Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Organisasi Ini Temukan Bukti Jurnalis Ukraina Dieksekusi Mati Tentara Rusia di Awal Konflik

Organisasi non profit RSF menemukan bukti bagaimana tentara Rusia mengeksekusi mati jurnalis Ukraina yang sedang melakukan liputan.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Parlemen Ukraina/Twitter @ua_parliament
Pameran foto di Parlemen Latvia, Selasa (21/6/2022) menampilkan korban dari pihak media massa dalam konflik Ukraina-Rusia. 

TRIBUNWOW.COM - Organisasi non profit Reporters Without Borders (reporter tanpa batas) alias Reporters Sans Frontieres (RSF) menemukan bukti bagaimana jurnalis di Ukraina dieksekusi mati oleh tentara Rusia.

Temuan ini menunjukkan bagaimana jurnalis Ukraina tersebut dibunuh bersama tentara Ukraina yang mendampinginya.

Dikutip TribunWow.com dari aljazeera.com, kejadian ini diyakini terjadi pada minggu pertama terjadinya invasi Rusia ke Ukraina.

Baca juga: AS dkk Sindir Rusia soal Ukraina saat Pertemuan G20 di Yogyakarta, Menteri Putin Langsung Bereaksi

Dalam menyelidiki kasus tewasnya jurnalis dan tentara Ukraina itu, RSF meninjau kembali ke tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya korban yakni Maks Levin dan Oleksiy Chernyshov.

Jasad keduanya ditemukan di area pepohonan di utara Kiev/Kyiv pada 1 April 2022.

Ditemukan ada 14 lubang bekas tembakan di mobil yang dinaiki korban.

Selain itu ditemukan juga tempat persembunyian yang sempat digunakan oleh tentara Rusia.

Di tempat persembunyian tersebut ditemukan, cadangan makanan, rokok, hingga sampah sisa.

Jeriken bekas bensin juga ditemukan di dekat TKP ditemukannya jasad Chernyshov yang dibakar.

RSF juga menemukan bukti bagaimana korban Levin ditembak dua kali dalam jarak dekat ketika korban sudah dalam posisi telentang di tanah.

Baca juga: Awalnya Enggan Berpisah, Ibu di Ukraina Ngaku Dibujuk Suaminya agar Mau Kabur Hindari Serangan Rusia

Sementara itu, jurnalis The Sun asal Inggris, Jerome Starkey mengaku sempat berlari kabur dari kejaran drone pembunuh Rusia ketika melakukan liputan lapangan di Ukraina.

Kejadian ini menimpa Jerome ketika dirinya sedang melakukan liputan di distrik Saltivka.

Saat meliput kondisi di sana, tiba-tiba seorang tentara Ukraina yang mendampingi Jerome yakni Misha berteriak "Drone Rusia! Lari!".

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Jerome bercerita, drone tersebut memang berfungsi sebagai mata-mata di Ukraina untuk mencari target kombatan yang nantinya akan dimusnahkan menggunakan misil hingga serangan artileri dan tank.

Seorang tentara Ukraina lainnya mengatakan bahwa hanya ada dua atau tiga menit untuk kabur ketika drone datang sebelum serangan terjadi.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyJurnalis
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved