TRIBUNWOW.COM - Bintang film dan politikus kenamaan Amerika Serikat, Arnold Schwarzenegger membagikan video singkat.
Ia menyerukan kebenaran perang yang terjadi di Ukraina kepada para warga Rusia.
Aktor utama film 'Terminator' itu pun menyebutkan kebohongan yang telah disebarkan oleh jajaran pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca juga: Jurnalis AS Bongkar Isi Berita yang Disiarkan TV Pemerintah Rusia soal Konflik di Ukraina
Baca juga: Deretan Artis Dunia yang Suarakan Perdamaian, Desak Rusia Hentikan Serangan Ke Ukraina
Pidato 9 menit tersebut dibagikannya melalui berbagai saluran media sosial seperti akun Instagram @schwarzenegger, Rabu (18/3/2022).
Arnold Schwarzenegger berharap pidatonya bisa tersampaikan ke orang-orang Rusia yang kini dibatasi aksesnya ke berbagai platform internet.
Ia mengatakan bahwa masyarakat Rusia telah diberikan informasi yang salah oleh pemerintah.
“Saya berbicara kepada anda hari ini karena ada hal-hal yang terjadi di dunia yang telah dirahasiakan dari anda, hal-hal buruk yang harus anda ketahui. Biarkan saya memberi tahu Anda yang sebenarnya tentang perang di Ukraina,” kata bintang Hollywood itu.
Mantan juara binaragawan kelahiran Austria itu menyinggung filmnya 'Red Heat', yang menjadi film AS pertama yang mengambil gambar di Lapangan Merah Moskow.
Ia juga berbicara tentang idolanya, atlet angkat besi Rusia Yuri Petrovich Vlasov, yang ditemui ketika ia berusia 14 tahun.
"Kekuatan dan hati rakyat Rusia selalu menginspirasi saya,” kata Arnold Schwarzenegger.
"Itulah sebabnya saya berharap anda mengizinkan saya memberi tahu anda kebenaran tentang perang di Ukraina."
"Saya tahu bahwa pemerintah anda telah memberi tahu bahwa ini adalah perang untuk 'menghilangkan Nazi' Ukraina. Ini tidak benar. Mereka yang berkuasa di Kremlin memulai perang ini. Ini bukan perang rakyat Rusia."
Arnold Schwarzenegger mengatakan dunia telah berbalik melawan Rusia karena tindakannya di Ukraina.
Antara lain artileri dan bom Rusia yang meratakan hampir seluruh blok di kota-kota Ukraina, termasuk rumah sakit anak dan rumah sakit bersalin.
"Karena kebrutalannya, Rusia sekarang terisolasi dari masyarakat bangsa-bangsa," ujar Arnold Schwarzenegger.
"Pemerintah Rusia telah berbohong tidak hanya kepada warganya tetapi juga kepada tentaranya. Beberapa orang diberitahu bahwa orang-orang Ukraina akan menyambut mereka seperti pahlawan. Beberapa diberitahu bahwa mereka [hanya] melakukan latihan – mereka bahkan tidak tahu bahwa mereka akan berperang."
"Dan beberapa diberitahu bahwa mereka ada di sana untuk melindungi etnis Rusia di Ukraina. Tak satu pun dari ini benar. Tentara Rusia telah menghadapi perlawanan sengit dari Ukraina yang ingin melindungi keluarga mereka,” tambahnya.
Baca juga: Beredar Video Hoaks Putin Umumkan Rusia dan Ukraina Berdamai hingga Zelensky Menyerah Kalah
Baca juga: Zelensky Rahasiakan Bantuan Militer dari AS, Sebut Adanya Taktik Baru untuk Kalahkan Rusia
Selebriti Rusia Menolak Perang
Dilansir The Guardian, Sabtu (26/2/2022), sejumlah influencer terkenal Rusia menyatakan sikap penetangan terhadap perang.
Putri Dmitry Peskov, sekretaris pers Vladimir Putin, memposting pesan bertuliskan 'Katakan tidak untuk perang' di Instastory-nya, sebelum kemudian segera menghapusnya.
Aktor kenamaan Rusia, Max Galkin, suami Alla Pugacheva, mengunggah postingan berlatar hitam di Instagram dan pesan “Нет ойне!” (“tidak berperang!”) kepada 9,4 juta pengikutnya.
Perancang busana Svetlana Taccori meluangkan waktu dari pekan mode Milan untuk memposting foto memegang bendera Ukraina dengan pesan senada.
Influencer Lova Olala melukis bendera Rusia dan Ukraina di setiap pipi dan tulisan "Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan".
Wartawan independen Rusia Ilya Varlamov telah memposting foto dan video reguler yang menyoroti kebrutalan Rusia, menyerukan penghentian kekerasan di Ukraina.
Niki Proshin (27), seorang TikToker Rusia dengan 750.000 pengikut, mulai memposting tentang invasi ke Ukraina segera setelah pasukan Rusia melintasi perbatasan.
Dia mengunggah video di TikTok yang membahas soal pertanyaan yang diterima dari para pengikutnya.
Proshin berbicara tentang perang, dan tentang kemarahannya terhadap tindakan Putin melancarkan serangan militer di malam hari.
"Menunjukkan pendapat saya secara publik (dapat) membantu orang asing lebih memahami orang Rusia dan membantu menjaga jembatan antara orang normal di luar Rusia, dan orang normal di Rusia,” kata Proshin.
Unggahan tersebut diikuti dengan video lain, yang diambil langsung saat ia mengikuti protes jalanan di kota asalnya, St Petersburg.
Influencer Xenia Tchoumitcheva, yang lahir di kota pegunungan Magnitogorsk, Rusia, memilih gambar hitam putih dari espresso sebagai latar belakang pernyataannya tentang invasi.
"Dalam pembuluh darah saya mengalir darah Rusia dan Ukraina," tulis Tchoumitcheva.
"Saya tidak memiliki pengetahuan atau pendapat politik, tetapi yang bisa saya katakan adalah: Saya selalu menentang perang dan untuk rakyat," tulisnya kepada 2 juta pengikutnya.
Risiko bagi para influencer, selebritas, dan jurnalis Rusia dalam berbicara menentang diktator Rusia itu sangat jelas.
Mereka yang tidak mengikuti keputusan pemerintah, bisa saja ditangkap atau menerima nasib lebih buruk.
Mengingat pernyataan kepada jutaan orang di Instagram atau TikTok dapat menimbulkan kerusakan reputasi yang cukup besar pada klaim persatuan Putin atas penyerangan yang dilakukan.
Influencer Ukraina yang tinggal di negara itu telah menyesuaikan konten mereka agar sesuai dengan keadaan yang berubah di bawah bayang-bayang invasi.
Hingga kemarin, selebgram Anna Prytula masih mengunggah konten kemewahan seperti selebgram lain pada umumnya.
Ia pun memiliki jutaan pengikut yang terdiri dari 71% orang Ukraina, dan 16% di antaranya adalah orang Rusia.
Namun setelah Rusia melancarkan invasi, lewatlah foto-foto glamor di luar hotel mewah, berganti kotak merah mencolok dengan teks putih: "Pukul 5 pagi Rusia menyerang wilayah Ukraina".
InstaStory Anna Prytula segera berubah dari pandangan sekilas ke dalam kehidupan glamornya menjadi rekaman rudal yang menghujani tanah airnya, permohonan kepada NATO untuk campur tangan, dan saran tentang cara mencari bantuan dan di mana harus bersembunyi.
Perubahan juga terjadi pada beberapa influencer lain yang mengunggah konten terkait perang tersebut.
Travel Blogger Ukraina Elena Mandziuk, menunjukkan kepada jutaan pengikutnya cara membuat bom molotov di InstaStory-nya.
Mary Furtas, seorang pengusaha Ukraina dengan hampir 55 ribu pengikut, memutar permohonan politik secara terbuka pada 19 Februari di akunnya.
Pada hari Rusia menginvasi Ukraina, ia juga memasang kotak merah dengan tulisan "Setiap orang Rusia bertanggung jawab untuk ini." (TribunWow.com)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina