Konflik Rusia Vs Ukraina

Polisi Temukan Potongan Tubuh, Ada 20 Orang Hilang Buntut Serangan Pusat Perbelanjaan di Ukraina

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase detik-detik rudal Rusia ledakkan pusat perbelanjaan di Kremenchuk, Ukraina, Senin (27/6/2022).

TRIBUNWOW.COM - Sejauh ini tercatat ada 18 orang tewas dan lebih dari 50 luka-luka akibat serangan misil yang mengenai sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kremenchuk, Kyiv/Kiev, Ukraina, pada Senin (27/6/2022).

Pemerintah Ukraina mengklaim serangan dilakukan oleh pasukan militer Rusia.

Dikutip TribunWow.com dari skynews, petugas evakuasi diketahui masih melakukan pencarian di Kremenchuk.

Baca juga: Bahas Rusia hingga Bebas Visa, Zelensky Ungkap Isi Diskusi dengan Jokowi di Ukraina

Seusai serangan terjadi, dikabarkan masih ada 20 orang yang menghilang.

Pencarian dilakukan di antara puing-puing di tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas pers layanan darurat negara Ukraina, Svitlana Rybalko mengatakan petugas berwenang menemukan sejumlah potongan tubuh manusia.

"Polisi tidak dapat memastikan ada berapa korban di sana," ungkap Rybalko.

Rybalko menjelaskan, korban selamat mengalami luka mulai dari patah tulang hingga anggota tubuh yang terputus.

Dikutip TribunWow.com dari Thesun, di media sosial beredar luas beberapa video menampilkan suasana di tempat kejadian perkara (TKP) seusai ledakan terjadi.

Dalam sebuah video tampak kebakaran besar terjadi di pusat perbelanjaan tersebut.

Mobil pemadam kebakaran terekam sudah berada di dekat TKP.

Sejumlah warga sipil tampak berlarian di sekitar TKP.

Kemudian di video lainnya tampak warga sipil bersama aparat berwenang saling bekerja sama membantu warga yang terkena serangan.

Terdapat juga suara seorang pria terekam di video berteriak "Apakah ada orang yang masih hidup? Adakah orang yang masih hidup di sini?" ucap pria tersebut.

Baca juga: Saat di Ukraina, Jokowi Tawarkan Diri Bawakan Pesan Zelensky untuk Putin di Rusia

Kondisi pusat perbelanjaan di Kremenchuk, Kiev/Kyiv, Ukraina yang diserang misil Rusia, pada Senin (27/6/2022). (YouTube Daily Mail)

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengecam Presiden Rusia Vladimir Putin atas serangan sadis yang terjadi di Kremenchuk.

Para pimpinan negara-negara anggota G7 sepakat menuntut Putin untuk bertanggung jawab atas insiden ini.

Menanggapi insiden ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merasa percuma mengharapkan kemanusiaan dari Rusia.

Zelensky menegaskan bahwa pusat perbelanjaan tersebut sama sekali tidak mengancam keberadaan pasukan militer Rusia dan tidak memiliki nilai strategis.

Baca juga: Diduga Jengkel karena Konflik Ukraina, Putin Reshuffle Komandan Pasukan Militer Rusia

Bantahan Rusia, Soroti Ada Keanehan

Dikutip TribunWow.com, media asal Rusia rt.com menyoroti ada beberapa keanehan dalam insiden viral ini.

Pemerintah Rusia telah menyampaikan bahwa target serangan mereka bukanlah pusat perbelanjaan, melainkan pabrik kendaraan Kredmash yang ada di samping pusat perbelanjaan tersebut.

RT mengutip pernyataan dari supervisor pabrik Kredmash Nikolay Danileyko yang mengonfirmasi bahwa pabrik Kredmash hancur karena serangan misil Rusia.

Kendati demikian tidak ada korban tewas dalam serangan di Kredmash.

Video bekas serangan di Kredmash turut beredar luas di media sosial.

RT lalu menyoroti statement dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Kala itu Zelensky menyatakan ada lebih dari seribu warga sipil tengah berbelanja di dalam.

Baca juga: Putin Balas Sindiran PM Inggris dkk Ingin Buka Baju saat KTT G7: Akan Jadi Pemandangan Menjijikan

RT lalu mengungkit rekaman viral kondisi pusat perbelanjaan setelah serangan terjadi.

Diketahui dalam video yang beredar tampak kondisi parkiran hampir sepi, justru terpantau ada beberapa personil pasukan militer Ukraina.

Wali Kota Kremenchuk, Vitaly Maletsky menyalahkan manajemen pusat perbelanjaan atas tewasnya warga sipil.

Maletsky menuding manajemen pusat perbelanjaan mengabaikan peringatan sirine serangan udara.

"Mengabaikan sirine serangan udara adalah sebuah kejahatan," ujar Maletsky.

Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, menanggapi insiden tersebut, pemerintah Rusia tegas membantah telah menyerang pusat perbelanjaan di Kremenchuk.

Klarifikasi ini disampaikan oleh representatif Rusia untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Dmitry Polyansky, pada Selasa (28/6/2022).

Polyansky menjelaskan, pada hari kejadian Rusia tengah menyerang sebuah hanggar di Kremenchuk yang berisi senjata dan amunisi buatan negara-negara barat.

Polyansky menegaskan serangan pada saat itu menggunakan senjata berakurasi tinggi dan tidak mengenai pusat perbelanjaan di Kremenchuk.

"Senjata dan amunisi tersebut disimpan di gudang untuk nantinya dikirim ke pasukan Ukraina di Donbass," ujar Polyansky.

Polyansky mengatakan, pihak militer Rusia mencegah pasukan Ukraina menggunakan senjata buatan Eropa dan Amerika Serikat (AS) tersebut untuk menyerang kota yang dihuni para separatis pro Rusia seperti di Donetsk, Lugansk, dan kota-kota lainnya.

(TribunWow.com/Anung)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina