TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut mengomentari kasus hilangnya tiga pelajar di Sungai Lubuk Tongga, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat.
Kasus hilangnya tiga pelajar tersebut memiliki kemiripan dengan hilangnya almarhum Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril (23) di Sungai Aare, Bern, Swiss yang sama-sama terseret arus.
Dikutip TribunWow.com dari akun Instagram @ridwankamil, gubernur yang akrab disapa Kang Emil tersebut mendoakan agar korban yang masih hilang dapat ditemukan.
Baca juga: Habib Lutfhi bin Yahya Kunjungi Makam Eril Bersama Ridwan Kamil, Atalia: MasyaAllah, Mimpi Apa
Baca juga: Dibawa ke Makam, Putri Ridwan Kamil Camillia Habiskan 12 Jam Lukis Wajah Eril, Atalia: Tanda Cinta
Satu dari ketiga korban itu adalah siswa berinisial IM (16).
Berikut doa yang ditulis oleh Ridwan Kamil di unggahannya:
"Yth Ibu Asni di Lubuk Tongga , Sumatera Barat,
Doa dari kami sekeluarga di Bandung, semoga Allah SWT mengabulkan segala doa ibu. Semoga ananda Ikhsan segera ditemukan dan bisa bertemu lagi dalam kondisi apapun yang terbaik yang Allah tetapkan.
Semoga Ibu selalu dikuatkan lahir batin.
Hatur Nuhun."
Dikutip dari Kompas.com, sebagai informasi, ketiga pelajar itu hanyut pada Sabtu (11/6/2022).
Mereka hanyut karena debit air sungai yang tiba-tiba tinggi disebabkan hujan.
Berdasarkan keterangan saksi, awalnya empat pelajar akan berenang di Lubuk Tongga tanpa mengetahui kondisi cuaca yang saat itu akan hujan lebat dan membuat debit air sungai tinggi.
Selain IM, korban hanyut lainnya adalah siswi berinisial SVL (16) dan U (16).
Seorang siswa berinisial A (16) diketahui sempat hanyut namun berhasil selamat dan melapor ke masyarakat.
Diketahui jasad Eril ditemukan pada Rabu (8/6/2022) dalam kondisi sempurna tanpa rusak meskipun terus berada di Sungai Aare, Bern, Swiss selama berminggu-minggu.
Jasad Eril ditemukan di Bendungan Engelhalde, Bern, Swiss, Rabu (8/6/2022).
Rupanya, titik penemuan jasad pemuda yang akrab disapa Eril itu terletak cukup jauh dari lokasi kejadian awal.
Pasalnya, ia terseret arus sungai Aare pada Kamis (26/6/2022) di sekitar daerah Schoenausteg, yang berjarak beberapa km dari Bendungan Engelhalde.
Dilansir TribunWow.com, menurut pantauan dari Googlemaps, lokasi menghilangnya Eril dan titik ditemukannya berjarak hingga 5,1 km.
Adapun jarak tempuh dua lokasi tersebut bisa dicapai hanya sekitar 16 menit berkendara.
Namun, jika disusuri dengan berjalan kaki, maka akan memakan waktu hingga 50 menit.
Hal ini dikonfirmasi oleh Krisna Diantha Akassa, seorang warga negara Indonesia yang berada di Swiss.
"Ini kira-kira lima sampai enam kilometer," kata Krisna merujuk pada Bendungan Engelhalde.
"Titik ini memang salah satu yang menjadi titik penting untuk pencarian korban."
Menurut pengamatannya, korban yang terseret arus saat berenang di Sungai Aare biasanya ditemukan di dua titik.
Yang pertama adalah Bendungan Schwellenmätteli, sekitar 3 km dari lokasi untuk berenang.
Kemudian yang lebih jauh adalah Bendungan Engelhalde di mana kerap menjadi lokasi penemuan korban.
"Satu adalah Schwellenmätteli, itu yang pertama, kira-kira tiga kilometer, itu juga bendungan. Kemudian ada bendungan lain yang namanya Engelhalde," tutur Krisna.
"Dan di sini biasanya orang yang tenggelam muncul atau tersangkut di pintu air."
Menurut Krisna, di sepanjang Sungai Aare ada empat pintu air yang gunanya untuk PLTA.
"Ada empat pintu air di Sungai Aare, itu yang digunakan untuk tenaga listrik," terang Krisna.
"Yang pertama Schwellenmätteli, itu juga yang selalu dicari di situ, saya lihat banyak polisi tiap hari."
Selain itu ada Bendungan Engelhalde yang kemudian akan bermuara ke sebuah danau.
Tak Sengaja Ditemukan Warga
Jasad Eril ini ternyata ditemukan secara tak di sengaja oleh seorang guru sekolah dasar (SD) bernama Geraldine Beldi.
Dikutip TribunWow.com, hal ini disampaikan oleh Ridwan Kamil lewat unggahan akun Instagram-nya @ridwankamil, Sabtu (11/6/2022).
Beldi menemukan jasad Eril saat hendak pergi mengajar.
Menurut pengakuan Beldi, dirinya selalu memandangi Sungai Aare seusai mengetahui berita menghilangnya Eril.
Beldi menjelaskan bahwa seluruh warga Kota Bern mengetahui kabar hilangnya Eril.
Beldi turut menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada Ridwan Kamil dan bercerita bahwa dirinya juga merupakan seorang orangtua yang memiliki anak.
Berikut caption lengkap yang ditulis oleh Ridwan Kamil:
"MRS. GERALDINE BELDI namanya,
Seorang guru SD yang menemukan jenazah Eril di Sungai Aare, saat ia sedang berjalan pagi menuju tempatnya mengajar.
Ia langsung menelpon polisi dan akhirnya jenazah Eril bisa diangkat dan diselamatkan dengan baik.
“Mohon Carikan ibu guru itu,” itu arahan saya ke tim di Bern. “Saya berkewajiban menghaturkan terima kasih, sebelum pulang ke tanah air”
Alhamdulillah, menunggu selesai ia mengajar, jam 11 tadi kami bertemu dan saya haturkan rasa terima kasih saya.
“Kami warga Kota Bern, tahu semua tentang berita Eril. Dan saya pun punya 2 anak. Jadi saya tiap jalan kaki, selalu melihat ke arah sungai Aare. Dan ternyata saya yang menemukannya. Turut berduka cita ya Pak”,
“Ibu Geraldine kalo ingin berlibur ke Indonesia, tolong kabari saya ya. Nanti semuanya saya yg urus sebagai rasa terima kasih kami”
kira-kira begitu perbincangannya.
Eril ke sini niatnya mau belajar, akhirnya takdirnya diselamatkan oleh seorang guru pengajar yang baik hati dan sederhana."
(TribunWow.com/Anung/Via)