TRIBUNWOW.COM - Kemarahan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kembali meledak saat berkunjung di Aceh, Kamis (2/9/2021) lalu.
Dilansir TribunWow.com, Risma memarahi perwakilan pejabat bank BUMN karena masalah bantuan sosial (bansos) yang belum disalurkan sepenuhnya.
Rapat tersebut mulai tegang saat Risma mengetahui masih ada 1.300 penerima bantuan di Aceh Besar yang belum menerima bantuan sosial.
Selain itu, masih ada 500 keluarga penerima manfaat (KPM) yang bansosnya belum terdistribusi.
Baca juga: Tri Rismaharini Tegur Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan, Geram Temui Masalah Penyaluran Bansos
Baca juga: Reaksi Mensos Tri Rismaharini saat Dapat Dokumen Laporan Penyelewengan Bansos Setebal 1 Meter
Dalam rapat tersebut, perwakilan bank BUMN beralasan distribusi bansos belum maksimal karena sejumlah penerima tak datang saat pembagian.
Namun, alasan perwakilan bank tersebut justru memancing amarah Risma.
"Ya podo wae to (Ya sama saja) pak pak, ngapain aku rapat susah-susah," kata Risma dalam video yang diunggah kanal YouTube Kompas TV, Senin (6/9/2021).
"Bapak ini bolak-balik, capek aku pak, dikira aku enggak capek apa."
"Udah jelas aku ngomong hari ini, kalau bapak bilang bisa seharusnya kemarin diselesaikan."
Risma lantas mengakui jika dirinya kesal mendengar penjelasan perwakilan bank tersebut.
Padahal, kata dia, mulanya ia sudah berniat tak marah selama rapat.
"Tapi kenapa enggak diselesaikan? Marah aku jadinya," bentak Risma.
"Aku udah usaha enggak marah, bapak bikin marah."
"Usahakan solusinya, bukan saya bilang bapak enggak bisa."
"Nanti bapak datang lagi 'Karena terlalu jauh orangnya enggak datang lagi'," sambungnya.
Risma mengaku sudah bosan mendengar alasan soal pendistribusian bansos yang tak maksimal.
Ia menduga para penerima bansos tak datang saat pembagian karena terbatasnya transportasi.
"Mau sampai berapa kali bapak begitu?," tegur Risma.
"Saya sudah bisa baca mereka bukan tidak mau, tapi kalau tidak ada transport gimana?"
"Paham ya? Ya bapak datang ke kantor desa, bapak enggak apa-apa ada kendaraan."
"Tapi yang itu udah nenek-nenek, enggak ada kendaraan gimana mau datang, dua puluh kilo. Paham ya?," tandasnya.
Baca juga: Chord Gitar Lagu Kanggo Kowe dari Nella Kharisma: Kowe lan Aku Wis Sumpah ing Janji
Baca juga: Siapkan KTP dan KK, Begini Cara Mengajukan Bansos Kemensos, Bisa Mengusulkan Nama Keluarga Juga
Simak videonya berikut ini:
Reaksi Risma saat Warga Ngaku Bansos Dipotong
Di sisi lain, sebelumnya,Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini tampak emosi saat mendengar curhatan warga terkait bantuan sosial (Bansos).
Apalagi saat mendengar ada warga yang bansosnya dipotong oleh seorang oknum.
Tak perlu waktu panjang, Risma langsung meminta warga itu menyebut nama oknum, agar segera ditindak oleh polisi yang ikut blusukan bersamanya.
Baca juga: Langkah Kemensos Cegah Korupsi Bansos Covid-19 selama PPKM, Mensos Risma Ungkap 3 Terobosan Baru
Hal ini terlihat ketika Risma diam-diam blusukan ke Kota Tangerang pada Rabu (28/7/2021) siang.
Pejabat dan sejumlah instansi di Kota Tangerang mengaku tidak mengetahui kedatangan Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini.
Dari pantauan langsung di lokasi, Risma memang blusukan ke perkampungan di kawasan Kecamatan Pinang dan Karang Tengah, Kota Tangerang.
Maksud kedatangannya untuk memantau distribusi bantuan sosial tunai (BST) di wilayah tersebut.
Tampak Risma keliling Kota Tangerang tanpa pengawalan dari Pemerintah Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota.
Ia secara leluasa mengobrol kepada warga Kota Tangerang soal penyaluran BST di Karang Tengah dan Pinang.
Seperti yang dikatakan Kepala PT Pos Indonesia Tangerang Mohamad Sarip, memang tidak ada satupun pejabat yang mengetahui kedatangan mantan Wali Kota Surabaya tersebut.
"Itu emang engga boleh diliput sama semuanya, Pemda juga enggak boleh."
"Enggak ada yang tahu kecuali orang PT Pos Indonesia saja. Humas enggak ada," kata Sarip saat dihubungi, Rabu (28/7/2021).
Risma Ngomel
Pada kesempatan itu, Tri Rismaharini mengatakan penyelewengan distribusi bantuan sosial untuk masyarakat paling parah ada di Kota Tangerang.
Jenis bantuan yang diberikan oleh Kemensos antara lain bantuan sosial tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/ Program Sembako.
Saat Risma tanya seorang warga, di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Aryanih mengaku dimintai uang kresek oleh oknum.
"Seharusnya ibu tidak mau dimintai uang kantong kresek atau apa pun namanya oleh pihak tertentu, sebab hak ibu penuh dan tanpa pemotongan sedikit pun," ujar Risma geram, Rabu (28/7/2021)
"Ibu jangan takut saya jamin ya, jadi tulis surat soal ini kepada saya," sambungnya.
Hal serupa dirasakan oleh Maryanih, yang juga menerima BPNT.
Namun, harga barang komponen yang diterima tidak sesuai atau tidak genap Rp 200 ribu per bulan.
"Tadi sudah dihitung oleh bapak yang dari Satgas Pangan/Mabes Polri harga dari komponen yang diterima hanya Rp 177 ribu dari yang seharusnya 200 ribu jadi ada Rp 23 ribu. Coba bayangkan Rp 23 ribu dikali 18,8 juta," ungkap Risma.
Para penerima BST, BPNT/Program Sembako dan PKH diminta membantu pemerintah agar bantuan bisa sampai kepada penerima manfaat dan tidak ada tindak pemotongan oleh pihak siapapun.
"Tolong bantu kami untuk mengetahui apakah ada pemotongan atau tidak."
"Kalau gini-gini terus tidak bisa selesai urusannya dan kapan warga mau bisa sejahtera," pintanya.
Adanya temuan tangan-tangan jahil di Tangerang, Risma tegas mengatakan sampai detik ini Kota Tangerang paling parah soal penyelewengan distribusi bantuan sosial kepada masyarakat selama pandemi Covid-19.
"Jadi kayaknya ini paling berat, karena sebetulnya yang pertama kartu harusnya dipegang penerima manfaat kan bahaya."
"Kalau kartu itu dipegang oleh orang lain sementara pin nya juga ada disitu tidak boleh semestinya," kata Risma. (TribunWow.com)
Berita terkait Tri Rismaharini
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Blusukan Tanpa Pengawalan Pejabat Tangerang, Menteri Risma Temukan Kejanggalan Penyaluran BST, dan Risma Ngomel, Penyelewengan Dana Bansos Paling Parah Terjadi di Tangerang: Harusnya Ibu Jangan Mau