TRIBUNWOW.COM - Sebulan berlalu sejak kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat mulai diselidiki polisi.
Yoris (34), yang merupakan kerabat dekat korban dan menjadi saksi kunci kasus ini mengaku kelelahan menjalani pemeriksaan.
"Capek ya pasti, tapi itu sudah kewajiban saya. Saya kesampingkan itu demi keadilan dan supaya cepat terungkap juga," ucap Yoris, Jumat (17/9/2021), dikutip dari Tribun Jabar.
Baca juga: Keuangan Yayasan Jauh Membaik saat Diurus Tuti dan Amalia, Yoris Akui Sempat Beri Korban Hadiah
Baca juga: Viral Pengakuan Krisdayanti soal Gaji Anggota DPR, Ahmad Sahroni: Tidak Semua Masuk Kantong Anggota
Yoris, keluarga, kerbat dekat lain, bahkan warga sekitar berharap kasu ini segera terungkap dan dalang pembunuhan ibu dan anak tersebut segera terungkap.
Dia merupakan anak dari Tuti (55) dan kakak dari Amalia Mustika Ratu (23) yang merupakan korban pembunuhan di Subang.
Jasadnya pertama kali ditemukan pada Rabu (18/8/2021), dan diduga mereka merupakan korban pembunuhan berencana.
Perihal yayasan yang didirikan Yosep (55), ayah dari Yoris juga disangkutpautkan dan ikut didalami pihak kepolisian.
Bahkan Yoris yang menjabat sebagai ketua yayasan berkali-kali dipanggil pihak kepolisian.
"Capek juga gak apa-apa, kemarin juga kan waktu itu sempat izin juga ke Ibu Kapolres Subang karena saya sempat drop dan kondisi saya sedang tidak sehat," katanya.
Yayasan Bina Prestasi Nasional memang diisi oleh kerabat dekat Yoris.
Baca juga: Minta Tolong Lewat Medsos, Korban Pencabulan Ayah Kandung di Bolmong Dapat Ide dari Teman Online
Diketahui jika istri muda Yosef, korban yaitu Tuti dan Amalia, dan kerabat dekat lain ikut menjadi pimpinan di sana.
Kini dikabarkan jika yayasan tersebut tengah vakum.
"Belum, belum ada aktivitas apapun sementara istirahat dulu gak ada rencana untuk dibuka kembali," kata Yoris
"Kepala sekolahnya juga kan sempat jadi saksi, jadi untuk sementara ditutup dulu aja," katanya.
"Saya masih fokus, ya nanti lah kalau sudah selesai semua dari kasus ini, siswa-siswinya juga masih belajar di rumah."
Hal itu disampaikan Yoris ketika ditanya perihal aktivitas yayasan.
Yoris juga sempat mengatakan jika posisi yang diduduki oleh Amalia merupakan posisi yang sebelumnya diduduki oleh istri muda Yosef.
“Ada pergantian beberapa kali itu, pada tahun 2018 Amel lulus, nah itu baru Amel sama mamah, dalam hal pengelolaan itu berdua,” ungkap Yoris.
Di tahun 2018 Amalia menggantikan istri muda Yosef yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.
Yosef diketahui menikah lagi dan sejak itu jabatan bendahara diberikan kepada istri mudanya hingga digantikan oleh Amalia.
Karena prestasinya bagus, yayasan mengadiahi Amalia dan Tuti dengan mobil Alphard.
“Jadi pihak yayasan memberikan hadiah karena kinerjanya. Dia juga berprestasi seperti di organisasi-organisasi," ujar Yoris.
Hal tersebutlah yang diduga memicu konflik.
Keterangan tersebut didapat dari Lilis Sulastri (56) yang merupakan kakak Tuti.
Dia menyebut jika Tuti pernah bercerita kepadanya jika mendapat teror dengan istri muda.
Bahkan ketika nomor Tuti diganti, lilis menyebut Tuti masih mendapat teror.
"Sering banget diteror dulu tuh sama istri muda suaminya adik saya, sering dapat pesan WA yang enggak pantas lah," kata Lilis di kediamannya, Selasa (24/8/2021).
Menurutnya, untuk permasalahannya sendiri, dia tidak tahu betul apa tujuan dari istri muda yang dianggap meneror terus-menerus kepada adiknya.
"Mungkin sirik, kayaknya. Saya sebelumnya sudah sering minta adik saya ganti nomor hape supaya enggak ada yang neror lagi kayak gitu. Tapi masih saja ada," ucap Lilis.
Rohman Hidayat yang merupakan kuasa hukum Yosef, menyebut Yosef juga dimintai keterangan soal masalah di Yayasan Bina Prestasi Nasional yang didirikannya.
"Ditanya soal yayasan awal mula berdirinya bagaimana, kepengurusannya gimana dan peran-perannya seperti apa. Seputar itu," Rabu (15/9/2021) ucap dia.
Ditanya terkait apakah ditemukan konflik dalam kepengurusan yayasan, dalam pemeriksaan, Rohman menyebut selama pemeriksaan belum ditemukan adanya konflik di dalam yayasan.
Namun, dia juga tidak membantah jika kemungkinan ada konflik yayasan.
"Jadi bukan tidak ada ya, sejauh ini dalam pemeriksaan memang belum ditemukan soal konflik dalam pengurusan yayasan," katanya.
Menurut Rohman ada tiga hal pokok yang ditanyakan penyidik kepada Yosef.
Di antaranya, Yosef kembali dicecar terkait keberadaannya sehari sebelum peristiwa pembunuhan istri dan anaknya.
"BAP hari ini ada berita acara tambahan yang pertama tentang pendirian yayasan, yang kedua tentang aktifitas klien sehari sebelum kejadian, setelah ditemukan jenazah di TKP. Pendalamannya di situ," jelasnya.
Materi pertanyaan tersebut sebenarnya sudah ditanyakan saat pemeriksaan sebelum-sebelumnya.
Pun demikian dengan cinta segitiga antara Yosef dengan Tuti dan M, istri muda Yosef, Rohman mengatakan dalam sepengetahuannya tidak ada masalah.
"Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa hubungan antara Yosef dengan istri muda dan ibu Tuti sejauh ini tidak ada masalah. Itu juga yang dikatakan Yosef ke penyidik Polres Subang," kata dia. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)
Artikel ini telah diolah dari Tribun Jabar yang berjudul Teka-teki Kematian Tuti dan Amalia Belum Terpecahkan, Yoris Kelelahan Diperiksa Terus dan Kepala SMK Swasta di Subang Jadi Saksi Kasus Amalia, Yayasan yang Didirikan Yosef Kini Vakum