Pilpres 2024

Berita Anies Baswedan: Curiga Demokrat Cari Simpati demi 2024, PAN Tanggapi Gosip Anies akan Dibui

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjajal menjadi sopir angkot Janglingko atau Mikrotrans, 25 September 2022.

TRIBUNWOW.COM - Beredar lewat WhatsApp sempat heboh pernyataan dari Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief yang menyatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan dipenjara untuk menjegal Anies di 2024 nanti.

Andi Arief juga sempat menyatakan bahwa pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hanya ingin ada dua calon dalam Pilpres 2024 nanti.

Dikutip TribunWow dari Tribunnews, Andi Arief berdalih apa yang ia sampaikan adalah untuk konsumsi internal.

Baca juga: Berita Anies Baswedan: Anies Bocorkan Persiapan Jadi Capres di 2024: Komunikasi dengan Teman-teman

Ia juga menegaskan ada beberapa bagian yang dipotong sehingga bisa menyebabkan kesalahpahaman.

Di sisi lain, menanggapi viral pernyataan Andi Arief, Partai Amanat Nasional (PAN) justru mencurigai Demokrat tengah membangun branding atau imej sebagai korban demi meningkatkan popularitas mereka di Pilpres 2024.

“Ada invisible hand, power hand, kriminalisasi ketua umum partai, dan cerita-cerita horor itu hanya membuat polusi udara politik Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi saat dihubungi, Selasa (27/9/2022).

“Seakan ada skenario jahat dari pemerintah untuk menghalalkan segala cara dalam menghadapi Pilpres 2024."

“Apakah nanti akan terbangun persepsi sebagai kaum yang terzalimi, dihajar, ditekan, sehingga mendapat simpati publik untuk tujuan elektoral,” jelas Viva.

Viva menyarankan agar seluruh partai politik (parpol) menyebar narasi positif yang konstruktif untuk peradaban bangsa.

“Jangan dong dengan menebar narasi-narasi yang tidak produktif. Rakyat sudah cerdas atas peristiwa dan drama-drama politik. Tidak akan dibeli rakyat,” tuturnya.

Baca juga: Berita Anies Baswedan: NasDem Disebut Harus Tumbalkan 3 Menterinya demi Koalisi Oposisi dan Anies

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. Andi Arief menyampaikan klarifikasi atas video yang beredar di jejaring sosial WhatsApp, Senin (26/9/2022). (Tribunnews/Ilham Rian Pratama)

Berikut potongan pernyataan Andi Arief dalam video yang beredar.

Andi Arief menyebut wacana dua calon ini muncul ketika parpol-parpol berencana membentuk koalisi termasuk Demokrat.

"Silakan saja mau dimuat, muatlah, SBY bukan orang sembarangan. Informasinya kualitasnya dia cek satu per satu."

"Dia sudah ketemu semua pimpinan partai kecuali PDIP, Semua mengeluh."

"Dia sudah mendengar langsung skenario dua pasang. Lalu dia melakukan pengecekan kepada orang yang mendengar langsung dari mulutnya Pak Presiden (Jokowi)."

"Pak Presiden hanya mau dua calon," kata Andi Arief dalam video tersebut.

Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Kembali Puncaki Hasil Survei Capres, Jauh Kalahkan Prabowo dan Anies

Isu Duet Anies-AHY di 2024 Begitu Kuat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat berfoto bersama di sebuah acara pernikahan pada Minggu (18/9/2022).

Foto tersebut sempat dicuitkan oleh kader Partai Demokrat hingga akhirnya ramai dibicarakan sebagai sinyal duet Anies-AHY di 2024.

Dikutip TribunWow dari tvonenews, pengamat politik Yunarto Wijaya menjelaskan ada alasan tersendiri mengapa duet Anies dan AHY bisa begitu kuat dan ramai dibicarakan.

Dari kiri ke kanan: Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla berfoto bersama dalam sebuah acara pernikahan seorang pengurus Nasdem di Jakarta, Minggu (18/9/2022). (Instagram Ketua Bapilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani)

Baca juga: Berita Anies Baswedan: Anies Jawab Isu Dihambat Jadi Capres 2024 oleh Sosok Misterius

Awalnya Yunarto berandai-andai apabila yang saat itu foto bersama Anies adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maka akan heboh isu duet Ganjar-Anies.

"Sekarang menjadi serba sensitif," ujar Yunarto.

Namun untuk duet Anies-AHY, Yunarto menyampaikan ada beberapa faktor yang menyebabkan perbincangan duet ini begitu kuat.

"Sebelumnya memang ada peristiwa-peristiwa yang mendahului, baik dilihat dari sisi statement ataupun keputusan partai," jelas Yunarto.

Pertama Yunarto mengungkit soal nama Anies yang masuk dalam tiga kandidat capres 2024 dari NasDem.

Yunarto turut menyoroti keunggulan Anies sebagai capres dibandingkan Ganjar dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Sebagai kandidat capres, Anies memiliki elektabilitas yang tinggi dan kini sedang tidak terikat di parpol mana pun.

Kondisi ini berbeda dengan Ganjar yang masih terikat PDIP dan Jenderal Andika yang masih terikat jabatan.

"Tidak mengherankan kalau orang berspekulasi nama Anies dimunculkan," ujar Yunarto.

Selanjutnya Yunarto menyoroti sosok Anies yang disimbolkan sebagai oposisi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Imej Anies ini memiliki kemiripan dengan Demokrat yang memang memposisikan diri sebagai oposisi apalagi setelah AHY melontarkan kritik terhadap Jokowi lewat Rapimnas kemarin. (TribunWow.com/Anung/Via)

Baca Artikel Terkait Lainnya