TRIBUNWOW.COM - Prancis serukan semua orang untuk mengendalikan konsumsi energi di tengah krisis.
Hal ini dikatakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron yang akan segera mengajukan rencana pembatasan energi.
Dilansir oleh Tribunnews.com, Emmanuel Macron menyebut telah siap apabila Rusia memotong pasokan gas negaranya.
Prancis perlu mempersiapkan diri soal pengelolaan sepenuhnya tanpa gas Rusia.
Baca juga: VIDEO Jet Tempur Rusia Tembak Jatuh 2 Pesawat Ukraina, Serang Ratusan Target dalam Sehari
Lantaran Rusia menggunakan energi sebagai senjata perang.
Harga energi naik signifikan disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina.
Hal itu membuat tingkat inflasi di beberapa negara ikut melonjak.
Disebut Prancis hanya mengimpor sekitar 17 persen energi dari Rusia.
Sehingga Prancis tak terlalu bergantung pada gas Rusia dibandingkan negara tetangga.
Baca juga: VIDEO Kemenhan Rusia Klaim Angkatan Udara Moskow Hancurkan 1 Peleton Howitzer M-777 AS di Ukraina
Sementara itu, Prancis akan terus berinvestasi membantu Ukraina menghadapi pasukan Rusia.
"Anggaran pertahanan tidak akan berkurang, sebaliknya kita harus menginvestasikan kembali stok, dan kita harus mampu memproduksi lebih banyak amunisi dengan lebih cepat," Ujar Macron.
Macron menyebut, Prancis memiliki sarana untuk terus membantu Ukraina dalam melawan Rusia.
"Perang ini akan terus berlangsung, tetapi Prancis akan selalu berada dalam posisi untuk membantu Ukraina," pungkas Macron. (*)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina
Artikel ini telah tayang di Tribun Video dengan judul Presiden Macron Menyebut, Prancis telah Siap Jika Rusia Pangkas Pasokan Gas, Tetap di Pihak Ukraina