Viral Medsos
Resah Kasus Preman Hajar Penjual Sayur Kian Viral, 2 Rekan Pelaku Serahkan Diri Bantah Ikut-ikutan
Kasus ibu penjual sayur yang menjadi tersangka seusai dipukuli preman di Deli Serdang kini tengah menjadi atensi masyarakat Indonesia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Tengah viral, kasus preman bernama Beny yang melakukan penganiayaan terhadap ibu penjual sayur bernama Liti Wari Iman Gea di pajak (pasar -red) Gambir, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (5/9/2021) pagi.
Kasus ini menjadi sorotan lantaran Gea yang seharusnya menjadi korban dalam kasus ini justru ditetapkan sebagai tersangka seusai Beny melaporkan balik korban ke polisi karena mengaku turut dianiaya korban.
Dua rekan pelaku yakni Fery dan Dedek yang sempat buron dan dikabarkan ikut mengeroyok korban kini telah menyerahkan diri pada Jumat (15/10/2021).
Baca juga: Preman yang Viral Pukuli Penjual Sayur Serahkan Diri Sehari seusai 1 Polisi Gugur Mengejar Mereka
Baca juga: Bergantung dari Donasi, Ini Kehidupan Ibu Penjual Sayur yang Jadi Tersangka seusai Dipukuli Preman
Dedek dan Fery mengaku tidak nyaman atau resah karena menurutnya apa yang diberitakan dan apa yang terjadi di lapangan berbeda.
"Jadi tadi malam karena keluarga menyampaikan kepada kita selaku penasehat hukum. Dua orang lagi ini merasa kurang nyaman, atas pemberitaan yang terjadi. Baru tadi malam mereka meminta untuk diserahkan," ungkap Kuasa Hukum para tersangka, Putra Roiyan Akbar, Sabtu (16/10/2021).
Roiyan mengatakan, gara-gara kasus ini viral, pokok permasalahannya semakin melebar ke mana-mana.
"Pertama kita turut prihatin dengan kejadian ini. Karena kejadian ini saya lihat sudah terlalu melebar kemana-mana, sehingga sub dari permasalahan ini dengan pasal 351 dan 170 nya saya rasa sudah menjadi lebih kecil dari pada viralnya," ungkapnya.
"Karena pasal 351 itu pasal penganiayaan, sedangkan 170 itu dengan bersama-sama. Menurut kami dari yang terjadi ini viralnya itu, lebih kepada sendi-sendi masyarakat kita yang timbul," lanjutnya.
Niat Ingin Melerai
Kedua pelaku juga mengaku tidak pernah membantu Beny melakukan pengeroyokan.
Mereka justru berniat melerai Beny yang memukuli Gea.
"Mereka sedang sarapan pagi di pajak (pasar, red) itu. Terdengar ada keributan, kebetulan ada yang menyampaikan kepada keduanya bahwa Beni ribut," kata Roiyan.
"Karena mereka (Fery dan Dedek) melihat sedang ribut antara Beni dan ibu Gea, mereka langsung mengamankan saudara Beni. Mereka menariknya dari keributan itu," ungkapnya.
Roiyan turut menyinggung soal video yang viral dan menegaskan bahwa kliennya terbukti tidak ikut-ikutan.
"Karena dari konteks videonya juga tidak ada di situ mereka melakukan penganiayaan. Mereka memang hadir di situ," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2tembung-kecamatan-percut-sei-tuan-akhirnya-menyerahkan-diri.jpg)