TRIBUNWOW.COM - Kasus Covid-19 di Indonesia telah mengalami penurunan yang signifikan, apabila dibandingkan dengan kondisi pada bulan Juli lalu.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting.
Alexander mengungkapkan update terkini kondisi pandemi Covid-19 setelah diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel.
Baca juga: Bukan Hanya Kelelahan, Kabut Otak Juga Bisa Terjadi selepas Isolasi Mandiri Covid-19, Ini Tandanya
Menurut Alexander, saat ini ketersediaan ruang di rumah sakit untuk pasien Covid-19 juga lebih banyak, karena pasien lebih sedikit.
Kapasitas bed occupancy rate (BOR) yang tadinya terisi hingga 90 persen, kini berada di bawah 20 persen.
Sedangkan kasus aktif, kata Alex pun turun di bawah 10.000.
"Jawa Bali tidak ada PPKM level 4, yang ada level 3 dan level 2. Pada level 3, menyatakan bahwa angka konfirmasi kasus 50-100 per seratus."
"Lalu rawat inap juga antara 10-30 perseratus ribu penduduk per minggu," ungkapnya dalam seminar virtual melalui kanal YouTube FMB9ID, Selasa (21/9/2021).
Hal ini menurut Alex menjadi pertanda sudah banyak perbaikan.
Walaupun di luar Jawa-Bali masih ada 10 daerah yang masih PPKM level 4, yaitu di daerah Kalimantan Timur, dan beberapa daerah di Aceh serta Sumatera Utara.
"Kita bisa melihat PPKM bisa menurunkan mobilitas. PPKM berlevel bisa meningkatkan kinerja posko PPKM di tingkat desa dan kelurahan."
"PPKM ini juga merupakan pengawasan lebih dekat dengan prilaku masyarakat dalam menjalankan prokes," kata Alex lagi.
Alex pun menyebutkan jika PPKM bisa menjadi role model Indonesia dan menjadi salah satu contoh jika PPKM harus terjadi terus-menerus dilakukan meski kasus mengalami penurunan.
"PPKM bisa menjadi penanggulangan, pencegahan, bisa juga mengkontrol supaya tidak ada lonjakan di kemudian hari," pungkasnya.
Baca juga: Luhut Minta Warga Jangan Euphoria Covid Membaik: Tiap Hari di WhatsApp Orang Meninggal, Jangan Lagi
Warga Diminta Waspada dan Cegah Lonjakan Kasus
Pemerintah menyebut dunia mengakui keberhasilan Indonesia dalam menurunkan angka positif Covid-19 dalam satu bulan.
Setelah lonjakan kasus aktif beberapa waktu lalu, kasus menurun hingga 56 persen.
Hal ini membuat Indonesia berada dalam 10 besar negara di dunia yang berhasil menurunkan angka covid secara signifikan.
Namun menurut Tim Marketing dan Komunikasi Gerakan Pakai Masker (GPM), Fardila Astari, masyarakat tetap harus waspada.
Walaupun memang ada penuruan kasus secara signifikan.
Apalagi sebagian masyarakat ada yang merasa eforia terhadap penurunan kasus. Sehingga lalai dalam melaksanakan protokol kesehatan.
"Misalnya jalan ke Bogor, saat penurunan level, mulai banyak masyarakat keluar restoran, ke tempat wisata. Melihat sendiri bahwa mulai ada kelalaian dan kelengahan," ungkapnya dalam seminar virtual melalui kanal YouTube FMB9ID, Selasa (21/9/2021).
Oleh karena itu, GPM kata Fardila melakukan kampanye 'Perkuat Diri Jaga Negeri'.
Kampanye ini berisikan ajakan pada masyarakat untuk menjaga dan mengawal bersama terhadap prokes.
"Dengan kampanye Perkuat Diri Jaga Negeri, kita dorong masyarakat untuk terus patuh menjaga prokes," katanya lagi. (Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi)
Berita terkait Lawan Covid-19 Lainnya
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dampak Pemberlakuan PPKM, Satgas Covid-19 Paparkan Kondisi Pandemi di Indonesia, dan Kampanye Perkuat Diri Jaga Negeri, Ajak Masyarakat Cegah Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19