Pembunuhan di Subang

Saksi Beberkan Aksi Yosef sebelum Laporkan Kasus Subang, Ternyata Sempat Telepon Sambil Marah-marah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kades Jalancagak, Indra Zaenal Alim mewawancarai saksi pembunuhan ibu dan anak di Subang, yakni Dede dan Ujang. Seorang saksi mata sempat melihat Yosef menelepon sambil marah-marah di TKP pembunuhan di Subang sebelum melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

TRIBUNWOW.COM – Seorang saksi mata melihat Yosef, suami Tuti Suhartini (56) sekaligus ayah Amalia Mustika Ratu (23), sempat menelepon sambil marah-marah di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan di Subang, Jawa Barat.

Ketua RT setempat, Dede, menyebutkan ada satu orang saksi bernama Wawan yang mengaku melihat aksi Yosef tersebut.

Dikutip TribunWow.com dari TribunnewsBogor.com, Dede menceritakan saat berada di TKP, dia diminta untuk mengumpulkan sejumlah saksi oleh kepolisian.

Yosef (55) dalam kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (9/10/2021). Yosef menangis saat mengunjungi makam korban kasus Subang, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23). (YouTube Kompas TV)

Baca juga: Tangis Yosef Ungkap Pesan Terakhir Amalia sebelum Dibunuh di Subang: Sakit Hati Banget Saya

Baca juga: Polisi Dalami Bukti-bukti Kasus Pembunuhan di Subang, Cocokkan dengan Petunjuk untuk Temukan Pelaku

Hal itu diungkapkan Dede kepada Kepala Desa Jalancagak, Indra Zainal Alim.

Dalam kesempatan itu, terdapat saksi lain yaitu Ujang.

Dede dan Ujang diketahui menjadi dua orang pertama yang dihubungi Yosef pada hari kejadian pembunuhan Tuti dan Amalia di Subang pada 18 Agustus lalu.

Ketika itu, Yosef langsung memanggil Ujang saat melihat rumahnya dalam kondisi berantakan dan terdapat bercak darah.

Ujang yang juga melihat kondisi rumah Yosef yang tidak seperti biasanya, lantas melaporkannya kepada Dede sebagai Ketua RT.

Dede kemudian datang dari arah belakang rumah Yosef.

Pria itu mengaku melihat genangan darah di pintu belakang rumah tersebut serta dekat mobil Alphard.

Diketahui jasad ibu dan anak yang terbunuh dalam kasus Subang, yakni Tuti dan Amalia, ditemukan bertumpuk di bagasi mobil Alphard yang terparkir di rumahnya di Desa Ciseuti, Kecamatan Jalancagak, Subang, Jawa Barat.

Jasad keduanya disebutkan kepolisian diseret melalui pintu belakang rumah menuju ke mobil Alphard tersebut.

Di hadapan Indra Zainal, Dede menceritakan diminta oleh kepolisian untuk mengumpulkan sejumlah saksi.

Dia menyebutkan adanya sosok saksi Wawan yang melihat Yosef marah-marah.

“Sok atuh Wan saurkeun anu nelepon enjing-enjing Pak Yosef teh, kumaha kronologina ka Pak Aep (polisi),” ujar Dede.

Kepada Dede, Wawan bercerita melihat Yosef marah-marah sambil menelepon seseorang.

Namun, diakuinya dirinya tak mengetahui siapa yang sedang berbincang dengan Yosef tersebut.

“Sanes Pak RT, tah Mang Ujang oge ngupingnya, abdi ti parapatan narik muatan arah ka kulon duka ka Jambu duka ka Ciseuti, ninggal Pak Yosef di SD Sawo ekeur nelepon ambek-ambekan, duka cenah nelepon saha-sahana mah,”

(Bukan Pak RT, kata Wawan, Ujang juga mendengar, saya dari perempatan jalan narik muatan ke arah jalan Jambu dan Ciseuti, melihat Pak Yosef di SD Sawo sedang menelepon sambil marah-marah, saya tidak tahu ia menelpon siapa),” kata Dede.

Saat itu, Wawan sebenarnya ingin menghampiri Yosef, kata Dede.

Baca juga: Ingin Diberikan 1 Kesempatan, Yosef Ngaku Tak Pernah Berkata Kasar hingga Pukul Korban Kasus Subang

Halaman
123