Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

China Sebut AS Bantu Ukraina agar Terus Perangi Rusia: Tujuan AS Bukan Mencapai Perdamaian

Pemerintah China membongkar apa sebenarnya niat AS memberikan bantuan senjata kepada Ukraina.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Saul Loeb/AFP
Pertemuan Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan tingkat tinggi di Geneva, Swiss pada Juni 2021. 

TRIBUNWOW.COM - China menuding Amerika Serikat (AS) sebenarnya tak ingin konflik antara Rusia dan Ukraina berakhir.

Alih-alih berakhir, AS justru menginginkan agar konflik Rusia dan Ukraina berlangsung selama mungkin.

Tudingan ini disampaikan oleh Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada Jumat (29/4/2022).

Baca juga: Konflik Rusia dan Ukraina Disebut Picu Perang Dunia III jika Berlarut, China Desak Perdamaian

Baca juga: Cari Untung hingga Ingin Rusia Lemah, China hingga Eks CIA Ungkap Alasan AS Terlibat Konflik Ukraina

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, China menyebut apa yang dilakukan oleh AS justru tidak mendorong agar terjadinya perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

"AS terus menambah bensin ke api dan menunjukkan kesiapan untuk terus berperang hingga masyarakat Ukraina terakhir," kata Zhao.

Zhao mengungkit bagaimana AS begitu jorjoran dalam mengirimkan bantuan senjata ke Ukraina.

"Tujuan asli mereka bukanlah mencapai perdamaian, tetapi memastikan konflik terus berjalan," ujar Zhao.

Zhao menyebut, AS memang benar-benar ingin membuat Rusia semakin lemah.

AS diketahui merupakan negara yang mengirimkan bantuan senjata ke Ukraina dalam jumlah yang sangat besar.

Bahkan baru-baru ini, DPR AS menyetujui sebuah RUU yang akan semakin mempermudah AS untuk mengirimkan senjata ke Ukraina.

Namun bantuan senjata tersebut ternyata tidaklah diberikan secara cuma-cuma.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, anggota parlemen Rusia, Vyacheslav Volodin membongkar RUU yang baru saja disetujui oleh DPR AS.

RUU tersebut diketahui bernama Undang-Undang Pinjam-Sewa Pertahanan Demokrasi Ukraina.

Kini RUU itu hanya tinggal menunggu tanda tangan Presiden AS Joe Biden sebelum berlaku.

"Motif Washington jelas terlihat," tulis Volodin di akun sosmednya.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Tags:
ChinaUkrainaRusiaAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved