Terkini Daerah

Terekam Drone TNI, Begini Pergerakan KKB saat Lakukan Aksi Teror Distrik Ilaga Papua

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Drone milik TNI berhasil merekam pergerakan anggota KKB yang melakukan aksi teror di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (20/2/2022)

TRIBUNWOW.COM - Kamera drone milik TNI berhasil merekam pergerakan kelompok kriminal bersanjata (KKB) yang sedang melakukan teror di distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Diketahui, teror oleh KKB ini terjadi pada Sabtu (19/2/2022) dan berlanjut pada Minggu (20/2/2022).

Di hari Sabtu, anggota KKB menembak seorang anggota Kopasgat di Bandara Aminggaru.

Drone milik TNI berhasil merekam pergerakan anggota KKB yang melakukan aksi teror di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (20/2/2022) (Dok Pendam XVII Cenderawasih)

Baca juga: Gugur Lawan KKB di Maybrat, Serda Miskel Asli Papua Baru Jadi Anggota TNI pada 2021

Mereka kemudian menyerang truk milik PT MTT dan melukai seorang warga bernama Glen Sumampo yang ada di dalam truk.

Setelah melakukan aksi teror itu, mereka kembali berulah dengan menyerang saat petugas keamanan hendak mengevakuasi para korban tembak tersebut, esok harinya.

Meski demikian, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam teror oleh KKB kali ini.

Berikut fakta-fakta teror oleh KKB di Ilaga.

1. Terekam drone TNI

Drone milik TNI berhasil merekam pergerakan anggota KKB yang melakukan aksi teror di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (20/2/2022).

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga menjelaskan, drone milik TNI berhasil merekam pergerakan KKB saat melancarkan teror di hari Minggu.

"Hasil dari pantauan drone, terlihat 7 orang KST dengan membawa senjata 1 Pucuk SS1 berada di sekitar Tower Telkomsel dan kepulan asap berasal dari rumah warga yang dibakar," tuturnya.

Teror tersebut dilakukan KKB saat petugas keamanan mengevakuasi dua korban penembakan ke Mimika dengan menggunakan pesawat.

"Saat berada di Bandara, tiba-tiba dari atas bukit ada tembakan yang dilakukan oleh Kelompok separatis dan teroris (KST) ke arah Aparat Keamanan. Sehingga aparat TNI dari Kopasgat membalas tembakan ke arah KKB," katanya.

Baca juga: Alasan Mulia Nakes di Kiwirok Tak Pergi meski Tahu KKB Mau Menyerang: Kami Tidak Mengira

2. Penembakan truk

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, melalui keterangan tertulis, Minggu (20/2/2022), menjelaskan kronologi penembakan sebuah truk milik PT MTT.

Saat itu, Glen Sumampo bersama temannya James Boniyaga, mengendarai truk perusahaan menuju ke arah Kampung Kago, Distrik Ilaga.

Tujuannya untuk mencari jaringan internet sekaligus mencari galon air minum.

"Sesampainya di dekat Tugu Kampung Kago, KKB mendekati truk yang dikemudikan korban dengan beralasan meminjam korek api untuk membakar rokok," ujarnya.

"Kemudian pelaku langsung melakukan penembakan terhadap truk yang mengakibatkan korban terkena tembakan pada rusuk kiri, tembus rusuk kanan atas," sambung Kamal.

3. Kantor MTT dibakar

Setelah menembak Glen, KKB melakukan pembakaran Kantor PT MTT di Kampung Wako. Akibatnya, mess karyawan PT MTT ludes terbakar.

"Setelah kejadian penembakan terhadap karyawan PT MTT, terlihat asap tebal dari arah kali Ilame kampung Wako yang merupakan mess karyawan PT MTT dan salah satu unit rumah terbakar habis," kata Kamal.

Selain itu, dari pantauan drone TNI, KKB juga membakar pasar tradisional dan rumah warga di Kampung Nipuralome.

KKB diduga melepaskan tembakan tersebut dari arah Pasar Tradisional Ilaga.

"Kemudian pada pukul 10.35 WIT, kembali terdengar tembakan pistol sekitar 15 kali dari arah bangunan Gereja atau bawah Aula Negelar Distrik Ilaga yang berjarak sekitar 150 meter dari Pasar Tradisional Ilaga," kata dia.

4. Tak ada korban jiwa

Sederet aksi teror KKB itu tak menimbulkan adanya korban jiwa. N

amun ada sekitar empat unit rumah warga yang dibakar KKB.

Di antara yang sudah terdeteksi adalah satu perumahan di lingkungan SMK N 1 Ilaga dan satu rumah didekat Tower Telkomsel.

Pasca kejadian, kata Aqsha, membuat masyarakat di Nipralome resah dan memilih mengungsi di sekitar Pasar Tradisional Ilaga.

"Mari kita imbau bersama agar yang tergabung dalam KKB untuk segera sadar bahwa tindakannya itu sungguh biadab dengan melakukan aksi teror, menembak masyarakat dan termasuk menembak aparat keamanan adalah tindakan tidak berperikemanusiaan, mengganggu pembangunan yang sedang berlangsung di tanah Papua, melanggar HAM dan tidak dibenarkan oleh agama manapun."

"Apalagi sekarang adalah hari Minggu yang merupakan hari suci ibadah bagi seluruh umat Kristiani," ucap Aqsha.

(Kompas.com/Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Berita tekait teror KKB di Papua

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Fakta Teror KKB di Kabupaten Puncak Papua, Terekam Drone TNI hingga Anggota Kopasgat Tertembak"