TRIBUNWOW.COM - Adanya invasi Rusia ke Ukraina telah membuat sikap NATO berubah.
Aliansi militer itu kini tengah bersiap memperluas angkatan daratnya secara besar-besaran.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah agresi yang dilancarkan Presiden Rusia Vladimir Putin berlanjut.
Seorang perwira NATO mengatakan aliansi dipaksa memikirkan cara untuk menghalangi ambisi Putin yang agresif.
"Dalam semalam mentalitas berubah," kata seorang perwira NATO yang tidak disebutkan namanya kepada Editor Sky News, Deborah Haynes.
Baca juga: VIDEO Peringatan Miliarder Rusia Tanggapi Rencana Putin Serang Negara NATO
Ia mengumpamakan NATO seperti dialiri listrik, sehingga merasakan energi yang begitu melonjak.
"NATO sekarang terasa seperti dialiri listrik. Anda bisa merasakan energi melonjak melalui sistem," katanya.
Dikutip dari Sky News, perubahan sikap NATO diperkirakan muncul di KTT yang akan digelar di Spanyol pada 28-30 Juni mendatang.
Para pejabat di pertemuan itu akan membahas bagaimana 40 ribu Pasukan Respons (NRF) NATO akan diganti namanya dan dibuat enam kali lebih besar.
Perombakan itu disebut yang terbesar di NATO sejak Perang Dingin, akan mengubah nama NRF menjadi Pasukan Reaksi Sekutu (AFR).
Perubahan lain yang mungkin untuk diterapkan adalah peningkatan ukuran misi NATO di sayap timur dan tenggara aliansi.
Baca juga: VIDEO Penampakan Militer Rusia Serang Wilayah Toshkovka Pakai Tank, Ribuan Pasukan Ukraina Dikepung
Ribuan tentara NATO akan ditempatkan di negara asal mereka dan hanya dikerahkan jika diperlukan.
NATO juga dapat memutuskan untuk menunjuk Rusia sebagai "ancaman paling signifikan dan langsung" terhadap keamanan.
Tak hanya itu, aliansi juga akan menyetujui "paket bantuan komprehensif" baru untuk Ukraina. (*)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina
Artikel ini telah tayang di Tribun Video dengan judul NATO akan Memperluas Angkatan Darat Besar-Besaran untuk Mencegah Agresi Putin Lebih Lanjut