TRIBUNWOW.COM- Presiden AS, Joe Biden baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang mengangetkan.
Pasalnya, Biden mengatakan tidak akan mengirimkan persenjataan roket jarak jauh lagi kepada Ukraina.
Pernyataan Biden ini kemudian menjadi sorotan setelah dirinya berkali-kali memberikan pasokan senjata canggih ke Ukraina untuk melawan Rusia.
Dikutip dari Aljazeera, hal tersebut diungkapkan Presiden Biden pada Senin (30/5) kemarin.
Biden dengan tegas mengatakan, tidak akan mengirim sistem roket jarak jauh ke Ukraina yang dapat memusnahkan Rusia.
Baca juga: VIDEO Ancaman Rusia Hentikan Pasokan Migas, 6 Juta Rumah Diprediksi Hadapi Pemadaman Listrik
Pernyataan tersebut diungkapkan, menyusul adanya laporan bahwa pemerintah Biden sedang mempersiapkan roket ke Kyiv.
“Kami tidak akan mengirim sistem roket ke Ukraina” yang dapat mencapai Rusia," kata Biden.
Sebelumnya, pada Jumat (27/5) Pemerintah AS dikabarkan akan mengirimkan Multiple Launch Rocket System atau MLRS ke Ukraina.
Pasalnya, Ukraina terus mendesak Barat untuk menyediakan lebih banyak senjata jarak jauh untuk mengalahkan Rusia.
Baca juga: VIDEO Kendaraan Lapis Baja Sumbangan Australia untuk Ukraina Dihancurkan Pasukan Rusia
Namun, para pejabat AS mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan pengiriman senjata semacam itu.
Seperti diketahui, selama perang Rusia dan Ukraina berlangsung, pemerintah AS terus memasok persenjataan ke Ukraina.
Mereka telah menyediakan ribuan rudal anti pesawat, tank baja serta persenjataan canggih lainnya.
Namun, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov memperingatkan Barat agar segera menghentikan pengiriman pasokan persenjataan ke Ukraina.
Hal ini bertujuan agar tak memicu perang kedua belah pihak semakin memanas.
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina
Artikel ini telah tayang di Tribun Video dengan judul Presiden Biden Tolak Permintaan Zelensky untuk Kirim Pasokan Persenjataan ke Ukraina, Ini Katanya