyumbang terbesar kekayaan Lukas Enembe.

Bahkan, pihak Lukas Enembe menantang KPK untuk meneliti dan membuktikan hal tersebut.

Baca juga: Lukas Enembe Mangkir, Kantor Staf Presiden Soroti Dugaan Penyimpanan Uang di Kasino Singapura

Sebagaimana diketahui, Lukas Enembe awalnya dituding mendapat gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Setelah diselidiki, PPATK justru menemukan aliran dana janggal yang bernilai lebih dari setengah triliun rupiah.

Ditemukan adanya uang Rp 71 miliar di rekening dan Rp 560 miliar di kasino Singapura yang diduga merupakan tindak pencucian uang.

Kini, Lukas Enembe pun menjadi tersangka koruptor yang masih terus dibantah oleh pihaknya.

Bahkan, sang gubernur justru mengorganisasi massa untuk melakukan unjuk rasa dan berjaga di sekitar rumahnya membawa senjata tajam.

Kuasa hukum Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, turut membantah bahwa kliennya melakukan korupsi.

"Memang Pak Lukas punya tambang emas di kampungnya, di sana menghasilkan emas yang sangat luar biasa," kata Aloysius dikutip kanal YouTube tvOneNews, Kamis (22/9/2022).

"Tambangnya dikelola oleh rakyatnya, masyarakat kampung di sana."

Gubernur Papua Lukas Enembe saat melihat spanduk berisi dukungan dari para simpatisannya yang menolak penetapannya sebagai tersangka kasus korupsi, Rabu (21/9/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: PPATK Sebut Ada Transaksi Rp 560 Miliar dari Lukas Enembe ke Kasino di Luar Negeri: Setoran Tunai

Aloysius bahkan menantang pihak KPK untuk datang dan melakukan peninjauan di lokasi tambang tersebut.

Ia menekankan bahwa Lukas Enembe yang diklaim sedang sakit, sangat terbuka mengenai hal ini.

"Bisa dibuktikan, nanti bisa diantar ke kampungnya langsung dengan helikopter ke sana dan bisa melihat langsung kalau KPK mau meneliti ke sana," ungkap Aloysius.

"Beliau sangat terbuka, tidak susah nanti, bisa berkunjung langsung ke kampungnya, lihat tambangnya."

"Memang Papua sangat kaya dengan emas dan segala macam mineral di negeri ini."

Sementara itu, ditilik dari data E-LHKPN ada peningkatan harta Lukas dari tahun 2020 ke 2022 sebesar Rp 12.5 miliar.

Menurut data dari E-LHKPN, tahun: 30 April 2020/Periodik 2019, Lukas memiliki total harta Rp 21.190.182.290.

Sedangkan pada periode 31 Maret 2022/periodik 2021 memiliki total harta Rp 33.784.396.870.

Jumlah harta tersebut meningkat paling mencolok di kepemilikan tanah dan transportasi.

Ia kini memiliki tanah dan bangunan senilai Rp. 13.604.441.000, serta alat transportasi dan mesin senilai Rp. 932.489.600.(TribunWow.com)

Berita terkait lainnya