TRIBUNWOW.COM - Polisi berhasil meringkus empat perampok toko emas di Pasar Simpang Limun Medan, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Dilansir TribunWow.com, ternyata para pelaku dijanjikan uang Rp 100 juta setelah emas hasil rampokan laku dijual.
Dalang perampokan ini adalah Hendri Tampubolon (38) yang akhirnya ditembak mati polisi.
Sementara itu, tiga pelaku lain yang diringkus polisi yakni PS, FA, dan PR.
Baca juga: UPDATE Perampokan Toko Emas di Simpang Limun, Pelaku Ditangkap Berkat CCTV, Ini Peran Masing-masing
Baca juga: Perampokan Bersenjata di Medan Dilakukan Taktis, Begini Jawaban Polisi Berdasarkan Selongsong Peluru
Kapolda Sumatera Utara, Irjen pol Panca Sutra menyebut para pelaku diberikan uang masing-masing Rp 4 juta oleh Hendri.
Uang tersebut merupakan imbalan atas aksi perampokan yang dilakukan keempat orang itu.
Sementara itu, emas hasil rampokan langsung dimasukkan ke tas Hendri.
Ia berjanji bakal memberi masing-masing Rp 100 juta jika semua emas itu terjual.
"Katanya mau dikasih 100 Juta pak," kata PR, dikutip dari TribunMedan.com, Rabu (15/9/2021).
Setelah perampokan, Hendri meminta mereka bersabar hingga semua emas terjual.
Setelah sepakat dan menerima uang Rp 4 juta, para pelaku pun berpencar.
"Pokoknya kalian harus percaya sama abang. Kalau emas ini laku, abang kasih nanti, abang yang jual. Nomor kalian (harus) tetap aktif," ujarnya.
"Tunggu kabar dari abang selanjutnya. Kalian langsung pulang. Kalian belok ke kanan, aku belok kiri."
Terbaru, jumlah pelaku perampokan ini bertambah menjadi lima orang.
Polisi kembali menangkap D yang mengenalkan ketiga perampok itu pada Hendri.
"Tersangka H sudah menyiapkan secara matang perampokan tersebut. Ide dari perampokan di Pasar Simpang Limun dari tersangka Hendri," jelas Panca.
Baca juga: Ditodong Pistol dan Diminta Buka Brankas, Ini Cerita Penjaga Toko Emas terkait Perampokan di Medan
Baca juga: Detik-detik Perampok Tembak Tukang Parkir seusai Dilempar Kotak Tahu: Mau Selamat Tutup Matamu
Kenal di Penjara
Kepada polisi, D mengaku tak tahu jika Hendri merencanakan perampokan toko emas.
Ia menyebut sudah mengenal Hendri sejak SD.
Setelah tak pernah bertemu selama 10 tahun, Hendri tiba-tiba datang dan meminta bantuannya.
"'Dek, ada enggak kawan-kawanmu yang pemain kriminal'," ucap D menirukan ucapan Hendri, dikutip dari Kompas.com, Kamis (16/9/2021).
"Enggak ada dia bilang toko emas. Enggak ada kasih tahu kriminal apa. Enggak ada dikasih apa-apa, hanya dijanjiin 'Pokoknya Abang kasih lah kalau sudah jumpa (bertemu)'."
"Mereka bilang gini pak, kalau ada teman yang ngajak kriminal-kriminal. Itu mereka bertiga yang bilang."
"Kami ketemu di rutan (rumah tahanan). Waktu 2020. Kenalnya sama PS dan FA."
Pengakuan Warga
Seorang tukang parkir bernama Erwin terluka seusai ditembak empat perampok yang menggasak toko emas di Pasar Tradisional Simpang Limun, Medan, kamis (26/8/2021) siang.
Dilansir TribunWow.com, Erwin ditembak pelaku karena berusaha menghentikan para perampok pertopeng tersebut.
Para perampok bersenjata api laras panjang itu menggasak 5 kilogram emas dari toko.
Seorang warga bernama Andra (19) mengaku saat kejadian ia tengah nongkrong di dekat parkiran sepeda motor.
Baca juga: Kronologi Perampokan Toko Emas di Medan, 4 Pelaku Jalan Santai saat Diteriaki, 1 Orang Tertambak
Baca juga: Cerita Haru Kuli Bangunan Jalan Kaki Jakarta-Bandung untuk Belikan HP Anak, Dompet Sempat Dirampok
Kata Andra, saat itu ia tiba-tiba melihat keramaian dari dalam pasar.
Ada warga yang berteriak 'Rampok' dan tak lama berselang muncul empat pria bersenjata api berjalan hendak mengambil sepeda motor di parkiran.
Saat itu, korban Erwin berniat mencegah para perampok itu kabur.
Satu di antara empat perampok sempat melepaskan tembakan peringatan dan meminta Erwin tak mendekat.
Namun, Erwin masih nekat menghalangi para perampok dan melemparnya menggunakan kotak tahu.
Akibatnya, Erwin pun jatuh tersungkur seusai ditembak para perampok itu.
"Dia ditembak di belakang telinganya. Habis itu mereka lari dengan dua kereta (sepeda motor) yang diambilnya di parkiran," ujar Andra, dikutip dari Kompas.com, Kamis (26/8/2021).
"Mungkin kereta itu dicurinya. Enggak tahulah kami nasib tukang parkir itu."
Kejadian itu dibenarkan Dirreskrimum Polda Sumatera Utara, Kombes Tatan Dirsan Atmaja.
Ia menyebut korban mengalami luka tembak di leher dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Korban masih mendapat perawatan di rumah sakit. Korban mendapat luka di leher. (Luka tembak) iya," ujarnya. (TribunWow.com)
Artikel ini telah diolah dari TribunMedan.com dengan judul CERITA Perampok Toko Emas di Medan, Dijanjikan Uang Rp 100 Juta Perorang setelah Emasnya Laku, dan Kompas.com dengan judul Pengakuan Perampok Toko Emas di Medan: Baru Dapat Rp 4 Juta, Dijanjikan Rp 100 Juta, Detik-detik Tukang Parkir Ditembak Saat Coba Hentikan 4 Perampok di Medan dengan Kotak Tahu